Integrasi model peramalan permintaan arima dengan optimasi manajemen persediaan bahan baku pada industri manufaktur ceramic tableware
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Docki Saraswati
Pembimbing 2 : Rahmi Maulidya
Kata Kunci : ARIMA, Ceramic Tableware, Continuous Review, Integration, Forecasting, Inventory
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_TS_MTI_163012210008_Halaman-Judul.pdf | ||
2. | 2025_TS_MTI_163012210008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_TS_MTI_163012210008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_TS_MTI_163012210008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_TS_MTI_163012210008_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_TS_MTI_163012210008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_TS_MTI_163012210008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_TS_MTI_163012210008_Bab-1.pdf | ||
9. | 2025_TS_MTI_163012210008_Bab-2.pdf |
|
|
10. | 2025_TS_MTI_163012210008_Bab-3.pdf | 8 |
|
11. | 2025_TS_MTI_163012210008_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_TS_MTI_163012210008_Bab-5.pdf | 2 | |
13. | 2025_TS_MTI_163012210008_Daftar-Pustaka.pdf | ||
14. | 2025_TS_MTI_163012210008_Lampiran.pdf |
|
I Industri manufaktur ceramic tableware yang memproduksi piring, mangkok dan cangkir dimana dalam proses produksinya membutuhkan bahan baku berupa tanah, pasir, batuan dan bahan lainnya. Industri ini khususnya di PT. XYZ yang merupakan salah satu produsen ceramic tableware menghadapi masalah persediaan bahan baku terkait jumlah yang berlebihan karena belum adanya integrasi antara peramalan permintaan dengan manajemen persediaan yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara permintaan barang jadi dengan manajemen persediaan bahan baku. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan model peramalan yang akurat menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Avarage (ARIMA) yang diterapkan pada peramalan permintaan barang jadi, dimana hasil peramalan ini diintegrasikan dengan manajemen persediaan untuk menentukan pemenuhan persediaan bahan baku secara optimal menggunakan Economic Order Quantity (EOQ). Pendekatan ini menawarkan keuntungan integrasi yang dilakukan menggunakan metode peramalan yang akurat, sehingga produsen dapat memprediksi permintaan produk barang jadi dengan lebih tepat. Prediksi yang tepat ini pada gilirannya memandu manajemen persediaan bahan baku yang proaktif dan memberikan solusi untuk masalah kelebihan persediaan bahan baku di bidang manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara peramalan permintaan barang jadi dan manajemen persediaan bahan baku telah berhasil dilakukan dengan menghasilkan model peramalan yang diintegrasikan dengan kebutuhan ball mill pada industri manufaktur ceramic tableware. Integrasi ini mampu mengoptimalkan efisiensi manajemen persediaan bahan baku, sehingga total biaya persediaan dapat ditekan dari Rp. 1.456.919.353 menjadi Rp. 29.645.874 yang merepresentasikan pengurangan biaya sejumlah 97,96%.
T The ceramic tableware manufacturing industry produces plates, bowls and cups where the production process requires raw materials in the form of soil, sand, rocks and other materials. This industry, especially at PT XYZ, which is one of the ceramic tableware manufacturers, faces the problem of raw material inventory related to excessive quantities because there is no integration between demand forecasting and inventory management which results in an imbalance between demand for finished goods and raw material inventory management. To overcome this problem, this research aims to produce an accurate forecasting model using the Autoregressive Integrated Moving Avarage (ARIMA) method applied to finished goods demand forecasting, where the results of this forecasting are integrated with inventory management to determine the optimal fulfillment of raw material inventory using Economic Order Quantity (EOQ). This approach offers the advantage of integration using accurate forecasting methods, so that manufacturers can predict the demand for finished goods products more precisely. This precise prediction in turn guides proactive raw material inventory management and provides a solution to the problem of excess raw material inventory in manufacturing. The results showed that the integration between finished goods demand forecasting and raw material inventory management has been successfully carried out by producing a forecasting model integrated with ball mill requirements in the ceramic tableware manufacturing industry. This integration optimizes the efficiency of raw material inventory management, so that the total inventory cost can be reduced from Rp. 1.456.919.353 to Rp. 29.645.874 which represents a cost reduction of 97,96%.