DETAIL KOLEKSI

Perancangan Lean supply chain untuk meminimasi waste dan risk pada rantaipasok mobil BMW Indonesia (fokus perusahaan: PT. Gaya Motor)

5.0


Oleh : Ida Ayu Kade Carolina Kusuma

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Subyek : Lean supply chain

Kata Kunci : lean supply chain, waste, risk, value stream mapping, value chain analysis, process activity mapping


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001600122_Halaman-Judul.pdf 323.04
2. 2020_TA_STI_063001600122_Lembar-Pengesahan.pdf 285.38
3. 2020_TA_STI_063001600122_Bab-1_Pendahuluan.pdf 343.48
4. 2020_TA_STI_063001600122_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 243.11
5. 2020_TA_STI_063001600122_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 243.8
6. 2020_TA_STI_063001600122_Bab-4_Pengolahan-Data.pdf 2126.98
7. 2020_TA_STI_063001600122_Bab-5_Kesimpulan.pdf 159.87
8. 2020_TA_STI_063001600122_Daftar-Pustaka.pdf 97.55
9. 2020_TA_STI_063001600122_Halaman-Judul.pdf 323.04

P PT. Gaya Motor merupakan perusahaan manufaktur yang melakukan proses assembling untuk produk mobil. Salah satu perusahaan yang melakukan perakitan di PT. Gaya Motor adalah perusahaan mobil yang berasal dari Jerman yaitu BMW Indonesia. Dalam proses supply chain pada perusahaan ini terdapat beberapa masalah yang menimbulkan pemborosan, sehingga untuk proses perbaikannya perlu menggunakan konsep pendekatan lean. Lean supply chain merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan serta menemukan penyebab masalah tersebut disepanjang aliran supply chain produksi BMW dengan menggunakan tools Value Stream Mapping, Process Activity Mapping dan Analisa Value Chain sebagai langkah terstruktur untuk mengeliminasi segala bentuk pemborosan. Dalam produksi BMW usulan perbaikan dilakukan untuk menghilangkan waste agar dapat mengurangi lead time dengan menghilangkan aktivitas non value added dari jenis aktivitas (operation, transportation, inspection, storage dan delay) dan jenis waste (overproduction, waiting time, transportation, inappropriate processing¸ unnecessary inventory, unnecessary motion, defect dan underutilized people). Selanjutnya, hasil waste diidentifikasi kemungkinan risiko yang dapat terjadi dengan menggunakan mengambil tahapan dalam metode SCOR untuk memetakan process area dari risiko dan House of Risk (HOR). Identifikasi risiko digunakan untuk mengurangi probabilitas terjadinya waste pada aktivitas supply chain. Dalam Current State Stream Mapping didapatkan process lead time sebesar 1.721 menit atau 29 jam dengan nilai Process Cycle Efficiency sebesar 72,73%. Dari hasil yang didapatkan perbedaan persentase sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan yaitu peningkatan Value Added sebesar 70,11% menjadi 75,55% dan penurunan Non Value Added sebesar 24,49% menjadi 18,63%. Hasil perhitungan probabilitas risiko pada waste didapatkan lima strategi penanganan yang paling efektif untuk dilakukan agar waste dapat diminimasi. Selanjutnya adalah dilakukan pemetaan Future State Stream Mapping yang sudah diperbaiki yaitu menghasilkan prcess lead time sebesar 1.595 menit atau 27 jam dengan Process Cycle Efficiency sebesar 79%.

P PT. Gaya Motor is a manufacturing company that performs the assembling process for automobile products. One of the companies conducting the assembly in PT. Gaya Motor is a car company that originated in Germany namely BMW Indonesia. In the supply chain process in this company there are some problems that cause waste, so for the repair process it is necessary to use the concept of lean approach. The Lean supply chain is an approach that can be used to identify waste and find the cause of the problem along the BMW supply chain flow by using the tools value Stream Mapping, Process Activity Mapping and value chain analysis as a structured step to eliminate any form of waste. In the production of BMW proposed improvement was done to eliminate waste in order to reduce the lead time by eliminating the activity of non value added from activity type (operation, transportation, inspection, storage and delay) and type of waste (overproduction, waiting time, transportation, inappropriate processing unnecessary inventory, unnecessary motion, defect and underutilized people). Furthermore, the results of waste identified possible risks that can occur by using taking stages in the SCOR method to map the process area of the risk and House of Risk (HOR). Risk identification is used to reduce the probability of waste occurrence in supply chain activity. In the Current State Stream Mapping is obtained by process lead time of 1,721 minutes or 29 hours with a Process Cycle Efficiency of 72.73%. From the results obtained percentage difference before and after the improvement is increased Value added by 70.11% to 75.55% and decrease in Non value Added by 24.49% to 18.63%. The calculation result of risk probability at waste is obtained five most effective handling strategies to be done so that waste can be minimized. Next is a fixed mapping of the Future State Stream Mapping which is generating a process lead time of 1,595 minutes or 27 hours with a 79% of Process Cycle Efficiency.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?