DETAIL KOLEKSI

Penggunaan energi listrik pada sistem udara bertekanan di PT CCM

2.5


Oleh : Joshua Dermahadi Tammy

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Chalilullah Rangkuti

Subyek : Electric power distribution;Electrical engineering

Kata Kunci : industrial, screw air compressor, improvement, analisys, electricity energy.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2020_TA_STM_061001800525_Halaman-Judul.pdf
2. 2020_TA_STM_061001800525_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2020_TA_STM_061001800525_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2020_TA_STM_061001800525_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2020_TA_STM_061001800525_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2020_TA_STM_061001800525_Bab-4_Pembahasan.pdf
7. 2020_TA_STM_061001800525_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
8. 2020_TA_STM_061001800525_Daftar-Pustaka.pdf
9. 2020_TA_STM_061001800525_Lampiran.pdf

P Penggunaan energi terutama energi listrik sangat diperlukan oleh sektor industri. Tercatat oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) pada tahun 2019 kuartal-I, penggunaan energi listrik di Indonesia mencapai 78,18 TWh dan 32,44% nya digunakan oleh sektor industri[1]. Salah satu penggunaan energi listrik terbesar di sektor industri adalah pada sistem udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor udara. Berkaitan dengan keterangan tersebut, salah satu perusahaan yang bergerak pada industri perabotan kayu PT. CCM mencatat penggunaan energi listrik mereka untuk sistem udara bertekanan terus meningkat secara berkala tanpa adanya penambahan kuantitas produksi yang signifikan. Hal ini dilatarbelakangi oleh penambahan kapasitas kompresor yang tidak didasari dengan analisa yang tepat sehingga menimbulkan potensi pemborosan energi listrik.Potensi pemborosan energi listrik ini perlu dianalisa secara komprehensif agar dapat dieliminasi kedepannya. Analisa yang tepat membutuhkan data yang akurat dari sistem udara bertekanan yang sudah ada, salah satunya adalah data pengukuran kondisi aktual di lapangan. Seluruh data diolah untuk menghasilkan pilihan perbaikan yang dapat disarankan kepada pihak pabrik.Setelah dianalisa, jumlah potensi pemborosan energi listrik dalam bentuk biaya listrik diestimasi mencapai Rp 627.012.354,-/tahun. Untuk menanggulanginya, disarankan kepada pihak pabrik untuk melakukan perbaikan dengan cara mengganti dua kompresor yang tidak efisien serta memperbaiki kompresor lainnya dan mengganti instalasi pipa distribusi utama, yang berturut-turut membutuhkan investasi senilai Rp 240.764.104,- dan Rp 215.446.030,-. Dengan perbaikan tersebut, berturut-turut akan terjadi pengembalian investasi/ROI setelah 9,7 bulan dan 7,85 bulan beroperasi.

E Energy usage particularly electricity is indispensable by industrial sector. Recorded by PLN (Perusahaan Listrik Negara) on 2019 first quarter, electricity energy usage in Indonesia reached 78,18 TWh and 32,44% are used by industrial sector[1]. One of the biggest electricity usage in industrial sector is at compressed air system which generated by air compressor. Related to that statement, one of furniture company PT. CCM recorded their electricity usage at compressed air system is increased periodically without any significant increasement production quantity. This background by air compressor replenishment that were not based on proper analysis which creating potential waste of electricity energy.This electricity energy wasted needs to be comprehensively analyzed so it can be eliminated in the future. Proper analysis will need accurate data from the existing compressed air system, one of which is actual conditon measurement data in the field. All data will be processed to create an improvement option which will be suggested to the factory.After completed analysis, the total electricity energy wasted in the form of electricity costs is estimated reach to Rp 627.012.354,- yearly. To overcome that problem, some advice is given to the factory to make improvements by replacing the two most unefficient air compressors along with repairing the other compressor and by replacing the old main distribution pipe, which consecutively need an investment for Rp 240.764.104,- and Rp 215.446.030,-. With all that improvements, consecutively the return of investment/ROI will be reached after 9,7 months and 7,85 months.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?