DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan berat badan bayi lahir


Oleh : Meilinda Vitta Sari

Info Katalog

Nomor Panggil : 618.920 11 Sar h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Rita Khairani

Subyek : Parenting;Children - Nutrition

Kata Kunci : mother knowledge, birth weight, antenatal care, nutrition during pregnancy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_SKD_03010173_Halaman-Judul.pdf 1175.51
2. 2014_TA_SKD_03010173_Pengesahan.pdf 633.09
3. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-1_Pendahuluan.pdf 670.42
4. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 721.09
5. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 663.35
6. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-4_Metode.pdf 725.49
7. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-5_Hasil.pdf 722.11
8. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-6_Pembahasan.pdf 684.76
9. 2014_TA_SKD_03010173_Bab-7_Kesimpulan.pdf 664.34
10. 2014_TA_SKD_03010173_Daftar-Pustaka.pdf 670.21
11. 2014_TA_SKD_03010173_Lampiran.pdf 1545.99

B Berat badan bayi lahir merupakan prediktor penting kelangsungan hidup perinatal danneonatal serta sebagai salah satu indikator untuk memprediksi ketahanan hidup danpertumbuhan bayi. Berat badan bayi lahir yang tidak normal akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mencegah kejadian berat badan bayi lahirtidak normal perlu mengetahui faktor ibu berhubungan erat dengan berat badan bayilahir. Dari berbagai faktor ibu, tingkat pengetahuan ibu memiliki peran yang penting.Untuk dapat memahami pentingnya tingkat pengetahuan ibu, maka perlu dilakukanpenelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibudan berat badan bayi lahir pada semua ibu berusia 20-40 tahun yang memiliki anakterakhir berusia 0-36 bulan.METODEPenelitian menggunakan studi observasional dengan desain potong lintang yangmengikutsertakan 81 ibu di Puskesmas Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur. Datadikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakterisitikresponden dan tingkat pengetahuan ibu. Karakteristik responden meliputi umur, pendidikan terakhir, status bekerja, jumlah kehamilan, jumlah melahirkan, dan beratbadan bayi lahir, sedangkan pengetahuan ibu mengenai pelayanan antenatal dan giziselama kehamilan. Analisis data dengan menggunakan SPSS for Windows versi 17.0dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.HASILPada penelitian ini didapatkan karakteristik dari 81 responden , mayoritas sejumlah 37ibu berumur 27-33 tahun, 37 ibu berjenjang pendidikan terakhir SMA/sederajat, 76 ibutidak bekerja, 47 ibu dengan jumlah kehamilan sebanyak 2-3 kali, 46 ibu dengan jumlahmelahirkan sebanyak 2-3 kali, dan 76 ibu memilki bayi dengan berat badan lahir ≥ 2500gram. Analisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dan berat badan bayi lahir dengan chisquare menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan beratbadan bayi lahir, dengan hasil kemaknaan p=0,209 (p>0,05).KESIMPULANPenelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tidak berhubungan dengan beratbadan bayi lahir. Hal ini disebabkan masih banyak faktor lain yang berhubungan denganberat badan lain selain tingkat pengetahuan, dimana faktor-faktor tersebut pun salingberkaitan satu sama lain. Namun dengan demikian, upaya meningkatkan pengetahuanibu mengenai pelayanan antenatal dan gizi selama kehamilan harus tetap dilaksanakan

B Birth weight is the important predictor of viability of living for perinatal and neonatal, and also becomes one of the indicator to predict the survival live dan the growth of the baby. The abnormal birth weight will distract the pediatric growth and development. Due to preventing the abnormal birth weight, mother’a role plays as the main factor that affecting birth weight. The mother knowledge has an important part among all of the factors. So the aims of this study is to determine the correlation between mother knowledge and birth weight on mother on the aged 20-40 years that having the last child on the aged 0-36 months.METHODSThis study used an observational analytic study that included 81 respondens of the Kebon Pala District Public Health Center at East Jakarta City with cross sectional design. Data were collected through interviews using questionnaires that contains the responden characteristic and mother knowledge. The responden characteristic are ages, education, occupational status, amount of gestational, amount of giving birth, and the birth weight, but the mother knowledge is about antenatal care and nutrition during pregnancy. Data were being analyzed using SPSS version 17.0 for Windows with 0,05 as the significance level.RESULTSThis study showed on 81 responden characteristic, mayority of them are 37 mothers onaged 27-33 years, 37 mothers on senior high school graduation, 76 mothers unemployed, 47 mothers with 2-3 times of gestational, 46 mothers with 2-3 times ofgiving birth, and 76 mothers with their baby birth weight ≥ 2500 gram. Analyzed mother knowledge and birth weight with chi-square test showed no correlation between mother knowledge and birth weight, with the significance level p=0,209 (p>0,05)CONCLUSIONSThis study showed no correlation between mother knowledge and birth weight. This result happened becaused there are many other factor that affected birth weight besidesmother knowledge, and all the factor are related each other. So that, the effort to increase the mother knowledge about antenatal care and nutrition during pregnancymust be do.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?