DETAIL KOLEKSI

Pemantauan kualitas air di kawasan Taman Wisata Pikatan dengan menggunakan Bentos sebagai indikator biologis


Oleh : Firdiansyah

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1997

Pembimbing 1 : Setijati Hartinah Ediyono

Pembimbing 2 : Dwi Indrawati

Subyek : Water quality - Parks

Kata Kunci : bentos, indicator water quality


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1997_TA_STL_0829022_Halaman-Judul.pdf 3797.54
2. 1997_TA_STL_0829022_Bab-1.pdf 1947.58
3. 1997_TA_STL_0829022_Bab-2.pdf 4731.92
4. 1997_TA_STL_0829022_Bab-3.pdf 3140.23
5. 1997_TA_STL_0829022_Bab-4.pdf 3263.81
6. 1997_TA_STL_0829022_Bab-5.pdf 6113.32
7. 1997_TA_STL_0829022_Bab-6.pdf 1414.84
8. 1997_TA_STL_0829022_Daftar-Pustaka.pdf 1244.6
9. 1997_TA_STL_0829022_Lampiran.pdf 6691.43

A Air bersih merupakan sumber daya yang sangat vital, baik bagi manusia maupun mahluk hidup lainnya. Namun jumlahnya semakin menurun oleh adanya pertambahan penduduk yang pesat, kebutuhan yang meningkat, maupun terjadinya pencemaran. Pemantauan terhadap badan badan air dipandang perlu dilakukan secara terus menerus. Pemantauan yang biasa dilakukan secara kimia, mempunyai beberapa kelemahan meliputi : dibutuhkan peralatan yang canggih dan mahal, dibutuhkan bahan kimia yang mahal dan dibutuhkan waktu yang lama, maka perlu dicari tekik pemantauan pencemar yang lebih mudah, efektif efisien dan ekonomis. Dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjawab tantangan ini, sehingga pemantauan terhadap badan - badan air dapat dilaksanakan secara lebih mudah dan teratur. Pencemaran dapat langsung berpengaruh terhadap kehidupan organisme, oleh karena itu timbul prakiraan, bahwa organisme dapat digunakan sebagai indikator adanya pencemaran.Intertebrata bentos merupakan salah satu kelompok binatang yang mampu bertahan hidup dalam lingkungan yang buruk dan penumpukan bahan pencemaran suatu perairan.Sebagai daerah penelitian dipilih sumber mata air Pikatan dan daerah-daerah yang dialirnya. Sampel berupa air dan sedimen beserta bentos diambil dengan cara systematic random sampling dan adianalisa baik secara kimia maupun biologis. Bentos yang ditemukan diawetkan dalam formalin 4 %, dideterminasi menurut aturan taksonomi dan dihitung indeks keragaman jenisnya, sedangkna parameter kualitas air yang diamati adalahoksigen terlarut : biocheimical oksigen demand (BOD), chemical oksiden demand (COD), kandungan total organik (KMnO4) dan derajat keasaman (pH). Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut :1. Selama penelitian didapatkan 11 jenis hewan makro Bentos yang termasuk didalam kelas Gastropoda, Crustacea, dan Pelecypoda.2. Indeks keragaman jenis Bentos akan menurun oleh adanya pencemaran, baik secara sendiri - sendiri maupun secara bersama - sama, sedangkan oksigen terlarut dan kecepatan arus mempunyai korelasi yang positif dengan indeks keragaman Bentos.3. Beberapa jenis Bentos dapat dijadikan sebagai indikator adanya pencernar• Caridina Africana dari kelas Crustacea dan untuk pencernaran sangat ringan.• Melanoides Tuberculata dari kelas Gastropoda dan Corbicula Javanica dari kelas Pelecipoda untuk pencemaran ringan.Berdasarkan penggunaan parameter kimia dan fisika air pada musim kemarau dan penghujan, sumber rnata air Pikatan dan daerah alirannya terrnasuk kedalam perairan jenis:• Golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai bahan baku air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu ( pada stasun satu)• Golongan B :Air yang dapat diperg sebagai air minum dan harus diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga lainnya (stasiun dua, stasiun empat, stasiun lima, stasiun enam, dan stasiun tujuh)siun empat, stasiun lirna, stasiun enam, d fl"Stashrn tujuh ).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?