DETAIL KOLEKSI

Perencanaan lansekap kawasan Wisata Air Muncul - Rawapening (landscape plan for water recreation)


Oleh : R. Erick Octaviano

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakartra

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Benyamin Ishak

Subyek : Landscape architecture

Kata Kunci : Muncul, Rawapening, water tourism , ecological conservation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_SAL_08196075_Halaman-Judul.pdf 2908.5
2. 2002_TA_SAL_08196075_Lembar-Pengesahan.pdf 841.16
3. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-1_Pendahuluan.pdf 956.51
4. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-2_Studi-kepustakaan.pdf 5173.91
5. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-3_Identifikasi-daya-dukung-.pdf 1684.29
6. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-4_Program-pengembangan.pdf 1027.17
7. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-5_Konsep-perencanaan.pdf 1646.19
8. 2002_TA_SAL_08196075_Bab-6_Rencana-Lansekap.pdf 1142.6
9. 2002_TA_SAL_08196075_Daftar-Pustaka.pdf 623.11
10. 2002_TA_SAL_08196075_Lampiran.pdf 3794.45

K Kawasan Muncul merupakan salah satu Kawasan Parawisata Rawapening, Jawa Tengah. Kawasan ini menyimpan banyak sekali potensi keindahan dan keunikkan alam yang dapat menarik wisatawan untuk datang dan menikmatinya.Di kawasan Muncul ini telah tumbuh embrio kegiatan wisata yang dilakukan sebuah perusahaan swasta yang membangun obyek pemancingan. Di dekatnya, telah tumbuh pula obyek wisata kolam renang yang diusahakan oleh Pemda Dati d Kabupaten Semarang, yang juga dilengkapi oleh arena pemancingan dan kolam pembibitan ikan.Sesuai dengan arah kebijaksanaan Pariwisata Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang, bahwa Kawasan Muncul merupakan salah satu obyek wisata dalam Kawasan Pariwisata Rawapening, Jawa Tengah. Perencanaan Lansekap Kawasan Wisata Air Munoul ini, mempunyai permasalahan yang kompleks baik dari segi teknis maupun yang menyangkut segi sosial dan budayanya. Untuk itu perlu disusun suatu konsepsi perencanaan lansekap yang lebih terarah dan terpadu sesuai dengan RUTRK dan RUTRH, dan sesuai dengan fungsi kawasan tanpa merubah bentukan alam yang ada.Perencanaan kawasan ditujukan sebagai obyek wisata air, dengan memperlihatkan dan memberikan pengalaman-pengalaman pada wisatawan akan suatu obyek wisata yang bersuasana perairan telaga yang menyuguhkan kekayaan alamnya. Dengan memiliki daya tarik atraksi yang telah cukup baik berkembang, serta tersedianya sumber air dari mata air perbukitan Muncul dan kondisi topografi tanahnya yang datar yang menyebabkan lokasi cocok untuk dikembangkan dengan fungsi tersebut. Pengembangan kawasan ini juga perlu mengantisipasi terhadap kemungkinan- kemungkinan dampak negatif yang munglun akan timbul, seperti berkurangnya sumber air dan pencemaran polusi air.Pendekatan perencanaan ini ditetapkan melalui disiplin ilmu Arsitektur Lansekap, khususnya dalam usaha pembentukan ruang luar bagi aktivitas manusia dan pelestarian alam (ekologis).

M Muncul is one of Rawapening Tourism Area located in, Central Java. This area is plenty with loneliness and uniqueness potential attracting to visit for the tourists visiting to enjoy it. In this area, an embryo of tourism activities was pioneered by a private company dealing with fishing object. Nearby, a swimming pool tourism object has been built by Pemda Dati H Kabupaten Semarang, which is also completed with fishing arena and fish seeding ponds.In line with the Policy of Kabupaten Daerah Tingkat II Tourism of Semarang, Muncul area in one of the tourism objects in Rawapening Tourism Area, Central Java. The Landscape Planning of Water Tourism Area has complex technical, social and cultural problems. Therefore, it is necessary to prepare the conception of the landscape planning more integrated and oriented according to RUTRK and RUTRH, and in line with the area function without changing the natural formation.The area planning is meant to be a water tourism object by presenting and providing experiences to the tourists about the tourism object with lake-circumstance which presenting natural features of wealth. . Having the developing attractiveness and the availability of spring water of Muncul hills and the topographical condition of the flat land, the location is appropriate to develop with the function. The development of the area requires anticipating the negative side aspects of such as the decrease in its water springs and water pollution.This planning approach is applied through the discipline of Landscape Architecture, in particular the outer space formation for human activities and natural or ecological conservation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?