DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan perancangan expert system untuk mengidentifikasi kegagalan pada proses produksi packaging extra joss di PT. Indogra Vure


Oleh : Paulina Sim

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Product - Quality control;Failure analysis (Engineering)

Kata Kunci : fmea (failure mode and effect analysis) method, expert system design, packaging production process.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2010_TA_STI_06306026_Halaman-Judul.pdf 5222.27
2. 2010_TA_STI_06306026_Lembar-Pengesahan.pdf 865.34
3. 2010_TA_STI_06306026_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1788.77
4. 2010_TA_STI_06306026_Bab-2_Landasan-Teori.pdf 10957.5
5. 2010_TA_STI_06306026_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1846.76
6. 2010_TA_STI_06306026_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf 19227.67
7. 2010_TA_STI_06306026_Bab-5_Pengolahan--Data.pdf 41263.04
8. 2010_TA_STI_06306026_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 951.09
9. 2010_TA_STI_06306026_Daftar-Pengesahan.pdf 362.53
10. 2010_TA_STI_06306026_Lampiran.pdf 7114.67

P PT. Indogravure adalah sebuah perusahaan yang terpadu dan terkemuka dal= skala nasional. Perseroan ini pertama di Indonesia yang memproduksi kernasan fleksibel (flexible packaging) yang terdiri dari beberapa kategori produk seperti polycellonium, PTP foil, polypaper dan polynium. PT. Indogravure dituntut untuk selalu menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas atau standar yang telah ditentukan, namun pada kenyataanya masih terdapat keluhan dari pelanggan terhadap produk yang sudah dikirim. Hal ini disebabkan karena produk mengalami ketidaksesuaian atau penyimpangan pada saat proses produksi di lantai produksi perusahaan. Berdasarakan data yang diperoleh, selama tahun 2008 diketahui bahwa kategori produk polycellonium memiliki persentase cacat terbesar yaitu 6,449% dibandingkan tipe produk yang lain. Produk polycellonium memiliki karakteristik kualitas yang berbeda untuk tiap prosesnya. Karakteristik inilah yang senantiasa menjadi potensi cacat jika terdapat kegagalan pada saat proses produksi. Meskipun telah dilakukan oleh inspeksi oleh bagian QC, terkadang produk cacat ini masih ada yang lobos dari pemeriksaan dan kemudian terkirim ke proses selanjutnya. Untuk mengetahui jenis kegagalan apa yang terdapat pada proses, efek dan sumber penyebab cacat digunakan metode FMEA (Failure Mode And Effect Analysis). Penelitian dilakukan dengan cara wawancara dengan para ahli dan pengamatan langsung di lantai produksi. Output dari FMEA adalah nilai RPN dan penanggulangan yang sebaiknya dilakukan. Untuk mendapatkan nilai RPN terlebih dahulu hams menghitung nilai Severity, Occurance, dan Detactibility. Berdasarkan hasil penelitian jenis kegagalan proses yang rnempunyai nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi adalah pada proses kedatangan bahan baku yaitu sebesar 350. Jenis kegagalan prosesnya adalah inspeksi yang dilakukan kurang teliti yang dapat menimbulkan efek produk packaging yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi.Penyebab dari kegagalan proses ini adalah metode inspeksi yang dilakukan perusahaan kurang sesuai. Usulan tindakan perbaikan untuk peningkatan kualitas yang diberikan diharapkan dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kegagalan proses. Usulan perbaikan untuk proses produksi flexible packaging &Ira Joss di PT. Indogravure yaitu memperketat metode inspeksi dengan menggunakan metode MIL-STD-105, penerapan metode 5S, membuat Standard Operational Procedure (SOP), usulan penggunaan timer untuk memudahkan operator dalam memperkirakan waktu yang diperlukan, dan usulan penyusunan gudang bahan baku dengan mengelompokkan bahan baku sesuai dengan spesifikasinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan Dengan menggunakan metode FMEA dan sistem perancangan berbasis sistem pakar perusahaan dapat mengidentifikasi, menganalisa dan menyelesaikan masalah yang ada di lantai produksi khususnya yang berkaitan dengan kualitas produk.

P PT. Indogravure is an integrated and leading company on a national scale. This company is the first in Indonesia to produce flexible packaging which consists of several product categories such as polycellonium, PTP foil, polypaper and polynium. PT. Indogravure is required to always produce products in accordance with the quality or standards that have been determined, but in fact there are still complaints from customers about the products that have been sent. This is because the product experienced a discrepancy or deviation during the production process on the company's production floor. Based on the data obtained, during 2008 it was found that the polycellonium product category had the largest percentage of defects, namely 6.449% compared to other types of products. Polycellonium products have different quality characteristics for each process. This characteristic is always a potential defect if there is a failure during the production process. Even though inspection has been carried out by the QC department, sometimes there are still defective products that fail the inspection and are then sent to the next process. To find out what types of failures exist in the process, effects and sources of defects, the FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) method is used. The research was conducted by means of interviews with experts and direct observation on the production floor. The output of the FMEA is the value of the RPN and the countermeasures that should be done. To get the RPN value, you must first calculate the Severity, Occurance, and Detactibility values. Based on the research results, the type of process failure that has the highest RPN (Risk Priority Number) value is in the arrival process of raw materials, which is 350. The type of process failure is inspection that is carried out less carefully which can cause the effect of the packaging product that is produced not in accordance with the specifications. The failure of this process is that the inspection method carried out by the company is not appropriate. The proposed corrective actions to improve the quality provided are expected to minimize the possibility of process failure. Proposed improvements to the production process of flexible packaging &Ira Joss at PT. Indogravure, namely tightening the inspection method using the MIL-STD-105 method, applying the 5S method, making a Standard Operational Procedure (SOP), proposing the use of a timer to make it easier for operators to estimate the time needed, and proposals for preparing raw material warehouses by grouping raw materials according to The specifications are expected to improve the quality of the products produced by the company. By using the FMEA method and a design system based on an expert system, the company can identify, analyze and solve problems that exist on the production floor, especially those related to product quality.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?