DETAIL KOLEKSI

Efek antibiofilm ekstrak etanol cinnamon (Cinnamomum burmanii) terhadap Porphyromonas Gingivalis dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans


Oleh : Caesary Cloudya Panjaitan

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.6 CAE e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Rahmi Amtha

Pembimbing 2 : Tri Erri Astoeti

Subyek : Herbs - Therapeutic use;Bacterial infections

Kata Kunci : cinnamon ethanol extract, cinnamomum burmanii, antibiofilm, porphyromonas gingivalis, aggregatibacte


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TS_KG_144011800004_Halaman-Judul.pdf 1388.36
2. 2020_TS_KG_144011800004_Lembar-Pengesahan.pdf 869
3. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-1_Pendahuluan.pdf 982.11
4. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 2339.99
5. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-3_Kerangka-Teori,-Kerangka-Konsep,-dan-Hipotesis.pdf 1031.5
6. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 1463.87
7. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 1798.11
8. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-6_Pembahasan.pdf 1138.71
9. 2020_TS_KG_144011800004_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 1212.46
10. 2020_TS_KG_144011800004_Daftar-Pustaka.pdf 1038.89
11. 2020_TS_KG_144011800004_Lampiran.pdf 23986.34

P Periodontitis merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi sebesar 74,1% (Riskesdas 2018). Periodontitis merupakan penyakitinflamasi destruktif pada jaringan pendukung gigi dengan manifestasi klinis terbentuknya poket, kegoyangan gigi, dan resesi gingiva dengan bakteri utama adalah Porphyromonas gingivalis dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans.Bakteri ini membentuk biofilm sebagai penyebab utama etiopatogenesisperiodontitis. Perawatan periodontitis dapat diawali dengan pengendalian biofilm,salah satunya dengan penggunaan obat kumur. Cinnamon (Cinnamomum burmanii)merupakan bahan alam Indonesia yang memiliki banyak manfaat, salah satunyasebagai alternatif obat kumur. Senyawa aktif yang terkandung pada Cinnamon (C.burmanii) dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibiofilm ekstrak etanol Cinnamon(C. burmanii) terhadap P. gingivalis dan A. actinomycetemcomitans sebagaipenyebab periodontitis. Ekstrak etanol Cinnamon (EEC) 15%, 10%, 7,5%, 5% dan2,5% dilakukan uji fitokimia secara kualitatif untuk mengetahui kandungansenyawa aktif, uji sitotoksisitas (MTT assay) terhadap sel fibroblas dengan inkubasi24 jam dan uji antibiofilm terhadap P. gingivalis dan A. actinomycetemcomitansdengan masa inkubasi selama 1 menit dan 3 jam. Hasil uji fitokimia EECmengandung senyawa flavonoid (cinnamaldehyde), alkaloid, saponin, tannin,kuinon dan terpenoid. Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa EEC tidakmemberikan efek toksik terhadap sel fibroblas (>90%). Uji biofilm menyatakanbahwa seluruh konsentrasi ekstrak etanol Cinnamon memiliki efek antibiofilmterhadap bakteri P. gingivalis dan A. actinomycetemcomitans yang tidak berbedasignifikan dengan obat kumur klorheksidin 0,2% (p>0,05).

P Periodontitis is common oral health problem in Indonesia with a prevalence of74.1% (Riskesdas 2018). Periodontitis is an inflammatory disease in the supportingtissues with clinical manifestations of pocket formation, tooth mobility, andgingival recession with the main bacteria being Porphyromonas gingivalis andAggregatibacter actinomycetemcomitans. These bacteria form biofilms as the maincause of etiopathogenesis of periodontitis. Periodontitis treatment can be initiatedby controlling biofilms, one of which is by using mouthwash. Cinnamon(Cinnamomum burmanii) is one of Indonesian plants that has many benefits, suchas an alternative mouthwash. The active compound contained in Cinnamon (C.burmanii) reported as antibacterial and antibiofilm activity. The purpose of thisstudy was to determine the antibiofilm effects of Cinnamon ethanol extract (C.burmanii) on P. gingivalis and A. actinomycetemcomitans. Cinnamon ethanolextract (CEE) 15%, 10%, 7.5%, 5% and 2.5% was tested in to qualitativephytochemical test, cytotoxicity tests (MTT assay) on fibroblast cells with 24-hourincubation and antibiofilm tests on P. gingivalis and A. actinomycetemcomitanswith incubation 1 minute and 3 hours. EEC phytochemical test results containflavonoids (cinnamaldehyde), alkaloids, saponins, tannins, quinones andterpenoids. Cytotoxicity tests showed that EEC did not have toxic effects onfibroblast cells (> 90%). The biofilm test stated that all consentration of CEE hadan antibiofilm effect on P. gingivalis and A. actinomycetemcomitans which werenot significantly different from the 0.2% chlorhexidine mouthwash (p>0.05).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?