DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas dengan menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis dan Analytical Hierarchy Process di PT. Lion Indokreasi Perkasa


Oleh : Isti Ifni Tiani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Subyek : Printing - Quality control

Kata Kunci : statistical process control (SPC), failure mode and effect analysis (FMEA), analitycal hierarchy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001400247_Halaman-judul.pdf 1259.21
2. 2020_TA_STI_063001400247_Lembar-Pengesahan.pdf 1473.46
3. 2020_TA_STI_063001400247_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1110
4. 2020_TA_STI_063001400247_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1175.22
5. 2020_TA_STI_063001400247_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1018.48
6. 2020_TA_STI_063001400247_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 3723.51
7. 2020_TA_STI_063001400247_Bab-5_Kesimpulan.pdf 875.43
8. 2020_TA_STI_063001400247_Daftar-pustaka.pdf 806.04
9. 2020_TA_STI_063001400247_Lampiran.pdf 2521.33

P PT. Lion Indokreasi Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini diantaranya adalah blanko undangan, kardus, paperbag, dan notebook. Permasalahan yang terjadi di perusahaan adalah tinggi nya persentase kegagalan pada proses poli sebesar 1,17% yang melebihi ketentuan perusahaan sebesar 0,5%. Kegagalan proses produksi yang terjadi pada perusahaan menyebabkan kerugian waktu maupun biaya karena pada proses produksi blanko undangan tidak terdapat proses rework. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan kualitas produk blanko undangan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Pemilihan produk blanko undangan dikarenakan produk ini merupakan produk utama perusahaan. Penggunaan metode FMEA bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan terbesar berdasarkan nilai RPN yang dihasilkan sehingga dapat ditentukan penanggulangan yang sesuai untuk memperbaiki kualitas dan metode AHP digunakan untuk pemilihan alternatif usulan perbaikan yang akan dilakukan. Berdasarkan pengolahan data FMEA terdapat 10 jenis kegagalan pada proses produksi blanko undangan dan didapat potensi kegagalan terbesar dengan empat nilai RPN tertinggi yaitu poli tidak sesuai pola / keluar garis dengan nilai sebesar 392, potongan kertas tidak sesuai mal sebesar 240, poli tidak menempel sebesar 210, dan cetakan offside (tidak sesuai) sebesar 210. Berdasarkan perhitungan metode AHP bobot tertinggi ke rendah usulan perbaikan yang ada yaitu alternatif pemberlakuan SOP sebesar 0,49, melakukan inspeksi bahan baku sebesar 0,27, menggunakan checksheet sebagai alat bantu proses produksi sebesar 0,17 dan melakukan penjadwalan maintenancemesin sebesar 0,07. Dari ke empat usulan perbaikan yang ada terdapat satu usulan perbaikan yang tidak dapat di implementasikan dikarenakan keterbatasan waktu penelitian yaitu maintenance mesin. Hasil dari ketiga perbaikan yang dilakukan adalah terdapat penurunan tingkat cacat produk blanko undangan yang ditandai dengan menurunnya proporsi cacat dari 0,0174 menjadi 0,0045 setelah perbaikan.

P PT. Lion Indokreasi Perkasa is a printing company. Products produced by this company include invitation forms, cardboard boxes, paperbags, and notebooks. The problem that occurs in the company is the high percentage of failure in the poly process of 1.17% which exceeds the company provisions of 0.5%. The failure of the production process that occurred at the company caused a loss of time and cost because there was no rework in the production blank invitation process. Therefore, this study aims to provide suggestions for improving the quality of invitation blank products using the Failure Mode Effect Analysis (FMEA) and Analitycal Hierarchy Process (AHP) methods. The choice of invitation blank product is because this product is the company's main product. The use of the FMEA method aims to identify the greatest potential failure based on the value of the RPN generated so that an appropriate countermeasure can be determined to improve the quality and the AHP method is used for the selection of alternative proposed improvements to be made. Based on FMEA data processing, there were 10 types of failures in the blank blank production process and obtained the greatest potential failure with the four highest RPN values, namely poly out of pattern / out of line with a value of 392, pieces of paper not according to mall at 240, poly not sticking at 210, and mold offside (not suitable) of 210. Based on the AHP method calculation the highest weight to low is the proposed improvement, namely an alternative SOP enforcement of 0.49, inspecting raw materials of 0.27, using a checksheet as a tool for the production process of 0, 17 and scheduling engine maintenance of 0.07. Of the four proposed improvements there is one improvement proposal that cannot be implemented due to limited research time, namely engine maintenance. The results of the three repairs carried out is a decrease in the level of product defects blank invitation that is marked by a decrease in the proportion of defects from 0.0174 to 0.0045 after repair.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?