Fungsi makna dan bentuk hulu keris tradisional Jawa Tunggak semi Yogyakarta dan Surakarta
Nomor Panggil : 0010/T/2014
Subyek : Daggers - Indonesia
Penerbit : FSRD - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2014
Pembimbing 1 : Krishna Hutama
Pembimbing 2 : Bambang Sulistiono
Kata Kunci : traditional kris, traditional Jawa Tunggak, Yogyakarta, Surakarta
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2014_TA_191120022_Halaman-Judul.pdf | 39 | |
2. | 2014_TA_191120022_Bab-1.pdf | 13 | |
3. | 2014_TA_191120022_Bab-2.pdf |
|
|
4. | 2014_TA_191120022_Bab-3.pdf |
|
|
5. | 2014_TA_191120022_Bab-4.pdf |
|
|
6. | 2014_TA_191120022_Bab-5.pdf |
|
P Penelitian ini dilakukan pada hulu Tunggak Semi karena TunggakSemi merupakan bentuk hulu keris yang selalu ditemui di upacaraupacararesmi adat Jawa, dan sangat jarang ditemukan pemakaian huluselain Tunggak Semi, kecuali yang dipakai oleh dua penari CanthangBalung sebagai pembuka jalan sekaligus pengusir roh-roh jahat. Darinamanya, tunggak semi dalam bahasa Indonesia artinya adalah batangtumbuhan yang bertunas, atau singkatnya adalah kesuburan. Belumadanya buku yang telah diterbitkan, yang membahas secara mendalamtentang hulu Tunggak Semi juga melatarbelakangi dilakukannyapenelitian ini.Bentuk rancangan hulu Tunggak Semi merupakan multi-stilasisehingga memiliki nilai estetis yang tinggi. Dari segi fungsinya,perhitungan dalam perancangannya sangat ergonomis. Denganmemahami bentuk, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung dalam huluTunggak Semi diharapkan pemilik dan penikmatnya lebih mengerti dandapat menilai kualitas dan kebenaran sebuah hulu Tunggak Semi.Demikian juga bagi para mranggi agar dapat meningkatkan kualitaspekerjaannya agar budaya perkerisan tetap terpelihara dengan baik danbukan semata hanya memikirkan faktor ekonomi