DETAIL KOLEKSI

Pengaruh variasi kecepatan makan dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan dan temparatur proses pemesinan baja 545c dengan mesin gerinda

0.0


Oleh : Putro Abdul Rahman

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Sally Cahyati

Pembimbing 2 : Triwulandari

Subyek : Steel - Analysis;Mechanical engineering

Kata Kunci : grinding process, surface roughness, temperature.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_STM_06112054_Halaman-Judul.pdf 3268.29
2. 2017_TA_STM_06112054_Lembar-Pengesahan.pdf 1632.18
3. 2017_TA_STM_06112054_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1633.03
4. 2017_TA_STM_06112054_Bab-2_Landasan-Teori.pdf 4924.12
5. 2017_TA_STM_06112054_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 4342.05
6. 2017_TA_STM_06112054_Bab-4_Hasil-dan-Pembahasan.pdf 4307.7
7. 2017_TA_STM_06112054_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 1118.35
8. 2017_TA_STM_06112054_Daftar-Pustaka.pdf 1040.31
9. 2017_TA_STM_06112054_Lampiran.pdf 1426.99

P Pada dasarnya, gerinda permukaan adalah mesin yang digunakan untuk menghaluskan dan meratakan permukaan. Biasanya mesin ini digunakan untuk persyaratan keakurasian dan kualitas permukaan benda kerja yang tidak dapat dipenuhi oleh proses pemesinan seperti proses bubut dan frais. Tidak tepatnya pemilihan variabel proses seperti kecepatan makan dan kedalaman potongan akan berdampak pada nilai kekasaran permukaan benda kerja. Dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh kecepatan makan dan kedalaman pemotongan terhadap kekasaran permukaan baja S45C dan temperatur yang diperoleh pada proses pemesinan. Percobaan ini dilakukan pada Laboratorium Proses Produksi FTI USAKTI dengan menggunakan mesin gerinda permukaan dengan Aluminium Oxide sebagai jenis abrasif dan menggunakan Solube Oil sebagai cairan pendingin. Kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan surliest dan proses pengukuran temperatur digunakan dengan alat ukur Infrared Thermometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel proses penggerindaan sangat s ikan terhadap kekasaran permukaan. Meningkatnya kecepatan makan akan meng kekasaran permukaan. Meningkatnya kedalaman potong akan menyebabkan kena an temperatur benda kerja, sehingga pemakaian cairan pendingin sangatlah penting untuk mengurangi terjadinya proses pelunakan benda kerja yang dapat mengakibatkan naiknya nilai kekasaran permukaan.

B Basically, surface grinding is a machine used to smooth and flatten surfaces. Usually this machine is used for the accuracy and quality requirements of workpiece surfaces that can't be fulfilled by other machining processes such as lathe and frais process. Wrong selection of variable process such as feeding speed and depth of cutting will have an impact on the roughness value of the workpiece surface. An experiment was conducted to study the effect of feeding speed and depth of cutting on surface roughness of S45C steel and the temperature was obtained at the machining process. This experiment was conducted at laboratory Proses Produksi FTI USAKTI using surface grinding machine With Aluminum Oxide as the abrasive type and using Solube Oil as the coolant. Surface roughness was measured by using surftest and the grinding process temperature was taken with infrared thermometer. The results showed that the effect of grinding process variables is very significant on surface rougness. Increasing feeding speed will reduce surface roughness. Increasing the depth of cut will cause rise the temperature of the workpiece, so the use of coolant is very important to reduce the occurrence of softening process on workpiece which can lead to the increase of surface roughness value.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?