DETAIL KOLEKSI

Gambaran kebutuhan perawatan ortodonti interseptif pada anak usia 9-11 tahun : kajian pada murid SDN 07 Gragol, Jakarta Barat


Oleh : Andreas Elton

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.643 AND g

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Dr. drg. Yohana Yusra, M.Kes

Subyek : Orthodontics

Kata Kunci : malocclusion, mixed dentition, interceptive orthodontic, IKPO-I


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KG_04012010_Halaman-Judul.pdf 2421.69
2. 2016_TA_KG_04012010_Lembar-Pengesahan.pdf 1714.17
3. 2016_TA_KG_04012010_Bab-1-Pendahuluan.pdf 1525.09
4. 2016_TA_KG_04012010_Bab-2-Tinjauan-Pustaka.pdf 7027.41
5. 2016_TA_KG_04012010_Bab-3-Kerangka-Teori.pdf 925.52
6. 2016_TA_KG_04012010_Bab-4-Metode-Penelitian.pdf 2561.61
7. 2016_TA_KG_04012010_Bab-5-Hasil-Penelitian.pdf 2252.58
8. 2016_TA_KG_04012010_Bab-6-Pembahasan.pdf 1730.58
9. 2016_TA_KG_04012010_Bab-7-Kesimpulan-dan-Saran.pdf 888.95
10. 2016_TA_KG_04012010_Daftar-Pustaka.pdf 1555.51
11. 2016_TA_KG_04012010_Lampiran.pdf 1887.51

P Perbedaan perkembangan oklusi antara gigi sulung dan permanen dapat menyebabkan maloklusi pada anak. Perawatan ortodonti interseptif diperlukan untuk mencegah berlanjutnya maloklusi pada anak. Penapisan kebutuhan perawatan ortodonti dapat dapat dilakukan pada anak usia 9- 11 tahun. Pemeriksaan dini perlu dilakukan pada periode gigi bercarnpur untuk menentukan tingkat keparahan maloklusi. IKP0-1 (lndeks Kebutuhan Perawatan Ortodonti Intersepif) adalah indeks yang dapat menilai kebutuhan perawatan ortodonti secara spesifik yang terdiri dari 18 indikator, yaitu gigitan silang anterior, gigitan silang posterior, gigitan terbuka, gigi berjejal anterior, diastema sentral, hubungan molar, gigi supernumerary (mesioden), peg-shaped, posisi frenulum, persistensi gigi sulung, pergerakan ke mesial molar pertama, kehilangan dini molar pertarna sulung, kehilangan dini molar kedua sulung, kehilangan dini kaninus sulung, kehilangan gigi anterior, jarak gigit, gigitan dalam dan karies molar kedua sulung. Berdasarkan pengolahan data menggunakan Indeks Kebutuhan Perawatan Ortodonti Interseptif, didapatkan sebesar 14,88% anak: tidak membutuhkan perawatan ortodonti (Grade 0), 52,89% membutuhkan perawatan ortodonti interseptif (Grade 1), dan 32,23% membutuhkan perawatan ortodonti korektif (Grade 2). Angka kebutuhan perawatan ortodonti yang telah ditemukan pada penelitian ini memperlihatkan pentingnya dilakukan perawatan ortodonti interseptif sedini mungkin.

D Discrepancy of occlusion development between primary and permanent teeth can cause malocclusion. Interceptive orthodontic treatment is needed to prevent increased severity of malocclusion. Ages for screening the child population for interceptive orthodontics is 9 to 11 years old. Early examination is needed in mixed dentition period to dete1mine the state of malocclusion. The indicators of this index are frenulum, caries of second primary molars, missing of anterior teeth, peg shaped, premature loss of mandibular first and second primary molars, mesial drifting of mandibular first molars, prolonged retention of anterior teeth, premature loss of deciduos canines, anterior cross bite, crowding of incisors, molar relationship, diastema, ove1jet, deep bite, supernumerary teeth, ante1ior open bite and posterior crossbite. Based on data processing using index of orthodontic interceptive treatment need, obtained amounted to 14.88% of the children did not need orthodontic treatment (Grade 0), 52.89% in the need of orthodontic interseptif treatment (Grade 1), and 32.23% in the need of corrective orthodontic treatment (Grade 2). Levels of orthodontic treatment need have been found in this study suggests that the act of 01thodontic interseptive need as early as possible.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?