Pengaruh konsentrasi surfaktan mes kelapa sawit terhadap mekanisme imbibisi spontan dalam meningkatkan perolehan minyak 45°api
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Rini Setiati
Pembimbing 2 : Kartika Fajarwati Hartono
Kata Kunci : Enhanced Oil Recovery (EOR); Spontaneous Imbibition; Palm Oil-Based MES Surfactant; Middle-Phase Emu
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_STP_071002100041_Halaman-Judul.pdf | 15 | |
2. | 2025_SK_STP_071002100041_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_STP_071002100041_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_STP_071002100041_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_STP_071002100041_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_STP_071002100041_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_STP_071002100041_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_STP_071002100041_Bab-1.pdf | 4 | |
9. | 2025_SK_STP_071002100041_Bab-2.pdf | 13 |
|
10. | 2025_SK_STP_071002100041_Bab-3.pdf | 17 |
|
11. | 2025_SK_STP_071002100041_Bab-4.pdf | 17 |
|
12. | 2025_SK_STP_071002100041_Bab-5.pdf | 1 | |
13. | 2025_SK_STP_071002100041_Daftar-Pustaka.pdf | 6 | |
14. | 2025_SK_STP_071002100041_Lampiran.pdf | 13 |
|
P Peningkatan perolehan minyak tahap lanjut atau biasa disebut enhanced oil recovery (eor) menjadi pengembangan teknologi perminyakan yang cukup modern dalam mengatasi tantangan cadangan minyak yang tersisa dalam pori-pori batuan reservoir setelah proses proome dan juga sekunder. salah satu metode eor yang ramah lingkungan dan menjanjikan ialah penggunaan surfaktan dengan basis alami, seperti methyl ester sulfonate (mes) yang berasal dari kelapa sawit. penelitian ini berfokus pada evaluasi pengaruh dari variasi konsentrasi surfaktan mes kelapa sawit terhadap mekanisme imbibisi spontan dalam meningkatkan perolehan minyak ringan (light oil) dengan api gravity sebesar 45°. metodologi penelitian ini bermula dengan pembuatan larutan surfaktan mes kelapa sawit pada tujuh variasi konsentrasi, yaitu 0,5% 0,7% 1% 1,25% 1,5% 1,75% dan 2% dengan variasi salinitas sebesar 5,000 10,000 dan 12,000 ppm. pengujian tahap awal dilakukan dengan uji aqueous dan uji phase behavior untuk melihat kemampuan masing-masing konsentrasi dalam pembentukan emulsi fasa tengah yang stabil. emulsi fasa tengah sendiri merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan surfaktan untuk menurunkan tegangan antar muka (interfacial tension) antara minyak dan air, dimana menjadi esensial dalam proses mobilisasi minyak dari pori-pori batuan reservoir. dalam uji aqueous pada semua variasi konsentrasi dan salinitas menunjukkan hasil yang jernih, homogen, dan tidak menunjukan adanya tanda-tanda dari pemisahan fasa atau pembentukan partikel terlarut. untuk hasil uji phase behavior menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,7% dan 2% menghasilkan emulsi fasa tengah paling stabil dengn terbentuknya tiga fasa, yaitu fasa minyak, fasa tengah (emulsi), dan fasa air dengan rasio fasa tengah 0,1 ml dan 0,6 ml setelah dioven pada suhu 60°c selama dua minggu. keberadaan fasa tengah ini memperlihatkaan bahwa konsentrasi 0,7% dan 2% mempunyai kemampuan maksismum dalam menurunkan ift serta membentuk mikroemulsi yang ideal untuk mekanisme imbibisi spontan. selanjutnya, dilakukan pengujian imbibisi spontan menggunakan sample core yang terlah disaturasi dengan crude oil 45°api. proses imbibisi dilakukan dengan merendam core ke dalam larutan surfaktan dengan konsentrasi 0,7% dan 2% serta larutan brine dengan salinitas 12,000 ppm selama dua minggu. pengujian ini dilakukan untuk mengamati jumlah minyak yang terproduksi secara alami akibat adanya gaya kapiler dan pembasahan kembali permukaan batuan oleh air (wettability alteratin). hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa larutan surfaktan dengan konsentrasi 0,7% mampu menghasilkan minyak sebesar 1,1 ml dan untuk konsentrasi 2% mampu menghasilkan minyak sebanyak 1,2 ml. untuk imbibisi menggunakan larutan brine menghasilkan perolehan minyak sebesar 0,95 ml. selisih volume ini menunjukkan adanya peningkatan perolehan minyak (incremental oil recovery) akibar kehadiran surfakatan mes yang secara efektif mengubah sifat batuan dari oil-wet menjadi water-wet, serta menurunkan