DETAIL KOLEKSI

Kajian kualitas air sungai Cipinang bagian hilir dilihat dari parameter BOD dan DO menggunakan Model Qual2E


Oleh : Purnisa Damarany

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Melati Ferianita Fachrul

Pembimbing 2 : Widyo Astono

Subyek : Water quality

Kata Kunci : water qualty modelling, model qual2e, Cipinang river.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_STL_08205021_Halaman-Judul.pdf 1946.56
2. 2009_TA_STL_08205021_Bab-1.pdf 843.32
3. 2009_TA_STL_08205021_Bab-2.pdf 1560.08
4. 2009_TA_STL_08205021_Bab-3.pdf 4121.32
5. 2009_TA_STL_08205021_Bab-4.pdf 1967.54
6. 2009_TA_STL_08205021_Bab-5.pdf 10475.68
7. 2009_TA_STL_08205021_Daftar-Pustaka.pdf 750.77
8. 2009_TA_STL_08205021_Lampiran.pdf 5650.94

S Sungai Cipinang sebagai sa1ah satu dari 13 sungai di DKI Jakarta telah mengalami penurunan kualitas pada bagian hilirnya. Hasil dari kajian kualitas air dengan menggunakan model QUAL2E dapat dijadikan langkah awal dalam mengatasi pennasalahan yang ada. QUAL2E merupakan program permodelan kualitas air yang dapat mensimulasikan perubahan-perubahan kualitas air di Sungai Cipinang melalui profil sebaran konsentrasi BOD clan DO. Sungai Cipinang yang diteliti dalam penelitan ini adalah Sungai Cipinang bagian hilir~ mulai dari daerah Halim sampai dengan pertemuan antara Sllllgai Cipinang dengan Sungai Sunter yang terletak di Kelurahan Cipinang Bawah, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan skenario adanya masukan limbah tambahan pada ruas 3 dan 6 dengan konsentrasi BOD sebesar 162. 73 mg/L dan161.23 mg/L serta kondisi awal sungai sesuai dengan basil pengukuran di lapangan. Penelitian ini diawali dengan melakukan perhitungan hidrolika dan analisis parameter pencemar, yaitu BOD dan DO serta perhitungan nilai konsanta BOD clan DO. Pada penelitian ini sungai dibagi ke dalam 7 ruas dan dibagi lagi ke dalam elemen yang lebih kecil. Hasil keluaran hidraulika parameter model QUAL2E menuqjukkan bahwa debit,L, kecepatan dan kedalaman pada setiap masing-lDBng elemen dalaJn ruas sungai adalah stabil. Fluktuasi Dilai debit, kecepatan clan kedalaman pada setiap elemen hanya terjadi pada ruas 3 dan 6. Hasil keluaran analisis parameter pencemar model QUAL2Emenunjukkan kecenderungan kurva BOD di sepanjang aliran semakin menurun seiring dengan pertambahan jarak namun terjadi kenaikkan pada ruas 3 clan ruas 6, sedangkan konsentrasi DO nilainya berfluktuasi di sepanjang ruas. Kalibrasi yang digunakan adalah kalibrasi hidraulika, kalibrasi komtanta BOD dan DO, serta kalibrasi basil analisis kualias air dengan menggunakan parameter BOD dan DO melalui 3 perbandingan yaitu basil pengukuran di lapangan, basil perhitungan model streeter-phelps dan basil keluaran model QUAL2E. Hasil dari ketiga perbandingan adalah konsentrasi BOD clan DO di Sungai Cipinang bagian hilir SU 3 mg/L. Hal ini menyebabkan kondisi ekosistem sungai menjadi menurun. Bentuk pengelolaan yang dapat djlalmkan adalah dengan menaikkan kecepatan aliran sungai menjadi 1.2 ml~ kedalaman menjadi 0.5 m, menaikkan konsentrasi DO di headwater sebesar 800/~ menurunkan konsentrasi BOD di mas 1 sebesar 96.34% dan menurunkan konsentrasi BOD yang masuk ke ruas 3 dan 6 sebesar 96.31 % dan 96.21°A> melalui penempatan IP AL secara kemunal, pemantauan terhadap saluran drainase yang masuk, dan pembuatan terjunan sebagai aerasi untuk meningkatkan nilai DO.

C Cipinang river is one of 13 river in DK.I Jakarta which has been decreasing in its downstream quality. The results of this research can be used as the first step of water quality management to solve the Cipinang river's problem QUAL2E is one of water quality modeling which able to simulate water quality's changing in Cipinang river with BOD and DO discharging in this river. Analytical research is carried out in the downstream Cipinang river, which starts from Halim to the meet point of Cipinang river and Sunter river in Cipinang Bawah, East of Jakarta The scenario in this research is done to know Cipinang river's water quality after the adding of waste debit to reach 3 and 6 with BOD concentration's about 162.73 mg/Land 161.23 mg/L while the results of fields sampling as the first condition. The research starts with hydraulic accounting and BOD-DO's concentration analyzing as determinant. This river is divided to 7 reaches and divided into a small parts as an element. The result of hydraulics simulation shows that debit, velocity and depth of this river are in statistical condition. The fluctuation just happen in reach 3 and 6. The simulation water quality's result shows that BOD's curve down with the cumulative of river's distant. It's just going up in reach 3 and6 while DO concentration is in the fluctuation way. This model uses hydrauliccalibration, BOD and DO constant calibration, and also water quality calibration using BOD and DO as parameter with 3 comparison which are field sampling'sresult, streeter-phelps model accounting and QUAL2E simulation output. BOD and DO concentration from this result have been far form the decision of Governor KDKI Jakarta No.582year1995 targets the river quality entering bas BOD value 10 mg/I and DO value 3 mg/I. The river's ecosystem will decrease. The strategies to solve this problem that can be done for example make the velocity become 1.2 mis, depth of the river become 0.5 m, up the DO concentmtion about 80°/o, down the BOD concentration in reach 1, 3 and 6 about 96.34%, 96,31% and 96,71% using WWTP's communal, looking to drainage systems that entering into this river and make waterfall as the aeration for ooming up the DO.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?