DETAIL KOLEKSI

Intervensi ergonomi untuk meminimasi human error pada operator mesin wirecut PT. Fastec


Oleh : Cikal Maulida Ramadhan

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Sucipto Adisuwiryo

Pembimbing 2 : Novia Rahmawati

Subyek : Human engineering;Occupational health and safety

Kata Kunci : human error, hta, heart, sherpa, flushing pressure


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001700121_Halaman-Judul.pdf 2136.78
2. 2021_TA_STI_063001700121_Lembar-Pengesahan.pdf 151.95
3. 2021_TA_STI_063001700121_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1878.55
4. 2021_TA_STI_063001700121_Bab-2-Tinjauan-Pustaka.pdf 1575.72
5. 2021_TA_STI_063001700121_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1436.3
6. 2021_TA_STI_063001700121_Bab-4_Analisa-dan-Pembahasan.pdf 3474.7
7. 2021_TA_STI_063001700121_Bab-5_Kesimpulan.pdf 1196.25
8. 2021_TA_STI_063001700121_Daftar-Pustaka.pdf 298.73
9. 2021_TA_STI_063001700121_Lampiran.pdf 649.9

P PT. FASTEC adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pembuatan spare part berbagai mesin untuk memenuhi kebutuhan industri dimana pada stasiun kerja mesin wirecut terjadi kegagalan kerja akibat human error. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor potensial human error dan memberikan usulan perbaikan pada operator mesin wirecut untuk mengurangi potensi kegagalan kerja akibat human error. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Systematic Human Error Reduction and Prediction Analysis (SHERPA) dan metode Human Error Assesment and Reduction Technique (HEART) dengan input data yang digunkan berupa data human error, task operator mesin wirecut dan data cacat pada produk slide core level. Tahapan awal pada metode SHERPA yaitu mengidentifikasi deskripsi error yang terjadi terhadap data tugas operator mesin wirecut, tahap selanjutnya menentukan konsekuensi, skala probabilitas ordinal dan kriteria kritikal terhadap deskripsi error yang telah ditentukan. Tahapan awal pada metode HEART yaitu mengidentifikasi deskripsi error yang telah ditentukan pada metode SHERPA, kemudian mengklasifikasikan setiap deskripsi error berdasarkan generic task categories, producing categories (EPC’s) dan assessed proportion, tahap selanjutnya menghitung human error probability (HEP) terhadap subtask error. Hasil identifikasi menggunakan metode SHERPA diketahui bahwa dari 13 aktivitas operator mesin wirecut terdapat 8 aktivitas error dengan 5 aktivitas diantaranya memiliki probability high. Hasil identifikasi menggunakan metode HEART didapatkan human error probability tertinggi pada kegiatan setting flushing pressure dengan nilai human error probability sebesar 2.25. Usulan perbaikan adalah memberikan SOP pada kegiatan setting flushing pressure, penambahan display pada mesin wirecut, penambahan lampu (penerangan) pada ruangan mesin wirecut dan memberikan training terhadap operator mesin wirecut secara berkala. Hasil implementasi nilai Human Error Probability pada kegiatan setting flushing pressure berkurang menjadi 1.28 dengan selisih 57% pada Human Error Probability sebelum implementasi.

P PT. FASTEC is the company that producing spare parts for various machines where there is a failures on the wire cutting machine workstation that caused by human error. The aim of this research is to identify the human error potential factor and give suggestions to the wire cutting machine operator to minimize the failures that caused by human error. The method that used in this research is Systematic Human Error Reduction and Prediction Analysis (SHERPA) and Human Error Asessment and Reduction Technique (HEART). The input data that used are the data of human error, wire cutting machine operator task, and defect on slide core level product. The first stage of SHERPA method is identifying the error description on the wire cutting machine operator data, the next stage is determining the consequences, the ordinal probability scale and the critical criteria for the predetermined description of error. While the first stage of HEART method is identifying the error description that has been determined in SHERPA method. Afterwards, classifying every error description according to generic task categories, producing categories (EPC’s) and assessed proportion. The next stage is calculate human error probability (HEP) on subtask error. The identification result of SHERPA method demonstrate that out of the 13 wirecut machine operators activities there are 8 error activities with 5 activities have probability high. The identification result of HEART method found that the higher probability of human error is on the setting flushing pressure activity with the value of human error probability 2.25. The solution for restoration is provide Standard Operating Procedures (SOP) on the setting flushing pressure, adding display on the wire cutting machine, adding lighting on the wire cutting machine’s room, and training the wire cutting machine operator periodically. The result of the implementation on the value of Human Error Probability on the setting flushing pressure activity was decreased into 1.28 which means a difference of 57% from Human Error Probability (2.25) before the implementation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?