tegangan antar muka yang memungkinkan minyak keluar dari pori-pori batuan. secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan konsentrasi surfaktan mes kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap mekanisme imbibisi spontan, dengan konsentrasi oprimal berada pada 2%. selain menghasilkan fasa tengah paling stabil, konsentrasi ini memberikan perolehan minyak tertinggi dalam uji imbibisi. hal ini dapat mendukung potensi penggunaan surfaktan alami berbasi kelapa sawit sebagai agen eor yang efektif dan ramah lingkungan. namun demikian, dalam pengaplikasian di lapangan diperlukan studi lebih lanjut terhadap aspek ekonomis, kestabilan kimia surfaktan dalam kondisi reservoir yang kompleks, dan evaluasi interaksi antara surfaktan dan batuan dengan karakteristik berbeda.
E Enhanced oil recovery (eor) represents a modern advancement in petroleum technology aimed at addressing the challenge of residual oil trapped within the pore spaces of reservoir rocks after primary and secondary recovery stages. one promising and environmentally friendly eor method is the use of surfactants derived from natural sources, such as methyl ester sulfonate (mes) obtained from palm oil. this study focuses on evaluating the effect of varying concentrations of palm oil-based mes surfactants on the spontaneous imbibition mechanism in enhancing the recovery of light crude oil with an api gravity of 45°. the research methodology began with the preparation of mes surfactant solutions at seven concentration levels: 0.5%, 0.7%, 1%, 1.25%, 1.5%, 1.75%, and 2%, combined with three salinity variations of 5,000, 10,000, and 12,000 ppm. preliminary testing included aqueous stability tests and phase behavior analysis to determine each concentration’s ability to form stable middle-phase emulsions. the middle-phase emulsion serves as an indicator of the surfactant’s ability to reduce interfacial tension (ift) between oil and water, which is essential for mobilizing oil from the pore spaces of reservoir rocks. the aqueous stability test across all concentrations and salinity levels showed clear, homogeneous solutions without signs of phase separation or precipitate formation. the phase behavior test revealed that surfactant concentrations of 0.7% and 2% produced the most stable middle-phase emulsions, forming three distinct layers: oil phase, middle-phase (emulsion), and water phase, with middle-phase volumes of 0.1 ml and 0.6 ml respectively after being oven-aged at 60°c for two weeks. the formation of this middle phase indicates that concentrations of 0.7% and 2% exhibit maximum potential in reducing ift and forming an ideal microemulsion system for spontaneous imbibition mechanisms. subsequently, spontaneous imbibition tests were carried out using core samples saturated with 45°api crude oil. the imbibition process involved immersing the cores in surfactant solutions at 0.7% and 2% concentrations and in brine solution at 12,000 ppm salinity for two weeks. these tests aimed to observe the volume of oil naturally produced due to capillary forces and wettability alteration of the rock surface. results indicated that the 0.7% surfactant solution yielded 10 ml of oil, while the 2% concentration produced 13 ml. meanwhile, the brine solution alone recovered 10 ml of oil. the incremental oil recovery observed confirms the effectiveness of mes surfactants in altering the wettability from oil-wet to water-wet and in reducing interfacial tension, thereby enabling more efficient oil displacement from the reservoir rock pores. in conclusion, this research demonstrates that increasing the concentration of palm oil-based mes surfactant significantly impacts the spontaneous imbibition mechanism, with the optimal concentration identified at 2%. this concentration not only produces the most stable middle-phase emulsion but also achieves the highest oil recovery in imbibition tests. these findings support the potential of palm oil-based natural surfactants as effective and environmentally friendly agents for eor applications. nevertheless, further studies are required to evaluate the economic feasibility, chemical stability under complex reservoir conditions, and interactions between surfactants and various rock types for field-scale applications.