Simulasi numerik injeksi co2 continuous dan wateralternating gas lapangan x
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Kartika Fajarwati Hartono
Pembimbing 2 : Samsol
Kata Kunci : Continuous CO2; Enhanced Oil Recovery; Immiscible CO2; Minimum Miscibility Pressure; Reservoir Simul
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_STP_071002100034_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
2. | 2025_SK_STP_071002100034_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_STP_071002100034_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_STP_071002100034_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_STP_071002100034_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_STP_071002100034_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_STP_071002100034_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_STP_071002100034_Bab-1.pdf | 3 | |
9. | 2025_SK_STP_071002100034_Bab-2.pdf | 10 |
|
10. | 2025_SK_STP_071002100034_Bab-3.pdf | 12 |
|
11. | 2025_SK_STP_071002100034_Bab-4.pdf | 22 |
|
12. | 2025_SK_STP_071002100034_Bab-5.pdf | 1 | |
13. | 2025_SK_STP_071002100034_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
14. | 2025_SK_STP_071002100034_Lampiran.pdf | 4 |
|
L Lapangan x yang berlokasi di sumatera merupakan lapangan tua dengan produksi yang sudah menurun, meskipun begitu masih banyak minyak yang terperangkap di dalam pori batuan dan tidak ikut diproduksikan. enhanced oil recovery merupakan upaya untuk memproduksi minyak tahap lanjut apabila perolehan minyak tahap satu (natural flow) dan tahap dua (pressure maintenance) sudah tidak efektif. terdapat beberapa metode enhanced oil recovery, yaitu injeksi panas, injeksi bahan kimia, dan injeksi gas. gas co2 merupakan gas yang banyak dimanfaatkan dalameor. hal ini dikarenakan apabila gas co2 diinjeksikan ke dalam reservoir, maka akan mencapai kondisi supercritical di mana co2 akan memiliki densitas seperti gas dan viskositas seperti cairan. pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan dua metode immiscible co2 eor yaitu continuous co2 dan water-alternating gas dalam mendesak minyak (oil displacing) hanya pada satu pattern dari lapangan x,yaitu pattern 1. terdapat variasi letak perforasi untuk setiap metode co2 eor yaitu perforasi di atas dan perforasi di bawah percobaan dilakukan dengan melakukan simulasi dua dimensi dengan data laboratorium yang diperoleh dari lemigas. nilai tekanan tercampur minimum yang diperoleh dari percobaan ini yaitu 4300 psi. nilai ttm yang sangat jauh di atas tekanan reservoir ini mengakibatkan injeksico2 ini bersifat immiscible. hasil dari simulasi didapatkan metode yang paling optimal dalam mendesak minyak yaitu water alternating gas perforasi di atas dengan oil recovery factor sebesar 25.83%
F Field x, located in sumatra, is a mature oil field with declining production.however, a significant amount of oil remains trapped in the rock pores and has notbeen recovered. enhanced oil recovery (eor) represents an advanced effort toextract additional oil when primary recovery (natural flow) and secondaryrecovery (pressure maintenance) are no longer effective. several eor methodsexist, including thermal injection, chemical injection, and gas injection. co₂ gas iswidely utilized in eor due to its behavior under supercritical conditions—where itacquires a gas-like density and a liquid-like viscosity when injected into thereservoir. this study analyzes and compares two immiscible co₂ eor methods—continuous co₂ injection and water-alternating-gas (wag)—for their oildisplacement efficiency in a single pattern of field x, specifically pattern 1. eachmethod is tested with two perforation placements: upper and lower perforation.experiments are conducted using two-dimensional simulations with laboratorydata sourced from lemigas. the minimum miscibility pressure (mmp) obtainedfrom this experiment is 4300 psi. since this value is significantly higher than thereservoir pressure, the co₂ injection operates under immiscible conditions.simulation results indicate that the most optimal method for oil displacement iswater-alternating-gas with upper perforation, achieving an oil recovery factor of25.83%