DETAIL KOLEKSI

Studi uji kelayakan penerapan electrict submersible pump AZP-23 lapangan Jearisa


Oleh : Arizal Putra

Info Katalog

Nomor Panggil : 1355/TP/2021

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Suryo Prakoso

Pembimbing 2 : Kris Pudyastuti

Subyek : Submersible pumps

Kata Kunci : geothermal, electric submersible pump, line shaft pump, gross well output, net power output.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STP_071001600112_Halaman_Judul.pdf 2873.66
2. 2021_TA_STP_071001600112_Pengesahan.pdf 1067.13
3. 2021_TA_STP_071001600112_Bab_1_Pendahuluan.pdf 476.62
4. 2021_TA_STP_071001600112_Bab_2_Tinjauan_Umum.pdf 2112.29
5. 2021_TA_STP_071001600112_Bab_3_Metodologi_Penelitian.pdf 1035.36
6. 2021_TA_STP_071001600112_Bab_4_Hasil_Pembahasan.pdf 1448.15
7. 2021_TA_STP_071001600112_Bab_5_Kesimpulan.pdf 1056.35
8. 2021_TA_STP_071001600112_Daftar_Pustaka.pdf 1147.55
9. 2021_TA_STP_071001600112_Lampiran.pdf 1012.53

P Penerapan pompa sumur panas bumi, baik Electric Submersible Pump (ESP) atauLine Shaft Pump (LSP) bertujuan untuk mengatasi sumur yang tidak dapatberproduksi (discharge) secara alamiah (natural flow) atau Water Rest Level yangtinggi, di samping bertujuan untuk meningkatkan produksi. ESP merupakanpompa yang telah diidentifikasi sebagai sistem yang cocok untuk mengatasimasalah Water Rest Level di sumur AZP-23 lapangan Jearisa. Penelitian inidilakukan dengan metode kuantitatif dengan mempertimbangkan parameterseperti Enthalpy, Dryness, Densitas dan data lainnya.Perencanaan ESP dapat dilakukan dengan 5 (Lima) langkah. Langkah tersebutdiawali dengan pengumpulan data sumur seperti Injectivity Index (II) dan casingconfiguration. Langkah terakhir adalah pemilihan tipe ESP berdasarkan PumpCurve ESP (Schlumberger, 2017) untuk memperoleh Best Efficiency Point yangsesuai dengan kondisi dan kebutuhan sumur.Sumur AZP-23 akan dipasangi ESP dengan laju alir dikehendaki sekitar 15 kg /ssampai 75 kg / s, yang dibagi menjadi empat skenario yaitu 15 kg / s, 30 kg /s, 45kg / s dan 75 kg / s. Hasil studi menunjukkan sumur AZP-23 membutuhkan 23Stages, 26 Stages, 29 Stages dan 35 Stages untuk masing – masing skenario lajualir. Adapun pengoperasian pompa tersebut membutuhkan energi sebesar 18%,12%, 9% dan 6% terhadap gross well output, untuk masing – masing scenario.Dari empat Skenario laju alir yang dikehendaki, maka dari hasil desain dapatdisimpulkan bahwa scenario yang cocok untuk sumur AZP-23 yaitu rate 75 kg / sdengan hasil net power well output 1,8 MWe.

T The application of geothermal well pumps, both Electric Submersible Pump (ESP)or Line Shaft Pump (LSP) aims to overcome wells that cannot discharge naturally(natural flow) or high Water Rest Levels, in addition to increasing production. .ESP is a pump that has been identified as a suitable system to overcome the WaterRest Level in the Jearisa field's AZP-23 well. This research was conducted with aquantitative method with considering parameters such as enthalpy, drought,density and other data.ESP planning can be done in 5 (five) steps. This step begins with well data suchas the Injectivity Index (II) and casing configuration. The final step is to choosethe type of ESP based on the Pump Curve ESP (Schlumberger, 2017) to get theBest Efficiency Point that suits the conditions and needs of the well.The AZP-23 well will be fitted with ESP with a desired flow rate of about 15 kg / sto 75 kg / s, which is divided into four scenarios, namely 15 kg / s, 30 kg / s, 45 kg/ s and 75 kg / s. The study results show that the AZP-23 well requires 23 Stages,26 Stages, 29 Stages and 35 Stages for each flow rate scenario. The pumprequires energy of 18%, 12%, 9% and 6% of the gross well output, for eachscenario. From the four desired flow rate scenarios, from the design results it canbe concluded that the suitable scenario for the AZP-23 well is a rate of 75 kg / swith a good net power output of 1.8 MWe

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?