DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas produk paving block grade 2 menggunakan metode six sigma di CV Bahyu Perkasa


Oleh : Ferinita Chaerin

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Pembimbing 2 : Anik Nur Habyba

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Product - Quality control

Kata Kunci : quality improvement, six sigma, failure mode and effect analysis (fmea), fault tree analysis (fta),


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STI_063001800157_Halaman-Judul.pdf 720.68
2. 2022_TA_STI_063001800157_Lembar-Pengesahan.pdf 377.64
3. 2022_TA_STI_063001800157_Bab-1_Pendahuluan.pdf 259.07
4. 2022_TA_STI_063001800157_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1453
5. 2022_TA_STI_063001800157_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 201.81
6. 2022_TA_STI_063001800157_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 3891.69
7. 2022_TA_STI_063001800157_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 96.29
8. 2022_TA_STI_063001800157_Daftar-Pustaka.pdf 234.77
9. 2022_TA_STI_063001800157_Lampiran.pdf 721.29

C CV Bahyu Perkasa merupakan perusahaan yang memproduksi beton seperti U DITCH, paving block, box culvert, dan kanstin. Berdasarkan dari data laporan produksi bulanan, ditemukan bahwa produk paving block grade 2 memiliki persentase kecacatan terbesar yaitu sebesar 3,24% pada bulan Mei 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021. Persentase kecacatan yang ingin dicapai yaitu kurang dari 2,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas produk paving block grade 2 dengan metode six sigma. Kualitas produk yang semakin baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi kerugian dari hasil kegagalan produk yang dihasilkan. Six sigma merupakan salah satu metode yang dapat mengurangi kuantitas produk cacat. Penggunaan metode six sigma ini melawati tahapan DMAIC. Pada tahap define, mengidentifikasi masalah produk yang dibantu dengan diagram SIPOC dan penentuan Critical to Quality. Tahap measure, dilakukan pembuatan peta kendali 𝑋̅dan R, peta kendali P, peta kendali C, dan perhitungan nilai DPMO dan tingkat sigma. Pada data variabel, nilai DPMO diperoleh sebesar 111.120 pcs dan tingkat sigma 2,72 sigma. Sedangkan pada data atribut, nilai DPMO sebensar 9630 pcs dan tingkat sigma 3,84 sigma. Hasil tingkat sigma menyatakan bahwa kualitas produk masih jauh dari tingkat produk 6 sigma. Tahap analyze, membuat diagram pareto untuk menentukan jenis kecacatan terbesar yaitu retak dan gompal. Algoritma apriori mengidentifikasi pola asosisasi antar jenis kecacatan dimana diperoleh sebanyak 18 rules dan terdapat hubungan “jika jenis kecacatan gompal dengan kategori rendah, tidak ada jenis kecacatan patah dan pecah, maka akan terjadi jenis kecacatan retak dengan kategori sedang”. Diagram fishbone menganalisis sebab dan akibat dari jenis kecacatan retak dan gompal, FMEA menentukan prioritas untuk dilakukan perbaikan dari nilai RPN terbesar, FTA menentukan akar masalah dengan probabilitas terbesar yang akan dilakukan pembuatan usulan perbaikan. Implementasi usulan perbaikan pada tahap control yaitu SOP, checklist sheet, dan instruksi kerja yang dilakukan selama 6 hari. Hasil implementasi menunjukan keberhasilan peningkatan tingkat sigma untuk data variabel menjadi 3,07 sigma dan untuk data atribut menjadi 3,94 sigma.

C CV Bahyu Perkasa is a company which produces concrete such as U Ditch, paving block, box culvert, and kansteen. Based on monthly production data, it was found that paving block grade 2 has the largest percentage is about 3.24% from May 2021 to August 2021. The target percentage is 2.5%. The purpose of this research is to improve the quality of paving block grade 2 using six sigma method. Product that has good quality will increase customer satisfaction and reduce losses from the product failure. Six sigma is one method that can reduce the number of defective products. In the define stage, identify product problems assisted by SIPOC diagrams and determine product quality with Critical to Quality. Measurement stages, using 𝐗̅and R charts, P charts, C charts, and calculating DPMO and sigma levels. In the variable data, the DPMO value is 111.120 pcs and the sigma level is 2.72. The attribute data, the DPMO value is 9630 pcs and the sigma level is 3.84. The results of the sigma level is still far from the level of 6 sigma products. The analysis stage makes Pareto diagram to determine the largest type of defect and the result are “Retak” and “Gompal”. The apriori algorithm identifies association patterns between type of defects that found 18 rules and there is an association “If gompal with low category, and there are no patah and pecah, then there will be retak with moderate category”. The fishbone diagram analyzes the causes and effects of “Retak” and “Gompal”, FMEA determines the priority for repairs carried out from the largest RPN value, the FTA determines the root with the greatest probability that the improvement proposal will be made. Implementation of the recommendations at the control stage, there are SOPs, checklist sheets, and work instructions, and those worked out for 6 days. The implementation results show the success of increasing the sigma level for variable data reach 3,07 sigma and for attribute data reach 3.94 sigma.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?