DETAIL KOLEKSI

Evaluasi perbandingan penggunaan rotary streerable system dengan positive displacement motor pada sumur MD-19, MD-07 dan MD-12 lapangan MDF


Oleh : Muhammad Dhafa

Info Katalog

Nomor Panggil : 1377/TP/2021

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : Djunaedi Agus Wibowo

Subyek : Rotary combustion engines

Kata Kunci : rotary steerable system, positive displacement motor, time, cost.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STP_071001700097_Halaman-Judul.pdf 3595.69
2. 2021_TA_STP_071001700097_Pengesahan-dan-Persetujuan.pdf 1092.62
3. 2021_TA_STP_071001700097_Bab-1_Pendahuluan.pdf 950.36
4. 2021_TA_STP_071001700097_Bab-2_Tinjauan-Literatur(1).pdf 2147.86
5. 2021_TA_STP_071001700097_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 920.73
6. 2021_TA_STP_071001700097_Bab-4_Metode.pdf 1547.1
7. 2021_TA_STP_071001700097_Bab-5_Kesimpulan.pdf 824.23
8. 2021_TA_STP_071001700097_Lampiran.pdf 1986.75

S Seiring bertambahnya permintaan dan tantangan dalam melakukan pemborandengan aman, efisien dan ekonomis sehingga dibutuhkan keahlian, alat danteknologi yang terbaik. Salah satunya yaitu steering tool untuk melakukanperubahan arah dan inclinasi. Berbagai macam teknik atau alat penunjangpemboran yang sering digunakan untuk menjaga lintasan tetap vertikal, merubaharah dan inclinasi lintasan seperti positive displacement motor (PDM) dan rotarysteerable system (RSS). PDM dan RSS memiliki perbedaan prinsip kerja ketikamelakukan perubahan arah dan inclinasi sehingga hal ini akan mempengaruhibeberapa beberapa parameter pemboran. Pada lapangan MDF terdapat 3 sumuryang dievaluasi yaitu sumur MD-19 yang menggunakan PDM, MD-07 yangmenggunakan RSS dan sumur MD-12 yang menggunakan RSS. Penggunaan PDMdan RSS dari masing-masing sumur pada trayek 12 ¼” dibandingkan untukmengetahui steering tool yang paling efisien. Parameter yang dievaluasi dandibandingkan yaitu rate of penetration (ROP), revolutions per minute (RPM),waktu pemboran, biaya pemboran dan cost per foot (CPF).Sumur MD-19 yang menggunakan PDM dibandingkan dengan sumur MD07 dan MD-12 yang menggunakan RSS. Dari perhitungan yang telah dilakukanmenununjukkan ROP rata-rata sumur MD-07 dan MD-12 lebih tinggi dari MD-19berturut-turut sebesar 177% dan 233%. RPM dari sumur MD-07 dan MD-12 jugalebih tinggi dari MD-19 berturut-turut sebesar 44.6% dan 48.3%. Kedua parameterpemboran pada sumur-sumur yang menggunakan RSS menunjukkan lebih tinggidari sumur yang menggunakan PDM karena RSS dapat melakukan continuousrotation bahkan pada saat perubahan arah dan inclinasi sedangkan berbeda denganRSS, PDM beberapa kali sliding perlu dilakukkan karena deviasi terus bertambahdan diproyeksikan pemboran tidak mencapai target sehingga dilakukan koreksi. Haltersebut tentunya akan berdampak pada waktu pemboran sehingga sumur-sumuryang menggunakan RSS mempunyai waktu pemboran lebih cepat dan jika MD-07dan MD-12 masing-masing dibandingkan dengan MD-19 akan menghasilkanefisiensi waktu berturut-turut sebesar 34.51% dan 40.93%. Efisiensi waktu inimempengaruhi biaya pemboran sehingga menghasilkan efisiensi biaya jugaberturut-turut sebesar 17.33% dan 28.29%. Dari hasil evaluasi tersebut disimpulkanRSS lebih efisien dari PDM.

A As the demands and challenges increase in drilling safely, efficiently andeconomically, the best expertise, tools and technology are needed. One of them isthe steering tool to change direction and inclination. Various kinds of drillingsupport techniques or tools are often used to keep the track vertical and to changedirection and inclination paths such as positive displacement motor (PDM) androtary steerable system (RSS). PDM and RSS have different working principleswhen changing direction and inclination so this will affect some of the drillingparameters. In the MDF field, there were 3 wells evaluated, namely the MD-19 wellusing PDM, MD-07 using RSS and well MD-12 using RSS. The use of PDM andRSS from each well on the 12 ¼ ” hole section was compared to determine steeringtool the most efficient. Parameters evaluated and compared are rate of penetration(ROP), revolutions per minute (RPM), drilling time, drillingand costcost per foot(CPF).Wells MD-19 using PDM were compared with wells MD-07 and MD-12using RSS. From the calculations that have been carried out, the average ROP ofwells MD-07 and MD-12 is higher than MD-19 by 177% and 233%, respectively.RPM of wells MD-07 and MD-12 was also higher than MD-19 by 44.6% and48.3%, respectively. Both drilling parameters in wells that use RSS are higher thanwells that use PDM because RSS can perform continuous rotation even duringchanges in direction and inclination. whereas in contrast to RSS, PDM severaltimes sliding needs to be done because the deviation continues to increase and it isprojected that drilling does not reach the target so that corrections are made forthis. This will have an impact on the drilling time so that wells that use RSS have afaster drilling time and if MD-07 and MD-12 are compared to MD-19, respectively,it will produce time efficiency of 34.51% and 40.93%, respectively. . This timeefficiency affects the drilling costs so as to produce cost efficiency as well as17.33% and 28.29%, respectively. From the evaluation results, it is concluded thatRSS is more efficient than PDM.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?