DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara kadar mikronutrien dan derajat infeksi penderita filariasis


Oleh : Neysa Nurwafa Zahrah

Info Katalog

Nomor Panggil : S 2076

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2023

Pembimbing 1 : Suriyani

Subyek : Filariasis;Trace elements in nutrition;Immune system

Kata Kunci : filariasis, levels of micronutrients, degree of infection, immune system

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2023_TA_SKD_030001900101_Halaman-Judul.pdf 16
2. 2023_TA_SKD_030001900101_Pengesahan.pdf 1
3. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-2_Tinjauan-Literatur.pdf 16
4. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-3_Kerangka-Teori.pdf 5
5. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-4_Metode-Penelitian.pdf 9
6. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-5_Hasil.pdf 5
7. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-6_Pembahasan.pdf 11
8. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-7_Kesimpulan.pdf 1
9. 2023_TA_SKD_030001900101_Daftar-Pustaka.pdf 7
10. 2023_TA_SKD_030001900101_BAB-1_Pendahuluan.pdf 4
11. 2023_TA_SKD_030001900101_Lampiran.pdf 20

F Filariasis adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh cacing filaria danditularkan melalui nyamuk.Terdapat tiga jenis spesies cacing filaria yaituWuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Menurut data dariKementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 prevalensi filariasis diindonesia terdapat sekitar 14.932 kasus.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi derajat infeksi filariasisseperti asupan zat gizi, kerentanan individu, frekuensi gigitan nyamuk, jumlahlarva infektif pada tubuh dan infeksi bakteri, virus dan jamur. Zat gizi baik berupamakronutrien maupun mikronutrien memiliki peran penting terhadap sistem imuntubuh dalam melawan infeksi filariasis. Defisiensi dan kelebihan kadar zat gizidapat menyebabkan penurunan sistem imun tubuh dengan mempengaruhi fungsifagositosis dari sel makrofag, natural killer cells dan neutrofil dalam melawanpatogen yang masuk, dan juga berpengaruh dalam pembentukan antibodi dansitokin bagi sistem imun tubuh.METODEStudi analitik observasional dengan desain cross sectional. Total sampelberjumlah 47 responden yang didapatkan dari data sekunder pada penelitian yangtelah dilakukan di tiga desa di Kalimantan Selatan. Analisis data dilakukandengan menggunakan uji Mann Whitney dan Fisher exact pada program SPSS .HASILSebagian besar responden masuk dalam rentang usia 40-60 tahun dan berjeniskelamin laki-laki.Sebagian besar responden memiliki derajat infeksi filariasisyang negatif. Kadar mikronutrien pada sebagian besar responden memiliki kadaryang normal kecuali pada mikronutrien besi, dimana seluruh responden memilikikadar yang berlebih. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadarmikronutrien tembaga, kromium dan molibdenum dan derajat infeksi filariasispada penderita filariasis (p > 0,05)KESIMPULANTidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar mikronutrien tembaga,kromium dan molibdenum dan derajat infeksi penderita filariasis

F Filariasis is an infectious disease caused by filarial worms and transmitted bymosquitoes. There are three species of filarial worms, namely Wuchereriabancofti, Brugia malayi, and Brugia timori. According to data from the Ministryof Health of the Republic of Indonesia in 2020 the prevalence of filariasis inIndonesia is around 14,932 cases.Several factors affect the degree of filariasis infection such as nutrientintake, individual susceptibility, frequency of mosquito bites, the number ofinfective larvae in the body and bacterial, viral and fungal infections. Nutrientsboth in the form of macronutrients and micronutrients have an important role forthe body's immune system in fighting filariasis infection. Deficiency and excessof nutrients can cause a decrease in the body's immune system by affecting thefunction of phagocytosis of macrophages, natural killer cells and neutrophils infighting pathogens that enter, and also affect the formation of antibodies andcytokines for the body's immune system.METHODObservational analytic study with cross-sectional design. The total sample is 47respondents obtained from secondary data in research that has been conducted inthree villages in South Kalimantan. Data analysis was performed using the MannWhitney and Fisher exact tests in the SPSS program.RESULTSMost of the respondents are in the age range of 40-60 years and are male. Most ofthe respondents had a negative degree of filarial infection. The levels ofmicronutrients in the majority of respondents had normal levels except formicronutrient iron, where all respondents had excess levels. There was nosignificant relationship between the levels of the micronutrients copper, chromiumand molybdenum and the degree of filariasis infection in filariasis patients(p > 0.05).CONCLUSIONNo significant relationship was found between the levels of the micronutrientscopper, chromium and molybdenum and the degree of filariasis infection infilariasis patients.CONCLUSIONNo significant relationship was found between the levels of the micronutrientscopper, chromium and molybdenum and the degree of filariasis infection infilariasis patients

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?