DETAIL KOLEKSI

Analisis kekuatan kekakuan dan lelah pada rancangan alat uji lelah menggunakan metode elemen hingga


Oleh : Edo Putra Erizal

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Soeharsono

Subyek : Slope - Stability

Kata Kunci : fatigue test tools, stress analysis, modal analysis, fatigue analysis


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STM_061001400068_Halaman-Judul.pdf 274.3
2. 2022_TA_STM_061001400068_Lembar-Pengesahan.pdf 195.43
3. 2022_TA_STM_061001400068_Bab-1_Pendahuluan.pdf 134.93
4. 2022_TA_STM_061001400068_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1005.87
5. 2022_TA_STM_061001400068_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1111.15
6. 2022_TA_STM_061001400068_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 623.91
7. 2022_TA_STM_061001400068_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 101.01
8. 2022_TA_STM_061001400068_Daftar-Pustaka.pdf 173.79
9. 2022_TA_STM_061001400068_Lampiran.pdf 1149.3

P Perancangan alat uji lelah memerlukan analisis sebelum dilakukan proses produksi. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan, kekakuan, dan umur lelah dari rancangan alat uji lelah tersebut. Stress analysis digunakan untuk mengetahui kekuatan struktur. Sedangkan modal analysis digunakan untuk mengetahui kekakuan struktur. Dan fatigue analysis digunakan untuk mengetahui fatigue-life dari struktur rancangan. Perangkat lunak yang digunakan adalah Altair HyperMesh dan Altair HyperLife untuk preprocessing, Altair OptiStruct sebagai solver, dan Altair HyperView untuk postprocessing. Berdasarkan hasil simulasi stress analysis, dengan pembebanan berupa gaya yang dihasilkan aktuator sebesar 600 N, diketahui tegangan maksimum yang terjadi adalah sebesar 46,726 MPa pada komponen WL Damper 2 dan deformasi maksimum sebesar 0,709 mm pada ujung komponen lever. Dengan membandingkan nilai yield strength material SS400 yang digunakan, dapat disimpulkan rancangan alat uji lelah sudah cukup kuat. Hasil simulasi modal analysis menunjukkan nilai frekuensi pribadi pada mode 1 adalah sebesar 76,37 Hz. Sedangkan sistem bekerja pada frekuensi 60 Hz. Sehingga rancangan alat uji lelah ini terhindar dari kondisi resonansi. Hasil simulasi fatigue analysis menunjukkan semua komponen memiliki umur lelah lebih besar dari 1020 siklus dengan pembebanan tegangan yang terjadi pada simulasi stress analysis.

T The design of fatigue test equipment requires analysis before the production process is carried out. The analysis was carried out using the finite element method, with the aim of knowing the strength, stiffness, and fatigue life of the design of the fatigue test equipment. Stress analysis is used to determine the strength of the structure. While modal analysis is used to determine the stiffness of the structure. And fatigue analysis is used to determine the fatigue-life of the design structure. The software used is Altair HyperMesh and Altair HyperLife for preprocessing, Altair OptiStruct as a solver, and Altair HyperView for postprocessing. Based on the simulation results of stress analysis, with the loading in the form of a force generated by the actuator of 600 N, it is known that the maximum stress that occurs is 46.726 MPa on the WL Damper 2 component and the maximum deformation is 0.709 mm at the end of the lever component. By comparing the yield strength of the SS400 material used, it can be concluded that the design of the fatigue test equipment is strong enough. The results of the modal analysis simulation show that the personal frequency value in mode 1 is 76.37 Hz. While the system works at a frequency of 60 Hz. So that the design of this fatigue test equipment avoids resonance conditions. The results of the fatigue analysis simulation show that all components have a fatigue life greater than 1020 cycles with stress loading that occurs in the stress analysis simulation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?