Pengembangan manajemen sistem kualitas dan arsitektur informasi dengan berorientasi pada pengendalian mutu terpadu dalam model sistem kualitas di PT. Nusa Cendana Harum
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1991
Pembimbing 1 : Didien Suhardini
Subyek : Quality control;Industrial management;Industrial engineering
Kata Kunci : system management development, quality, information architecture, integrated quality control, qualit
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1991_TA_STI_06387017_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1991_TA_STI_06387017_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_3_Pengamatan.pdf |
|
|
| 6. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_4_Langkah-Pemecahan-Masalah.pdf |
|
|
| 7. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_5_Pemodelan-Sistem-Kualitas-NCH.pdf |
|
|
| 8. | 1991_TA_STI_06387017_Bab_6_Kesimpulan.pdf | ||
| 9. | 1991_TA_STI_06387017_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 1991_TA_STI_06387017_Lampiran.pdf |
|
P PT. NUSA CENDANA HARUM (NCH) adalah suatu perusahaan perakitan body mobil Toyota Kijang, atau karoseri, yang didirikan dalaa rangka kerjasama dan koordinasi Toyota Astra Motor (TAM). Bagi NCH, kualitas adalah strategi bisnis yang utama, dan penting untuk selalu aenjaga / meningkatkan kualitas perakitan sedemikian hingga kepercayaan yang diberikan TAM dapat meningkat. Dalai usaha perakitan tersebut, NCH sering menerima bimbingan / penyuluhan tentang Pengendalian Mutu Terpadu (PMT) maupun Sistem Produksi Toyota (SPT). Nalun dalam pelaksanaannya belum sesuai dengan harapan. Beberapa permasalahan yang berhubungan dengan kualitas dalam usaha perakitan di NCH adalah : (1) Kerusakan suatu komponen sering tidak teramati pada bagian penerimaan (receiving) sehingga masuk ke dalam lini dan diproses, (2) Kerusakan pada suatu lini diteruskan ke lini berikutnya karena tidak diketahui / diperiksa, (3) Suatu kerusakan pada suatu proses yang harus diperbaiki mengganggu waktu siklus, (4) Tidak hanya waktu siklus, pengaruh tersebut juga berarti biaya yang timbul pada bahan, overhead, dan tenaga kerja, di samping pada mutu body yang dihasilkan itu sendiri, (5) Sulit untuk menilai seberapa jauh pengendalian mutu dilakukan secara baik, karenanya sulit juga untuk merencanakan program - program perbaikan / peningkatan. Untuk itu dibutuhkan : (1) Suatu pemecahan yang dilakukan berdasarkan pendekatan sistem dalam aemandang, mengatasi, dan menyelesaikan masalah masalah dalam manajemen sistem kualitas yang timbul pada aktivitas - aktivitas kualitas di NCH, (2) Adanya pengembangan manajemen sistem kualitas aelalui subsistem - subsistemnya dengan berorientasi pada Pengendalian Mutu Terpadu (PMT) sebagai salah satu cara pencapaian manajemen sistem kualitas secara efektif, yang sesuai dengan kondisi perusahaan, (3) Suatu arsitektur informasi kualitas sebagai dasar Sistem Informasi Manajemen kualitas yang merupakan instrumen penting dalam menyediakan informasi umpan balik guna mendukung manajemen sistem kualitas. Studi dengan pendekatan sistem yang digunakan dalam memandang permasalahan kualitas di NCH melibatkan konsep pemasaran, strategi, PMT dan SPT, serta unsur unsur lainnya (peranan manusia dan manajemen umum). Studi ini menghasilkan pemodelan sistem kualitas NCH yang memadukan konsep SPT dan PMT. Dengan model ini berarti NCH memiliki suatu model pencapaian sasaran (kualitas) perusahaan secara komprehensif, efektif, dan dengan efek yang sinergis. Model yang mengintegrasikan 23 subsistem tersebut menekankan peraingnya pembentukan pengembangan Gugus Kendali Mutu (GKM) sebagai aktivitas kunci untuk mencapai kemajuan lebih lanjut secara efektif. Untuk mengimplementasikan GKM secara efektif, harus diperhatikan juga syarat - syarat penunjangnya (kepemimpinan, personil,.kesejahteraan/ rasa kebersamaan, dan manajemen fungsional/departemental). Model sistem kualitas NCH dijelaskan berdasarkan prinsip rekayasa sistem, meliputi penjelasan (deskripsi) atas input, proses/ peranan, output, batasan, variabel yang dapat dan lebih sulit dikontrol oleh NCH, tujuan / sasaran subsistem, dan kriteria performansi subsistem bagi NCH. Sesuai dengan batasan I ruang lingkup yang dikemukakan, pengembangan manajemen model sistem kualitas NCH diorientasikan pada konsep Pengendalian Mutu Terpadu. Pengembangan manajemen sistem kualitas NCH dengan berorientasi pada PHI dilakukan berdasarkan 10 subsistem seperti yang dikemukakan dalam konsep PMT. Konsekuensi logis dari implementasi pengembangan tersebut menghasilkan butir butir persyaratan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pendelegasian, dan pada pengawasan serta evaluasi. Diantara butir - butir tersebut, usaha lebih lanjut yang dilakukan dalam tugas akhir ini adalah rekomendasi kerangka pengukuran biaya kualitas dan perancangan arsitektur informasi kualitas. Kerangka pengukuran biaya kualitas yang diberikan diperoleh dengan memperhatikan aktivitas - aktivitas/transaksi yang termasuk dalam usaha perakitan NCH. Kemudian ditunjukkan secara sederhana bagaimana NCH dapat menggunakan pengukuran biaya kualitas sebagai alat evaluasi manajemen sistem kualitas. Perancangan arsitektur informasi NCH menghasilkan rancangan sistem-prosedur dan form-formnya (disamping beberapa form dari TAM yang masih dapat digunakan). Usaha dapat dikembangkan antara lain untuk melanjutkan perancangan dasar sistem informasi dengan rancangan sistem data-basenya dan melakukan komputerisasi.
