DETAIL KOLEKSI

Perancangan, pembuatan, dan pengujian panel surya untuk lampu penerangan jalan

5.0


Oleh : Syamaidzar Agung Putra Karsidi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Chalilullah Rangkuti

Subyek : Solar power plants - Designs and plans;Electric engineering

Kata Kunci : design, street lighting, solar panels, alternative energy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STM_061002004007_Halaman-Judul.pdf 0
2. 2022_TA_STM_061002004007_Lembar-Pengesahan.pdf 0
3. 2022_TA_STM_061002004007_Bab-1_Pendahuluan.pdf 0
4. 2022_TA_STM_061002004007_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 0
5. 2022_TA_STM_061002004007_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 0
6. 2022_TA_STM_061002004007_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 0
7. 2022_TA_STM_061002004007_Bab-5_Kesimpulan.pdf 0
8. 2022_TA_STM_061002004007_Daftar-Pustaka.pdf 0
9. 2022_TA_STM_061002004007_Lampiran.pdf 0

D Dispersion Power Penalty adalah redaman fiber yang disebabkan oleh chromatic dispersion dan modal dispersion. Gelombang yang dipancarkan transmitter mengalami pelebaran pulsa atau dispersi yang dapat menyebabkan degradasi kualitas sinyal sehingga sinyal yang diterima oleh receiver tidak sebaik yang ditransmisikan.Pada tugas akhir ini akan dibahas tentang pengaruh dispersion power penaltyyang terjadi pada area ring-1 STO Gatot Subroto. Analisis dilakukan terhadap beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya dispersion power penalty, diantaranya adalah panjang jarak, panjang gelombang, dan besar data rate yang digunakan. Data yang digunakan adalah data yang didapat dari PT TELKOM Jakarta Barat , yaitu pada STO Gatot Subroto Jakarta pada bulan Juni 2004.Pada perhitungan yang dilakukan sesuai dengan data dan spesifikasi yang adadapat diketahui bahwa rute yang mengalami dispersion power penalty terbesar terjadi pada rute Palma Citra - Umawar yang berjarak 9.387 km dengan kondisi 1=1550 nm dan data rate 622.08 Mbps yaitu sebesar 0.666 dB. Sedangkan yang terkecil terjadi pada rute Tifa- STO Gatot Subroto yang berjarak 1.626 km dengan kondisi A.= 1310 nm dan data rate 155.52 Mbps yaitu sebesar 1.221 X 10-7 dB. Semua basil perhitungan yang dilakukan masih memenuhi batas yang diperbolehkan yaitu kurang dari 2 dB. Bahkan untuk beberapa rute didapat dispersion power penalty yang sangat kecil. Semakin besar jarak fiber, panjang gelombang, dan data rate yang digunakan, maka makin besar pula dispersion power penalty yang terjadi. Jadi panjang fiber, panjang gelombang, dan besar data rate berbanding lurus dengan besar dispersion power penalty.

F Fiber attenuation caused by chromatic dispersion and modal dispersion is commonly referred to as a dispersion power penalty. In the wave transmitted by transmitter, dispersion occurred, caused degradation of signal quality, so that the signal receiver is not as good as which is being transmitted .In this final assignment will be discussed about the impact of dispersion powerpenalty in ring-1 STO Gatot Subroto area. Analysis was done to several factor that can cause dispersion power penalty, which are distance, wavelength, and data rate being used. Source of data was from PT TELKOM Jakarta Barat, STO Gatot Subroto, in June 2004.The calculation with available data and specification has been done, so that theroutes with the biggest and the smallest dispersion power penalty can be detected. Thebiggest dispersion power penalty happened in Palma Citra- Umawar route at distance of9.387 km with A-=1550 nm and data rate 622.08 Mbps. While the smallest was1.221x 10-7 dB, happened in Tifa- STO Gatot Subroto route at distance of 1.626 km with A,= 1310 nm and data rate 155.52 Mbps. All those calculations were still in permissible limit, not more than 2 dB. Furthermore from some routes were obtained very small dispersion power penalty. The bigger the fiber length, wavelength, and data rate, the bigger the dispersion power penalty is. Finally it can be concluded that fiber length, wavelength, and data rate are equivalent to the dispersion power penalty .

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?