DETAIL KOLEKSI

Perencanaan bangunan pengolahan air limbah di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten


Oleh : Nisrina Tinandhifa Kushaswasti

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Ariani Dwi Astuti

Pembimbing 2 : Ramadhani Yanidar

Subyek : Sewage disposal plants

Kata Kunci : Rangkasbitung District, wastewater, planning, domestic wastewater treatment plant, facultative pond

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2022_TA_STL_082001800046_Halaman-judul.pdf 18
2. 2022_TA_STL_082001800046_Lembar-pengesahan.pdf 2
3. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-1_Pendahuluan.pdf 14
4. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-2_Gamabaran-umum.pdf 41
5. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-3_Tinjauan-pustaka.pdf 50
6. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-4_Metode-perencanaan.pdf 16
7. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-5_Evaluasi.pdf 11
8. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-6_Analisis-data.pdf 58
9. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-7_Dimensi-unit-pengolahan.pdf 323
10. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-8_Rencana--anggaran-biaya.pdf 47
11. 2022_TA_STL_082001800046_Bab-9_Penutup.pdf 7
12. 2022_TA_STL_082001800046_Daftar-pustaka.pdf 3
13. 2022_TA_STL_082001800046_Lampiran.pdf 92

T Tujuan ke-6 pada SDGs adalah menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersihdan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Menurut profil Kabupaten Lebak,Masalah umum yang dihadapi Kecamatan Rangkasbitung adalah masih banyaknyapenduduk yang menggunakan tempat terbuka dan sungai sebagai saranapembuangan limbahnya. Untuk mewujudkan tujuan ke-6 dan mengatasipermasalahan air limbah di Kecamatan Rangkasbitung, perlu direncanakan suatuinstalasi pengolahan air limbah domestik. IPAL yang direncanakan dapatberoperasi dengan baik untuk menghindari pencemaran lingkungan ketika sedangdiolah maupun ketika dibuang ke badan air. IPAL di Kecamatan Rangkasbitung ini,rencananya akan dibangun di Desa Kolelet Wetan dengan luas lahan direncanakanseluas 100.800 m2 atau 10,08 Ha, dan melayani untuk 138.670 Jiwa sampai akhirtahun perencanaan. Peraturan yang digunakan untuk standar baku mutu efluendalam tugas akhir ini adalah milik Peraturan Menteri Lingkungan Hidup danKehutanan No. 68 Tahun 2016. Dalam perencanaan IPAL Rangkasbitung initerdapat tiga alternatif teknologi pengolahan secara biologi yaitu kolam fakultatif,sequencing batch reactor, dan rotating biological contactor. Pemilihan alternatifdilakukan menggunakan metode multi criteria analysis dan teknologi pengolahansecara biologi yang terpilih adalah kolam fakultatif. Sehingga rangkaian unit IPALyang direncanakan adalah sumur pengumpul, bar screen, grit chamber, bakekualisasi, bak sedimentasi, kolam fakultatif, gravity sludge thickener, sludgedrying bed, bak desinfeksi, dan bak effluen. Debit total perencanaan sebesar 19.857m3/hari dengan efisiensi penyisihan BOD5 94%, COD 94%, dan TSS 97%. Totalbiaya perencanaan yang dikeluarkan untuk membangun seluruh unit pengolahan diIPAL Kecamatan Rangkasbitung adalah sebesar Rp. 17.455.697.155, dengan harga1 m3 air limbah yang diolah dalam IPAL adalah sebesar Rp. 879.054. IPALdibangun dalam 2 modul pentahapan dalam periode perencanaan yaitu tahun 2020– 2040.

T The 6th goal of the SDGs is to ensure the availability and sustainable managementof clean water and sanitation for all. According to the profile of the Lebak Regency,a common problem faced by Rangkasbitung District is that many people still useopen places and rivers to dispose of their waste. To establish the 6th goal andovercome the problem of wastewater in the Rangkasbitung District, it is necessaryto plan a domestic wastewater treatment plant. Therefore, the wastewater treatmentplant will operates appropriately to avoid environmental pollution when it is beingtreated or when it is discharged into water bodies. The IPAL in RangkasbitungDistrict is planned to be built in Kolelet Wetan Village with a planned land area of100.800 m2 or 10.08 Ha and will serve 138,670 people until the end of the planningyear. The regulation for effluent quality standards in this final project belongs tothe Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 68 of 2016. Thereare three alternatives of biological treatment technologies, facultative pond,sequencing batch reactor, and rotating biological contractor for planning theRangkasbitung WWTP. Alternative selection using a multi-criteria analysis methodand the selected biological treatment technology was a facultative pond. The flowchart of WWTP designed consists of collecting well, bar screen, grit chamber,equalization tub, sedimentation tub, facultative pond, gravity sludge thickener,sludge drying bed, disinfection tub, and effluent tub. The total design discharge is19,857 m3/day with a removal efficiency of BOD5 94%, COD 94%, and TSS 97%.The costs of processing units of the WWTPs in Rangkasbitung District are Rp.17.455.697.155, with the price of 1 m3 of WWTP in this planning is Rp.879.054.The WWTP is built in 2 phasing modules in the planning period, 2020 – 2040.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?