DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas untuk mengurangi defect dengan Metode Six Sigma pada produk high carbon wire di PT. Iron Wire Works Indonesia

0.0


Oleh : Aldi Dwi Putra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Subyek : Product - Quality control

Kata Kunci : six sigma, failure mode and effect analysis, fault tree analysis, taguchi


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001500122_Halaman-Judul.pdf 880.98
2. 2020_TA_STI_063001500122_Lembar-Pengesahan.pdf 445.54
3. 2020_TA_STI_063001500122_Bab-1_Pendahuluan.pdf 376
4. 2020_TA_STI_063001500122_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 29.43
5. 2020_TA_STI_063001500122_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 29.43
6. 2020_TA_STI_063001500122_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 30.84
7. 2020_TA_STI_063001500122_Bab-5_Kesimpulan.pdf 37.92
8. 2020_TA_STI_063001500122_Daftar-Pustaka.pdf 272.89
9. 2020_TA_STI_063001500122_Lampiran.pdf 346.88

P PT. Iron Wire Works Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi kawat dan besi. Perusahaan ini mempunyai kegagalan pada bagian proses produksi yang menyebabkan cacat dengan presentasi lebih dari 5% pada 3 bulan terakhir, terdata dari bulan Juni 2019 sampai dengan Agustus 2019 dan perusahaan ini mempunyai toleransi kecacatan maksimum yaitu 5%. Tujuan penelitian adalah mengurangi jumlah cacat pada produk high carbon wire serta memperbaiki kualitas produk. Penelitian menggunakan kerangka Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC), metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), metode Fault Tree Analysis (FTA), dan percobaan respon produk cacat dengan metode taguchi. Tahap dari kerangka DMAIC menghasilkan nilai DPMO 90.000 dan tingkat sigma sebesar 2,84. Penggunaan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yaitu untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan, ditemukan empat kegagalan potensial berdasarkan identifikasi dengan nilai RPN terbesar yaitu 378. Kemudian, menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan. Hasil metode FTA ini menghasilkan empat usulan terbaik berdasarkan nilai probabilitas yang telah didapat yaitu pemakaian mesin steam jet cleaner, pembuatan display suhu, pembuatan checksheet perawatan mesin dan pemakaian storage khusus untuk mata pisau dan benda tajam. Percobaan pada respon produk cacat berdasarkan usulan perbaikan dengan menggunakan metode taguchi menghasilkan respon positif dan faktor level yang lebih baik yaitu alat pembersih menggunakan mesin steam jet cleaner, faktor temperature menggunakan suhu 90ï‚°, dan faktor waktu pengecekan setiap 3 hari sekali menggunakan checksheet perawatan mesin. Tahap akhir dari kerangka DMAIC yaitu control, perbaikan tersebut diimplementasikan dan diperoleh perubahan nilai DPMO menjadi 60.000 dan kenaikan tingkat sigma menjadi 3,06

P PT. Iron Wire Works Indonesia is a company which involved in manufacturing wires and iron. In the last 3 months (June 2019 - August 2019), the company has a failure of production process that impacts more than 5% defects which exceeds the maximum disability tolerance of 5%. The purpose of this research is to decrease the amount of defects high carbon wire products and to increase its quality. The DMAIC framework, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, Fault Tree Analysis (FTA) method and defective product response trials using taguchi method were used for this research. Phase of DMAIC Framework is obtained at 90.000 DPMO value and 2.84 of sigma level. The reason for using FMEA method is to identify the cause of failure, four potential defects were found based on identification with the highest RPN value of 378. Afterwards, the FTA method is used to determine the root cause of the problem. The result of FTA method is four best proposals based on the probability values that have been obtained, those best proposals are steam jet cleaner machine usage, the making of temperature displays, engine maintenance checksheets and specific storage usage for blades and sharp objects. Trials on the response of defective products based on proposed improvements using the taguchi method has positive response and a better level factor, there are cleaning tool using a steam jet cleaner, temperature factor using a temperature of 90 °, and time factor checking every 3 days using an engine maintenance checksheet. The final stage of the DMAIC framework is control, the improvement is implemented and a change in DPMO value becomes 60,000 and an increase in the sigma level to 3.06.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?