DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan rantai pasok produk kecap korma untuk meningkatkan efisiensi menggunakan lean supply chain pada PT. Korma Jaya Utama


Oleh : Reva Khairunnisa

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Subyek : Business logistics;Industrial management

Kata Kunci : lean supply chain, process activity mapping, value stream mapping, dan fishbone diagram


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STI_063001700123_Halaman-Judul.pdf 406.99
2. 2022_TA_STI_063001700123_Lembar-Pengesahan.pdf 165.72
3. 2022_TA_STI_063001700123_Bab-1_Pendahuluan.pdf 302.73
4. 2022_TA_STI_063001700123_Bab-2_Kajian-Pustaka.pdf 289.04
5. 2022_TA_STI_063001700123_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 212.66
6. 2022_TA_STI_063001700123_Bab-4_Pembahasan.pdf 984.19
7. 2022_TA_STI_063001700123_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 129.73
8. 2022_TA_STI_063001700123_Daftar-Pustaka.pdf 187.79
9. 2022_TA_STI_063001700123_Lampiran.pdf 348.21

P PT. Korma Jaya Utama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kecap. Bahan baku kecap adalah gula merah, kedelai hitam, garam, bawang merah, serta bawang putih. PT. Korma Jaya Utama mengalami beberapa permasalahan pada aliran rantai pasok bahan baku kedelai hitam yaitu keterlambatan penerimaan bahan baku selama 3 hari. Masalah lain terletak pada pemesanan bahan baku yang dilakukan berulang kali dikarenakan ketidaksesuaian spesifikasi bahan baku yang dikirimkan oleh supplier. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada aliran rantai pasok produk Kecap Korma di PT. Korma Jaya Utama dengan meningkatkan efisiensi perusahaan dan mengurangi lead time yang terjadi pada rantai pasok menggunakan metode Lean Supply Chain. Analisa permasalahan dilakukan menggunakan tools berupa Process Activity Mapping, Value Stream Mapping, dan Fishbone Diagram. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis hasil akar penyebab permasalahan menggunakan fishbone diagram, usulan perbaikan yang diberikan adalah membuat formulir evaluasi supplier, melakukan training operator, membuat Standard Operational Procedure (SOP) Pengadaan Bahan Baku, dan Standard Operating Procedure (SOP) Seleksi Supplier Baru, serta menambah material handling handpallet dan pallet box. Sebelum perbaikan, manufacturing lead time proses produksi Kecap Korma adalah sebesar 43831 menit atau 30,4 hari dan PCE sebesar 17,05%. Setelah perbaikan, manufacturing lead time mengalami penurunan menjadi 23733 menit atau 16,4 hari dan PCE sebesar 31,48%. Supply chain lead time supplier sebelum perbaikan sebesar 76 jam atau 3,16 hari, dimana setelah dilakukan usulan perbaikan, terjadi penurunan pada Supply Chain lead time menjadi 71 jam atau 2,95 hari. Selanjutnya, dilakukan pemetaan setelah perbaikan menggunakan future state value stream mapping dengan pengurangan Supply Chain lead time menjadi 71 jam.

P PT. Korma Jaya Utama is a manufacturing company engaged in the soy sauce industry. The raw materials for soy sauce are brown sugar, black soybeans, salt, shallots, and garlic. PT. Korma Jaya Utama experienced several problems in the supply chain flow of black soybean raw materials, namely the delay in receiving raw materials for 3 days. Another problem lies in ordering raw materials which is done repeatedly due to incongruity in the specifications of raw materials sent by the supplier. This research was conducted to identify and reduce waste in the supply chain flow of Korma soy sauce products at PT. Korma Jaya Utama by increasing company efficiency and reducing lead time that occurs in the supply chain using the Lean Supply Chain method. Problem analysis is carried out using tools such as Process Activity Mapping, Value Stream Mapping, and Fishbone Diagram. Based on the results of mapping and analysis of the root causes of the problem using a fishbone diagram, the proposed improvements are making a supplier evaluation form, conducting operator training, making a Standard Operational Procedure (SOP) for Procurement of Raw Materials, Standard Operating Procedure (SOP) for the Selection of New Suppliers, and adding material handling hand pallets and pallet boxes. Before the proposed improvement, manufacturing lead time of the Korma Soy Sauce production process was 43831 minutes or 30.4 days and the PCE was 17.05%. After improvement, it decreased to 23733 minutes or 16.4 days with PCE by 31.48%. The supply chain lead time of the supplier before the improvement was 76 hours or 3.16 days, where after the proposed improvement, there was a decrease in the Supply Chain lead time to 71 hours or 2.95 days. Furthermore, a mapping was carried out after the improvement using Future State Value Stream Mapping with the Supply Chain lead time decreasing to 71 hours.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?