DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas proses produksi new steering wheel menggunakan statistical process control dan metode failure mode and effect analisys pada PT. Oriental Manufacturing Indonesia


Oleh : Abiyoga Rachmantya

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Pudji Astuti

Subyek : Product - Quality control;Failure analysis (Engineering)

Kata Kunci : statistical process control, failure mode and effect analysis, process capabilities


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_STI_06307095_Halaman-Judul.pdf 4013.19
2. 2013_TA_STI_06307095_Lembar-Pengesahan.pdf 839.07
3. 2013_TA_STI_06307095_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1745.57
4. 2013_TA_STI_06307095_Bab-2_Landasan-Teori.pdf 4743.92
5. 2013_TA_STI_06307095_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 2249.73
6. 2013_TA_STI_06307095_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf 7076.26
7. 2013_TA_STI_06307095_Bab-5_Pengolahan-Data.pdf 15671.98
8. 2013_TA_STI_06307095_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 642.21
9. 2013_TA_STI_06307095_Daftar-Pustaka.pdf 304.5
10. 2013_TA_STI_06307095_Lampiran.pdf 12720.86

P PT. Oriental Manufacturing Indonesia (PT. OMI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, yang memproduksi komponen plastik untuk industri otomotif. Penelitian dilakukan pada proses produksi new steering wheel dengan jumlah cacat yang melebihi batas ketentuan (3%). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perbaikan kualitas produk. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode statistical process control (SPC) dan metode failure mode and effect analysis (FMEA). Pada tahap SPC dilakukan dengan membuat peta kendali untuk mengetahui stabilitas dan kapabilitas proses produksi new steering wheel. Peta kendali X dan R menunjukkan bahwa proses produksi new steering wheel sudah terkendali, namun kapabilitas proses produksi masih belum sesuai spesifikasi desain. Nilai Cp sebesar 0,597 dan nilai Cpk sebesar 0,581. Pada produk new steering wheel ditemukan tiga jenis cacat yaitu crack line, short mold dan part bubble. Dan ke-tiga jenis kecacatan tersebut ditemukan jenis cacat dominan yaitu jenis cacat crack line dengan kecacatan sebesar 40,8%. Dengan menggunakan metode FMEA diperoleh penyebab kegagalan potensial dari jenis kegagalan crack line, dengan nilai RPN sebesar 280. Jenis kegagalan potensial tersebut disebabkan oleh proses pencetakan yang dilakukan kurang dari 57 detik. Usulan perbaikan yang diberikan adalah penggunaan timer pada proses pencetakan untuk memonitoring waktu proses pencetakan berlangsung, penggunaan spray gun angin untuk membersihkan debu dan pasir cetakan mesin, dan memberikan usulan penggunaan form check list monitoring pada saat menggunakan material dan pada saat penerimaan bahan baku. Setelah dilakukan implementasi, diperoleh nilai Cp yang meningkat yaitu 0,597 menjadi 0,746. Nilai Cpk juga menunjukan peningkatan yaitu 0,581 menjadi 0,646.

P PT. Oriental Manufacturing Indonesia (PT. OMI) is a company engaged in the manufacturing industry, which produces plastic components for the automotive industry. The research was conducted on the production process of a new steering wheel with a number of defects that exceed the stipulation limit (3%). The purpose of this research is to improve product quality. To achieve this objective, statistical process control (SPC) and failure mode and effect analysis (FMEA) methods are used. At the SPC stage, it is done by making a control chart to determine the stability and capability of the new steering wheel production process. Control charts X and R show that the production process for the new steering wheel is under control, but the capability of the production process is still not in accordance with the design specifications. The Cp value is 0.597 and the Cpk value is 0.581. In the new steering wheel product, three types of defects were found, namely crack line, short mold and part bubble. And the three types of defects found the dominant type of defect, namely the type of crack line defect with a disability of 40.8%. By using the FMEA method, the potential cause of failure is obtained from the type of crack line failure, with an RPN value of 280. This type of potential failure is caused by the printing process which is carried out less than 57 seconds. The suggestions for improvement are the use of a timer in the printing process to monitor the time the printing process takes place, the use of a wind spray gun to clean dust and sand from the machine's mold, and provide a suggestion for the use of a monitoring check list form when using materials and receiving raw materials. After implementation, the Cp value increased from 0.597 to 0.746. The Cpk value also showed an increase from 0.581 to 0.646.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?