DETAIL KOLEKSI

Analisis kegagalan munculnya bintik hitam pada permukaan keramik alat makan


Oleh : Oscar Haris

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000105944.pdf

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : dsd

Pembimbing 1 : Badrul Munir

Subyek : Material handling - Quality control;Production process

Kata Kunci : black spots, sem / xrd, failure analisis


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TS_MTM_161141004_Halaman-Judul.pdf 696.03
2. 2017_TS_MTM_161141004_Lembar-Pengesahan.pdf 450.42
3. 2017_TS_MTM_161141004_Bab-1_Pendahuluan.pdf 517.8
4. 2017_TS_MTM_161141004_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1039.74
5. 2017_TS_MTM_161141004_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 569.23
6. 2017_TS_MTM_161141004_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 1339.6
7. 2017_TS_MTM_161141004_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 400.26
8. 2017_TS_MTM_161141004_Daftar-Pustaka.pdf 368.67

I Indonesia memiliki sumber material alam yang cukup besar dalam bentuk SiO2, AL2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan keramik. Keramik merupakan salah satu material non logam yang memiliki karakteristik berbeda dan keunggulan tertentu terhadap material lainnya, Akan tetapi seringkali menimbulkan kegagalan kegagalan tersendiri terhadap produk akhir dari keramik, terutama pada keramik peralatan makan, dengan adanya cacat bintik hitam pada permukaannya. Kegagalan bintik hitam yang terjadi pada permukaaan keramik peralatan makan dapat diketahui dari visual identifikasi cacat pada biscuit dan white body, Analisis kegagalan yang dilakukan mengunakan metode akar masalah Fault Tree Analysis (FTA), dilengkapi dengan berbagai pengujian karakterisasi material menggunakan SEM dan XRD. Dari hasil pengujian karakterisasi material menggunakan uji SEM/ EDS dan uji XRD didapat hasil bahwa bintik hitam berasal dari adanya unsur Fe yang terbentuk pada produk white body, sedangkan untuk bahan baku keramik setelah dilakukan uji XRD tidak didapat adanya senyawa-senyawa Fe pada bahan baku tersebut, akan tetapi didapat senyawa Alluminum Iron Carbida pada produk biskuit. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis kegagalan munculnya bintik hitam pada permukaaan keramik peralatan makan berasal dari proses produksi keramik itu sendiri.

I Indonesia has natural resources large enough material in the form of SiO2, Al2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O which can be used as raw material for making ceramics. Ceramics is one of the non-metallic material that has different characteristics and specific advantages against other materials, however often leads to the failure of its own failure on the end product of ceramics, especially on ceramic tableware, with black spots on its surface defects. Failure black spots that occur on the surface of ceramic tableware can be seen from the visual identification of defects in biscuit and white body, Analisys failure to do the method the root cause Fault Tree Analisis (FTA), equipped with a variety of material characterization tests using SEM and XRD. From the results of the test material characterization using test SEM / EDS and test XRD result is that the black spots derived from the elements Fe formed on the product white body, whereas for ceramic raw materials after the test XRD not obtained the compounds of iron in the raw materials , but the compound obtained alluminum Iron Carbida on biscuit products. Thus it can be concluded that the failure analisys emergence of black spots on the surface of ceramic tableware ceramics derived from the production process itself.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?