DETAIL KOLEKSI

Evaluasi pengaruh viskositas minyak dan permeabilitas minyak terhadap laju alir kritikal minyak pada reservoir yang bermasalah dengan kerucut air

5.0


Oleh : Ghufron Harits

Info Katalog

Nomor Panggil : 424/TP/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Kartika fajar

Pembimbing 2 : sugiatmo kasmungin

Subyek : Reservoir

Kata Kunci : Kerucut air,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07109103_PAPER.pdf 446.67
2. 2016_TA_TM_07109103_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 1520.91
3. 2016_TA_TM_07109103_BAB-VI.pdf 149.78
4. 2016_TA_TM_07109103_BAB-V.pdf 323.6
5. 2016_TA_TM_07109103_BAB-IV.pdf 695.21
6. 2016_TA_TM_07109103_BAB-III.pdf 236.02
7. 2016_TA_TM_07109103_BAB-II.pdf 367.31
8. 2016_TA_TM_07109103_BAB-I.pdf 84.78
9. 2016_TA_TM_07109103_Halaman-judul.pdf 1044.67

D Dalam sumur yang berproduksi minyak, permasalahan produksi air yang disebabkan oleh kerucut air telah menjadi permasalahan serius karena menyebabkan turunnya produksi minyak secara drastis. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi produksi air yang dapat muncul dari suatu sumur. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengatasi masalah water coning yaitu menghitung laju produksi minyak tanpa air yang disebut laju alir kritikal minyak (qoc). Data sumur yang digunakan yang diambil dari Journal of Petroleum Technology. Metode untuk menghitung laju alir kritikal minyak pada penelitian ini yaitu metode Meyer, Gardner, dan Pirson (1963), Craft dan Hawkins (1959), Chierici (1964), Hoyland et al. (1989), dan Chaperon (1986). Pada penelitian dilakukan perhitungan terhadap perubahan pada laju alir kritikal minyak terhadap viskositas minyak dan permeabilitas minyak. Hasil laju alir kritikal minyak Sumur P-1 dengan metode Meyer, Gardner, dan Pirson adalah 4 STB/d, metode Craft dan Hawkins 19 STB/d, metode Chierici 15 STB/d, metode Hoyland et al. 13 STB/d, metode Chaperon 14 STB/d. Dari hasil yang didapat dari grafik, permeabilitas minyak berbanding lurus terhadap laju alir kritikal minyak, Namun perubahan laju alir kritikal minyak terhadap viskositas minyak berbanding terbalik terhadap laju alir kritikal minyak. Nilai viskositas minyak yang berpengaruh besar terhadap laju alir kritikal minyak yaitu antara 0.1 – 6 cp. Hasil perhitungan laju alir kritikal minyak untuk Sumur P-2 dan P-3 terdapat pada Lampiran C dan D.

I In oil wells, the problem that a lot of production water that because of water cone has been a serious problem than can decreasing oil production drastically. That is important to reduce water rate that can appear in oil well. This final assignment purpose to solve the water coning problem, the production rate has to be limited until the maximum oil can be produce without water which is critical oil rate (qoc). In this project the well obtained hypothetically from Journal of Petroleum Technology Reference which is P-1, P-2, and P-3 wells. The methods for calculating critical oil rate are Meyer, Gardner, and Pirson method (1963), Craft and Hawkins (1959), Chierici (1964), Hoyland et al. (1989), and Chaperon (1986). This project make a research about influence of critical oil rate to oil viscosity and oil permeability. The result of critical oil rate on P-1 well with Meyer, Gardner, and Pirson method is 4 STB/d, Craft and Hawkins method is 19 STB/d, Chierici method is 15 STB/d, Hoyland et al. method is 13 STB/d, and Chaperon method is 14 STB/d. The result that shown on graph, oil permability is directly proportional to critical oil rate. However the oil viscosity is inversely to critical oil rate. The influence of oil viscosity against critical oil rate at 0.1 – 6 cp change significantly. The result of critical oil rate for P-2 and P-3 wells available in attachment C and D.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?