P
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dana otonomikhusus terhadap pengurangan angka kemiskinan di bireuen, provinsiaceh, pada tahun 2020–2021. dengan menggunakan pendekatanyuridis empiris dan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkajiimplementasi dana otsus berdasarkan qanun aceh nomor 1 tahun2018. adapun rumusan masalah adalah implikasi alokasi dana otsusterhadap kesejahteraan masyarakat bireuen guna mengurangi angkakemiskinan pada tahun 2020-2021 dan yang menjadi kendala dalampengelolaan dan penyaluran dana otsus terhadap kemiskinan dibireuen. hasil penelitian menunjukkan bahwa meski dana otsus telahdialokasikan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan,efektivitasnya masih terbatas. selain itu, ditemukan kendala yaitulemahnya pengawasan, kurangnya pendampingan terhadappenerima manfaat, dan minimnya integrasi antara perencanaan danevaluasi program. oleh karena itu, diperlukan tata kelola yang lebihpartisipatif dan pengawasan yang transparan dalam menurunkanangka kemiskinan di bireuen.
T
This study aims to analyze the implementation of the special autonomy fund in reducing poverty rates in bireuen, aceh province, during the years 2020–2021. using an empirical juridical approach and a qualitative descriptive method, the study examines the implementation of the special autonomy fund based on aceh qanun number 1 of 2018. the research focuses on two main questions: the implications of the special autonomy fund allocation on the welfare of the people of bireuen in reducing poverty during 2020–2021, and the obstacles faced in the management and distribution of the fund. the findings reveal that although the special autonomy fund has been allocated to support poverty alleviation programs, its effectiveness remains limited. the research identifies several key challenges, including weak oversight, lack of assistance for beneficiaries, and minimal integration between program planning and evaluation. therefore, a more participatory governance model and transparent monitoring mechanisms are needed to reduce poverty levels in bireuen.