DETAIL KOLEKSI

Studi prosedur dan penetapan harga batu bara acuan dan harga patokan batubara di Republik Indonesia

2.6


Oleh : Andhika Hary Putra

Info Katalog

Nomor Panggil : 616/TT/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Hermanto Saliman

Pembimbing 2 : Masagus Ahmad Azizi

Subyek : Coal - Prices

Kata Kunci : coal price benchmark, ministry of energy and mineral resources

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2016_TA_TB_07312028_Halaman-judul.pdf
2. 2016_TA_TB_07312028_BAB-1.pdf 5
3. 2016_TA_TB_07312028_BAB-2.pdf
4. 2016_TA_TB_07312028_BAB-3.pdf
5. 2016_TA_TB_07312028_BAB-4.pdf
6. 2016_TA_TB_07312028_BAB-5.pdf
7. 2016_TA_TB_07312028_BAB-6.pdf
8. 2016_TA_TB_07312028_BAB-7.pdf
9. 2016_TA_TB_07312028_Daftar-pustaka.pdf
10. 2016_TA_TB_07312028_Lampiran.pdf

D Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral Republik Indonesia merupakan sebuah institusi pemerintah yangbergerak di bidang energi. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara jugamempunyai kebijakan memberikan kepastian dan transparansi didalam kegiatanpertambangan (regulasi pendukung UU minerba, sanksi pelanggaranketentuan,dll).Penentuan Harga Batubara Acuan (HBA) di Indonesia adalah sebuahkebijakan yang penting di dalam rangka menata kembali manfaat yang optimaldalam pengelolaan batubara di Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat JenderalMineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RepublikIndonesia.Harga Batubara Acuan yang selanjutnya disebut dengan HBA adalah hargabatubara Indonesia yang kemudian dijadikan index lalu dibentuk menjadi HargaBatubara Acuan. Indeks harga batubara yang digunakan untuk pembentukan HargaBatubara Acuan steam (thermal) diterbitkan oleh Indonesian Coal Index/ArgusCoalindo, New Castle Export Index, Platts, dan Global Coal New Castle Index.Penentuan Harga Patokan Batubara yang selanjutnya disebut dengan HPBadalah penentuan Harga Patokan Batubara yang ditetapkan dengan formula yangdidalamnya mengandung variabel berupa Harga Batubara Acuan steam (thermal) ,Nilai Kalor Batubara, Kandungan Air, Kandungan Belerang, dan Kandungan Abu.Hasil dari penelitian ini adalah berupa kajian tentang pembentukan HargaBatubara Acuan (HBA) di Indonesia dan terdapat saran perubahan formula HargaBatubara Acuan berdasarkan kajian yang dilakukan yaitu dengan mengubah bobotpersentase dari tiap index dari ICI 25%, NEWC 25%, NEX 25%, Platts 25%, danmenghilangkan platts index sehingga menjadi 2 opsi yaitu ICI 50%, NEWC 25%,NEX 25%, dan ICI 60%, NEWC 20%, NEX 20%.Platts dihapuskan karena melihat dari grafik harga batubara yangditerbitkan platts cenderung tidak stabil dengan index lainya serta terdapat beberapakesamaan metode penentuan harga yang digunakan oleh platts dan dengan indekslainya. Hasilnya terdapat perubahan terhadap Harga Batubara Acuan pada opsi 1dan 2 perubahanya tidak signifikan tetapi harga cenderung naik ketika plattsdihapuskan.

D Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral Republik Indonesia is a government institution which is engaged in the fieldof energy. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara also has a policy of providingcertainty and transparency in mining activities (supporting regulations and coal law,sanctions violations ,etc).Determination of coal price benchmark (HBA) in Indonesia is an importantpolicy in order to reorganize the maximum benefit in the management of coal in Indonesia.Established by Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi danSumber Daya Mineral Republik Indonesia.Coal Price Benchmark heinafter referred to as HBA is the average price of coalprice index in the previous month. Coal price index used for the formation of coalbenchmark price steam (thermal) published by Indonesian Coal Index/Argus Coalindo,New Castle Export Index, Platts, dan Global Coal New Castle Index.Coal Benchmark Price determination hereinafter referred to HPB is thedetermination of coal benchmark prices are set by formulas that contain variables such asCoal Price Benchmark steam (thermal), Calorific Value, water content, sulfur content, andash content.The results of this study are in the form of a study on the establishment of CoalPrice Benchmark (HBA) in Indonesia and there are proposed changes Coal PriceBenchmark formula based on studies the change is changed the coal benchmark weightand dismiss platts index from the benchmark so the formula changed from ICI 25%, NEWC25%, NEX25%, Platts 25%, into 2 options ICI 50%, NEWC 25%, NEX 25%, and ICI 60%,NEWC 20%, NEX 20%.Platts Index dismissed because if we see graphic price of coal who establishedby platts is so unstable if compared by others index, and platts have same method with theothers index. The results of dismiss platts from indeks is price increased when platts dismissfrom the index.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?