DETAIL KOLEKSI

Analisis laju produksi optimum sumur minyak dengan coiled tubing gas lift pada sumur X-25 dan X-22


Oleh : Fitria Rusadi

Info Katalog

Nomor Panggil : 955/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Mu'min Priyono Tamsil

Pembimbing 2 : Djoko Sulistyanto

Subyek : Oil well - Coiled tubing gas lift;Oil technic - Research

Kata Kunci : coiled tubing gas lift, monobore completion, conventional gas lift

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2018_TA_TM_071001400182_Halaman-judul.pdf
2. 2018_TA_TM_071001400182_Bab-1.pdf 2
3. 2018_TA_TM_071001400182_Bab-2.pdf
4. 2018_TA_TM_071001400182_Bab-3.pdf
5. 2018_TA_TM_071001400182_Bab-4.pdf
6. 2018_TA_TM_071001400182_Bab-5.pdf
7. 2018_TA_TM_071001400182_Daftar-pustaka.pdf
8. 2018_TA_TM_071001400182_Lampiran.pdf

N Natural flow merupakan tenaga dorong yang mana tekanan reservoir dapat membantu fluida untuk terproduksikan. Ketika sumur diproduksikan maka tekananan akan mengalami penurunan secara alami. Untuk mempertahankan produksi agar tetap optimal maka dimanfaatkan metode Artificial Lift yang salah satunya adalah metode gas lift. Gas lift saat ini dapat dibagi menjadi 2 yaitu conventional gas lift dan coiled tubing gas lift. Perbedaan mendasar diterapkannya terletak pada sistem komplesi sumur. Sumur X-22 dan X-25 adalah sumur dengan tipe komplesi monore dimana anulus antara casing dan tubing telah disemen sepenuhnya hingga kepermukaan, yang kemudian masing-masing sumur akan diterapkan artificial liftjenis coiled tubing gas lift karena tidak membutuhkan SPM yang pasang di annulus.Pada sumur X-25 yang memiliki water cut sebesar 10 %, sumur ini awalnyaberproduksi sebesar 15 STB/d. Setelah diinstal coiled tubing gas lift, sumur ini diperkirakan akan memiliki peningkatan laju produksi, dimana produksi liquid akan mencapai 80,1 STB/d dengan laju injeksi gas sebesar 0,22 MMscf/d. Pada Sumur X-22 yang memiliki water cut sevesar 60%, dimana sumur ini adalah sumur yang juga masih berproduksi dan untuk meningkatkan produksi sumur ini maka diputuskan untuk menganalisa kenaikan produksi jika menggunakan coiled tubing gas lift seperti pada Sumur X-25. Dengan menggunakan laju injeksi gas sebesar 0,1MMscf/d, sumur X-22 mendapatkan tambahan produksi yang semula berproduksi sebesar 112 STB/d, setelah dipasang coiled tubing gas lift , produksi sumur bertambah hingga 392,1 STB/d.

N Natural flow is type of drive mechanism when its reservoir pressure couldhelp to produce fluid. When the well is being produced, the pressure will slowlydrop naturally. To maintain production rate as optimum as it can be, then usingartificial lift is one of the solution. Nowdays, gas lift is devided into 2 categories,conventional gas lift and coiled tubing gas lift. The basic difference between themis on the completion method. Well X-22 and well X-25 have monobore completiontype, which means there is no annulus between tubing and casing, and so that willbe installed coiled tubing gas lift because it does not need SPM (side pocketmandrel) installed in the annulus. In Well X-25, having 15 % of water cut, this wellat first having 15 STB/d liquid produced. After the installation of coiled tubing gaslift, this well is expected to produce liquid with rate of 80.1 STB/d with rate of gasinjection at 0.22 MMscf/d. on Well X-22 having 60 % of water cut,, this well is alsoproducing liquid, and to increase the production of the well, the installation ofcoiled tubing gas lift is decided like X-25 Well. With the rate of gas injection at 0,1MMscf/d, X-22 Well could increase its production from 112 STB/d at first, and aftercoiled tubing gas lift is installed the liquid production is expected to reach 392,1STB/d.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?