P PT. NUSA CENDANA HARUM (NCH) is a Toyota Kijang car body assembly company, or bodywork, which was established in the framework of cooperation and coordination with Toyota Astra Motor (TAM). For NCH, quality is the main business strategy, and it is important to always maintain / improve assembly quality so that the trust given by TAM can increase. In the assembly business, NCH often receives guidance / counseling on Integrated Quality Control (PMT) and the Toyota Production System (SPT). However, in its implementation it has not been in accordance with expectations. Some problems related to quality in the assembly business at NCH are: (1) Damage to a component is often not observed at the receiving section so it enters the line and is processed, (2) Damage to a line is passed on to the next line because it is not known / checked, (3) Damage to a process that must be repaired disrupts cycle time, (4) Not only cycle time, this influence also means costs incurred in materials, overhead, and labor, in addition to the quality of the body produced itself, (5) It is difficult to assess how well quality control is carried out, therefore it is also difficult to plan improvement / increase programs. For this, it is needed: (1) A solution based on a systems approach in viewing, overcoming, and resolving problems in quality system management that arise in quality activities at NCH, (2) The development of quality system management through its subsystems with an orientation towards Integrated Quality Control (IQC) as one way to achieve effective quality system management, which is in accordance with the company's conditions, (3) A quality information architecture as the basis of a quality Management Information System which is an important instrument in providing feedback information to support quality system management. The study with a systems approach used in viewing quality problems at NCH involves the concepts of marketing, strategy, IQC and SPT, as well as other elements (human roles and general management). This study produces a model of the NCH quality system that combines the concepts of SPT and PMT. With this model, it means that NCH has a model for achieving company (quality) targets comprehensively, effectively, and with a synergistic effect. The model that integrates the 23 subsystems emphasizes the competitiveness of the formation and development of a Quality Control Circle (GKM) as a key activity to achieve further progress effectively. To implement GKM effectively, the supporting requirements (leadership, personnel, welfare/sense of togetherness, and functional/departmental management) must also be considered. The NCH quality system model is explained based on the principles of systems engineering, including explanations (descriptions) of inputs, processes/roles, outputs, limitations, variables that can and are more difficult to control by NCH, subsystem goals/targets, and subsystem performance criteria for NCH. In accordance with the limitations of the scope stated, the development of the NCH quality system model management is oriented towards the concept of Integrated Quality Control. The development of the NCH quality system management with an orientation towards PHI is carried out based on 10 subsystems as stated in the PMT concept. The logical consequence of the implementation of this development produces requirements points at the planning, implementation, delegation, and monitoring and evaluation stages. Among these points, further efforts undertaken in this final project are recommendations for a quality cost measurement framework and the design of a quality information architecture. The quality cost measurement framework provided is obtained by considering the activities/transactions included in the NCH assembly effort. It is then shown in simple terms how NCH can use quality cost measurement as a quality system management evaluation tool. The NCH information architecture design resulted in a system-procedure design and its forms (in addition to several forms from the TAM that can still be used). Efforts can be developed, among other things, to continue the basic design of the information system with the design of its database system and carry out computerization.