DETAIL KOLEKSI

Hubungan pengetahuan dengan praktek remaja tentang infeksi penyakit menular seksual di SMK Jakarta

0.0


Oleh : Olga Ayu Pratami

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.95 Pra h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Julius E. Surjawidjaja

Subyek : Students - Knowledge;Sexually transmitted diseases

Kata Kunci : knowledge, practice, sources of information, the last education parents, socioeconomic, gender, sexu

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2014_TA_SKD_03007198_Halaman-Judul.pdf
2. 2014_TA_SKD_03007198_Pengesahan.pdf
3. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf
5. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf
6. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-4_Metode.pdf
7. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-5_Hasil.pdf
8. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-6_Pembahasan.pdf
9. 2014_TA_SKD_03007198_Bab-7_Kesimpulan.pdf
10. 2014_TA_SKD_03007198_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2014_TA_SKD_03007198_Lampiran.pdf

S Suryoputro, dkk. (2006) mengemukakan bahwa peningkatan aktifitas seksual dikalangan kaum remaja, tidak diiringi dengan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi termasuk HIV dan AIDS, penyakit menular seksual (PMS) dan alat-alat kontrasepsi.(7) Peningkatan pengetahuan mengenai infeksi menular seksual sangat penting dalam membentuk perilaku kesehatan, dimana selanjutnya perilaku kesehatan akan meningkatkan indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran pendidikan kesehatan.(8) Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross-Sectional dan menggunakan metode Survey. Sampel yang diambil adalah 162 orang murid SMK Tirta Sari Surya Utan Kayu yang diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil analisis bivariat uji statistik Chi-square untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan praktek remaja terhadap infeksi penyakit menular seksual diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,119 (p > 0,05) artinya tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan praktek remaja terhadap infeksi penyakit menular seksual. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sumber informasi, pengetahuan dengan pendidikan terakhir orang tua, pengetahuan dengan sosial ekonomi, pengetahuan dengan praktek, pengetahuan dengan melakukan hubungan seksual, dan tidak terdapatnya hubungan yang bermakna antara praktek dengan melakukan hubungan seksual. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan jenis kelamin.

S Suryoputro, et al. (2006) suggests that an increase in sexual activity among adolescents, not accompanied by an increase in knowledge about sexual and reproductive health including HIV/AIDS, sexually transmitted diseases (STD) and contraception. Improvement of knowledge about sexually transmitted infections is very important in shaping the behavior of health, where the next health behaviours will improve community health indicators as the exodus of health education. The study was analytic observational research with approach Cross-Sectional Survey methods and use. Samples taken is 162 students Tirta Sari Surya Utan Kayu is drawn using Simple Random Sampling technique. Results of the analysis of the statistical test of Chi-bivariat square to know the relationship of knowledge to the practice of teens against sexually transmitted disease infections obtained the value of the probability of 0,119 (p > 0.05) mean that there is no meaningful relationship between knowledge and practice of teenagers against infection of sexually transmitted diseases. This research shows that there is no significant relationship between knowledge and information sources, knowledge with the latest education of parents, knowledge with socio-economics, knowledge with practice, knowledge by having sexual relations, and there is no significant relationship between practice and sexual intercourse. There is a significant relationship between knowledge and gender.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?