DETAIL KOLEKSI

Pengaruh ekstrak hibiscus sabdariffa L. (rosella) terhadap pembentukan biofilm porphyromonas gingivalis dan treponema denticola secara in vitro


Oleh : Angela Winson

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.632 ANG p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2023

Pembimbing 1 : Trijani Suwandi

Pembimbing 2 : Olivia Nauli Komala

Subyek : Herbs - Therapeutic use;Gingivitis;Bacterial infections

Kata Kunci : hibiscus sabdariffa L., biofilm, Periodontitis, porphyromonas gingivalis, treponema denticola

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2023_TA_KG_040001900021_Halaman-Judul.pdf 11
2. 2023_TA_KG_040001900021_Lembar-Pengesahan.pdf 4
3. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-1_Pendahuluan.pdf 5
4. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 15
5. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-3_Kerangka-Teori,-Konsep,-Hipotesis.pdf 3
6. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 7
7. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 13
8. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-6_Pembahasan.pdf 7
9. 2023_TA_KG_040001900021_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 1
10. 2023_TA_KG_040001900021_Daftar-Pustaka.pdf 9
11. 2023_TA_KG_040001900021_Lampiran.pdf 44

L Latar belakang: Periodontitis adalah salah satu penyebab utama kehilangan gigi yang sering dijumpai dalam masyarakat dan terjadi akibat akumulasi biofilm pada permukaan gigi. Porphyromonas gingivalis dan Treponema denticola merupakan bakteri yang berperan penting dalam terjadinya periodontitis. Hibiscus sabdariffa L. mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang diharapkan dapat menurunkan pembentukan biofilm penyebab periodontitis dengan efek samping minimal. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak H. sabdariffa L. terhadap pembentukan biofilm monospesies T. denticola dan multispesies P. gingivalis dan T. denticola. Metode: Eksperimental laboratoris menggunakan post-test only control group design secara in vitro dengan metode biofilm assay. Penelitian ini menggunakan ekstrak kelopak bunga H. sabdariffa L. dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 1,5625%, klorheksdin 0,2% sebagai kontrol positif, dan BHI sebagai kontrol negatif. Ekstrak didistribusi ke dalam well-plate dan diinkubasi selama 1, 6, dan 24 jam. Optical density biofilm dibaca menggunakan microplate reader. Hasil: Ekstrak kelopak bunga H. sabdariffa L. mulai dari konsentrasi 1,5625% pada masa inkubasi 1 jam dan 24 jam, serta ekstrak mulai dari konsentrasi 3,125% pada masa inkubasi 6 jam mampu menghambat pembentukan biofilm monospesies T. denticola lebih efektif dibandingkan dengan klorheksidin (p<0,05). Ekstrak mulai dari konsentrasi 1,5625% pada masa inkubasi 1 jam, ekstrak mulai dari konsentrasi 6,25% pada masa inkubasi 6 jam, dan ekstrak mulai dari konsentrasi 3,125% pada masa inkubasi 24 jam mampu menghambat pembentukan biofilm multispesies lebih baik dibanding klorheksidin (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak kelopak bunga H. sabdariffa L. dapat menghambat pembentukan biofilm monospesies dan multispesies P. gingivalis dan T. denticola.

B Background: Periodontitis, one of the major causes of tooth loss, is commonly found in society which initiated by the accumulation of biofilm on the tooth surface. Porphyromonas gingivalis and Treponema denticola are bacteria that play a crucial role in periodontitis. Hibiscus sabdariffa L. contains flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins compounds which are expected to inhibit biofilm formation with minimal side effects. Objectives: To determine the effect of H. sabdariffa L. extract on the formation of monospecies T. denticola and multispecies P. gingivalis and T. denticola biofilms. Methods: In vitro experimental laboratory using post-test only control group design with the biofilm assay method. This study used H. sabdariffa L. calyxes extract with concentrations of 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, and 1.5625%, 0.2% chlorhexdine as positive control, and BHI as negative control. The extracts were distributed into well-plates and incubated for 1, 6, and 24 hours. The microplate reader is used to read the optical density of the biofilm. Results: H. sabdariffa L. calyx extract starting from a concentration of 1.5625% at an incubation period of 1 hour and 24 hours, and extracts starting from a concentration of 3.125% at an incubation period of 6 hours were able to inhibit the formation of monospecies T. denticola biofilms more effectively than chlorhexidine (p<0.05). Extracts starting at a concentration of 1.5625% at an incubation period of 1 hour, extracts starting at a concentration of 6.25% at an incubation period of 6 hours, and extracts starting at a concentration of 3.125% at an incubation period of 24 hours are able to inhibit the formation of multispecies biofilms better than chlorhexidine (p<0.05). Conclusion: H. sabdariffa L. calyxes extract significantly inhibits P. gingivalis and T. denticola, either as monospecies or multispecies biofilm.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?