DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan kejadian migren pada perempuan usia reproduktif


Oleh : Imam Adli

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.849 12 Adl h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Raditya Wratsangka

Subyek : Contraception;Migraine

Kata Kunci : hormonal contraception, migraine


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_SKD_03010132_Halaman-Judul.pdf 889.6
2. 2014_TA_SKD_03010132_Pengesahan.pdf 639.2
3. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-1_Pendahuluan.pdf 595.09
4. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 740.78
5. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 618.2
6. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-4_Metode.pdf 688.55
7. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-5_Hasil.pdf 666.6
8. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-6_Pembahasan.pdf 590.48
9. 2014_TA_SKD_03010132_Bab-7_Kesimpulan.pdf 579.95
10. 2014_TA_SKD_03010132_Daftar-Pustaka.pdf 645.01
11. 2014_TA_SKD_03010132_Lampiran.pdf 1954.82

L Latar belakang: Migren merupakan suatu gangguan neurovaskular yang ditandai nyeri kepala berulang dengan intensitas, frekuensi dan lama yang bervariasi. Pada beberapa penelitian didapatkan angka kejadian migren pada perempuan lebih banyak dari laki-laki selama usia reproduktif. Perubahan hormonal pada perempuan dapat terjadi pada siklus menstruasi maupun efek samping kontrasepsi hormonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan kejadian migren pada perempuan usia reproduktif. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong silang pada perempuan usia reproduktif pengunjung Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Data dikumpulkan dengan wawancara dan kuesioner tentang kontrasepsi hormonal dan migren. Analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17.0 dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Dari hasil penelitian dengan 133 responden, analisis Chi-square menunjukkan adahubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,003) dan riwayat keluarga(p=0,002) terhadap kejadian migren. Tidak terdapat hubungan antara umur (p=0,192), indeks massa tubuh (p=0,918), stres (p=0,390) terhadap kejadian migren. Analisis multivariat menunjukkan riwayat keluarga lebih dominan dalam mempengaruhi kejadian migren. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pengguna kontrasepsi hormonal lebih banyak yang mengalami migren dibandingkan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal

B Background: Migraine is a neurovascular disorder characterized by recurrent headache with intensity, frequency and duration are varies. In some studies found the prevalence of migraine in women have more than men during reproductive age. Hormonal changes in women can occur in the menstrual cycle or can be the side effects of hormonal contraception. The aim of the study is to know the correlation between hormonal contraceptive use and the incidence of migraine in women of reproductive age. Methods: This study uses observational analytic method with cross-sectional method which involved women in reproductive age who visited Grogol Petamburan Health Center. Data were collected by interviews and use questionnaires concerning hormonal contraceptives and migraine. Data analysis was done by using SPSS 17.0 and the significance level was set on 0.05. Results: The results of the research with 133 respondents, chi-square analysis shows that there is correlation between hormonal contraceptive use (p=0.003) and family history (p=0.002) with the incidence of migraine. There is no relation between age (p=0.192), body mass index (p=0.918) and stress (p=0.390) with the incidence of migraine. Multivariate analysis shows that family history is more dominant in affecting the incidence of migraine. Conclutions: It is to be concluded that hormonal contraceptive users more likely to have migraines than those who did not use hormonal contraceptives

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?