DETAIL KOLEKSI

Rancang bangun sistem produksi berbasis heijunka dan website untuk mendukung sistem ERP di PT. SIM

1.0


Oleh : Agung Aju Surjawati

Info Katalog

Subyek : Production standards;Industrial management

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Tiena G. Amran

Pembimbing 2 : Nora Azmi

Kata Kunci : heijunka, erp

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2013_TS_MTI_163110012_Halaman-Judul.pdf
2. 2013_TS_MTI_163110012_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-1_Pendahuluan.pdf 9
4. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-4_Anlisis-sistem-dan-perancangan-model.pdf
7. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-5_Analisis-Hasil-dan-Pengujian.pdf
8. 2013_TS_MTI_163110012_Bab-6_Kesimpulan-dan-Analisis.pdf
9. 2013_TS_MTI_163110012_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2013_TS_MTI_163110012_Lampiran.pdf

P Perubahan trend permintaan terhadap model type skutik turun dan type underbone naik yang di produksi di line 1 ( satu ) asembling. Type skutik terdiri dari 4 model dan 10 variant dengan produksi kurang dari 3.000 unit perbulan. Sebaliknya type underbone yang terdiri dari 1 model 2 variant dengan produksi lebih dari 10.000 unit perbulan. Rencana produksi assembling ( RPA) di line 1 dibuat dengan metode produksi campur merata ( heijunka). Dengan adanya perubahan trend permintaan, model heijunka yang digunakan saat ini sudah tidak sesuai kebutuhan produksi. Terjadi pergantian type —1-ebi-h—dari 2--( dua ) kali dalam sehari antara type skuti-lcper-60-unit 1 1 lot-) terhadap type underbone yang akhirnya terjadi loss time dan kualitas tidak stabil. Enterprise Resources Planning ( ERP ) di PT. SIM menggunakan Oracle system. Setiap awal bulan dilakukan proses run MRP order lokal part untuk fix order 1 (satu ) bulan kedepan dan forecast untuk 4 ( empat ) bulan kedepan. Waktu yang dibutuhkan lebih dari 10 hari kerja mulai dari release order, paking dokumen order dan memasukan kedalam box vendor . Dokumen order yang di terbitkan untuk 108 vendor membutuhkan kertas lebih kurang 230 lembar kertas A4 untuk Part Order Sheet ( POS ), 20 dus Part Tag ( PT) dan 2 dus Delivery Note ( DN ). Setelah part dikirim ke PT SIM, vendor akan menerima Receiving Report ( RR) yang dicetak oleh bagian PMC dan digunakan untuk cross check Billing Statment ( BS ) yang diterima dari bagian Finance sebelum proses tagihan pembayaran dilakukan. Dokumen tersebut mempunyai resiko rusak dan hilang. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancang bangun sistem produksi tepat waktu dengan model heijunka yang sesuai kebutuhan line 1 agar keragaman produk semua model dapat terpenuhi sesuai waktu dan jumlah yang dibutuhkan dan pergantian type tidak lebih dari 2 ( dua ) kali perhari, memiliki fleksibilitas produksi, kualitas terjamin, permintaan konsumen terpenuhi dan realistik serta merancang sistem order lokal part berbasis web. Langkah pertama mengevaluasi model heijunka dengan membandingkan metode PT SIM dengan metode heuristik dan iterasi. Hasilnya model heijunka PT SIM lebih baik dibandingkan dengan 2 metode lain karena semua model dengan volume produksi kurang dari 3.000 unit per bulan dapat diproduksi dalam 4 hari kerja sedangkan metode Iterasi dalam 5 hari kerja dan Heuristik dalam 7 hari kerja. Langkah kedua membuat algoritma heijunka per 180 unit ( 3 lot ) dengan warna sama untuk type skutik. Langkah ketiga membuat arsitektur dan desain informasi order lokal komponen berbasis web. Langkah terakhir validasi dengan cara User Accepatance Test ( UAT ). Dihasilkan RPA line 1 dengan model heijunka yaitu 180 unit per type skutik dan warna sama, 180 unit type skutik beda variant yaitu XE312 NE P12 , P14 dan XE312 NB P12 dengan warna sama, pergantian type tidak lebih dari 2 ( dua ) kali dalam sehari. Dokumen order di upload dan vendor dapat langsung down load di website SCS sehingga tidak dibutuhkan waktu mencetak, tidak ada resiko rusak dan hilang termasuk RR. Kata

C Changes in demand trends for the scooter type model decrease and the type of underbone increase which are produced in line 1 (one) assembling. Scooter type consists of 4 models and 10 variants with production of less than 3,000 units per month. Instead the underbone type consists of 1 model 2 variants with production of more than 10,000 units per month.. The assembling production plan (RPA) on line 1 is made with a mixed production method (heijunka). With the changing trend in demand, the Heijunka model currently used does not meet production requirements. There is a change of type more than 2 (two) times a day between the scooter type per 60 units (1 lot) of the underbone type, which eventually results in loss time and unstable quality.. Enterprise Resources Planning ( ERP ) at PT. SIM uses an Oracle system. At the beginning of each month, the MRP run part local order process is carried out to fix the order for 1 (one) month ahead and forecast for the next 4 (four) months. The time needed is more than 10 working days starting from the release order, packing the order document and entering it into the vendor box. Order documents published for 108 vendors require approximately 230 sheets of A4 paper for Part Order Sheet (POS), 20 boxes for Part Tag (PT) and 2 boxes for Delivery Note (DN). After the part is sent to PT SIM, the vendor will receive a Receiving Report (RR) printed by the PMC section and used to cross check the Billing Statment (BS) received from the Finance department before the payment billing process is made. The document has the risk of damage and loss. The purpose of this study is to produce a production system on time with the Heijunka model that matches line I requirements so that the product diversity of all models can be fulfilled according to the time and amount needed and change of type no more than 2 (two) times per day, have production flexibility, guaranteed quality, fulfilled and realistic consumer demand and designing a web-based part local order system.. The first step evaluates the Heijunka model by comparing the PT SIM method with heuristic and iterative methods. The result of PT SIM's heijunka model is better than the other two methods because all models with production volumes of less than 3,000 units per month can be produced in 4 working days while the Iteration method is in 5 working days and Heuristics in 7 working days. The second step makes the Heijunka algorithm per 180 units (3 lots) of the same color for the scooter type. The third step is to design and design web-based components local order information. The final step is validation using the User Accuracy Test (UAT). RPA line I is produced with the Heijunka model which is 180 units per skutic type and the same color, 180 unit type scooter variant namely XE312 NE P12, P14 and XE312 NB P12 with the same color, change of type no more than 2 (two) times a day. Order documents are uploaded and vendors can download directly on the SCS website so no printing time is needed, no risk of damage and loss including RR.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?