DETAIL KOLEKSI

Pengaruh perbedaan kadar larutan klorheksidin 0,1% dan 0,2% terhadap warna mahkotatiruan sementara berbahan bis-acryl composite


Oleh : Muhamad Rizky Lesmana

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.692 MUH p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Suzan Elias

Pembimbing 2 : Aditya Sarwono

Subyek : Prosthodontics

Kata Kunci : temporary crown, chlorhexidine 0.1%, chlorhexidine 0.2%, bis-acryl composite, discoloration

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2021_TA_KG_040001500116_Halaman-Judul.pdf 24
2. 2021_TA_KG_040001500116_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-1_Pendahuluan.pdf 12
4. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 14
5. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-3_Kerangka-Teori.pdf 6
6. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 16
7. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 18
8. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-6_Pembahasan.pdf 6
9. 2021_TA_KG_040001500116_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 2
10. 2021_TA_KG_040001500116_Daftar-Pustaka.pdf 10
11. 2021_TA_KG_040001500116_Lampiran.pdf 62

L Latar Belakang: obat kumur klorheksidin banyak digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai larutan berkumur untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Penggunaan mahkota sementara merupakan salah satu tahapan penting dalam pembuatan mahkota tiruan. Salah satu bahan yang umum digunakan yaitu bis-acryl composite karena proses pembuatan lebih mudah dan estetika yang baik . Akan tetapi, bahan ini juga memiliki kekurangan yaitu harga yang mahal dan memiliki tingkat penyerapan air yang tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi perubahan warna pada permukaan bis-acryl composite. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perbedaan klorheksidin 0,1% dan 0,2% terhadap perubahan warna bahan mahkota tiruan sementara berbahan bis-acryl composite. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan desain pretest-posttest. Sampel yang digunakan berjumlah 30 sampel dengan ukuran diameter 10mm dan tinggi 2mm yang dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu masing-masing 10 sampel untuk kelompok perendaman dalam saliva buatan, 10 sampel untuk perendaman dalam saliva buatan dan klorheksidin 0,1%, dan 10 sampel untuk perendaman dalam saliva buatan dan klorheksidin 0,2% selama 10 hari dan diaduk selama 2 menit. Setelah dilakukan perendaman, sampel diuji perubahan warnanya menggunakan alat spectrophotometer yaitu VITA Easyshade. Data dianalisa dengan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji t berpasangan dan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perubahan warna yang signifikan (p < 0,05) hanya pada nilai C kelompok sampel saliva dan klorheksidin 0,2% sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kesimpulan: klorheksidin 0,2% memberikan perubahan warna chroma mahkota tiruan sementara berbahan bis-acryl composite.

B Background: Chlorhexidine mouthwash is widely used by some Indonesians as a gargling solution to maintain healthy teeth and oral cavity. The use of provisoris is one of the important stages in the making of artificial crowns. One of the commonly used materials is bis-acryl composite because the manufacturing process is easier and has good aesthetics. However, this material also has disadvantages, such the high price and high water absorption rate. This can affect the discoloration of the surface of the bis-acryl composite. Aim: To determinate effect of differences of 0,1% and 0,2 % chlorhexidine solution levels on the color of temporary crown material bis-acryl composite. Methods: This study used a laboratory experimental method with pretest-posttest designs. The samples used were 30 samples with a diameter of 10 mm and a height of 2 mm which were divided into 3 large groups. 10 samples each for immersion in artificial saliva, 10 samples for immersion in artificial saliva and 0.1% chlorhexidine, and 10 samples for immersion in artificial saliva and 0.2% chlorhexidine for 10 days and stirred for 2 minutes. After immersion, the sample was tested for color changes using a spectrophotometer VITA Easyshade Advance 4.0. Data were analyzed by paired t test and Wilcoxon test. Result: The results of paired t test and Wilcoxon test showed that there was a significant color change (p < 0.05) only in the C value of the artificial saliva and 0.2% chlorhexidine before and after treatment. Conclusion: 0.2% chlorhexidine gave a temporary artificial crown chroma discoloration made from bis-acryl composite.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?