DETAIL KOLEKSI

Pemanfaatan limbah spent bleaching earth, bottom ash dan minyak jelantah sebagai briket bahan bakar : studi kasus perusahaan minyak sawit PT X Jakarta Utara


Oleh : Anggi Dwiana

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Dwi Indrawati

Pembimbing 2 : Lailatussiami

Subyek : Recycling;Renewable energy resources

Kata Kunci : spent bleaching earth, bottom ash, briquettes. alternative fuel


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_TL_082001600027_Halaman-judul.pdf 1457.5
2. 2021_TA_TL_082001600027_Lembar-pengesahan.pdf 738.08
3. 2021_TA_TL_082001600027_Bab-1_Pendahuluan.pdf 647.97
4. 2021_TA_TL_082001600027_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf 1003.8
5. 2021_TA_TL_082001600027_Bab-3_Metode-penelitian.pdf 892.97
6. 2021_TA_TL_082001600027_Bab-4_Hasil-dan-pembahasan.pdf 1063.13
7. 2021_TA_TL_082001600027_Bab-5_Kesimpulan-dan-saran.pdf 637.39
8. 2021_TA_TL_082001600027_Daftar-pustaka.pdf 334.78
9. 2021_TA_TL_082001600027_Lampiran.pdf 1881.56

L Limbah B3 yang dihasilkan oleh industri minyak kelapa sawit dalam skala besar yaitu limbah spent bleaching earth (SBE) dan bottom ash (BA), dimana perlu dilakukan pemanfaatan dari campuran limbah tersebut agar tidak membahayakan manusia dan lingkungan. Pada penelitian ini pemanfaatan yang dilakukan adalah dengan mencampurkan limbah tersebut dan dijadikan briket bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan limbah SBE dan BA dengan variasi 25:75, 50:50 dan 25:75. Selanjutnya dilakukan uji kualitas briket dengan parameter kadar air, kadar abu, nilai kalor dan kadar logam, lalu untuk briket dengan campuran terbaik dilakukan uji kadar logam pada residu hasil pembakaran briket meliputi logam (Zn, Cd, Cr, Pb, Ni dan Cu) dan pembakaran briket untuk melihat emisi CO dan NO2 yang terkandung pada saat pembakaran. Hasil perbandingan kualitas briket memperlihatkan bahwa campuran terbaik ada pada campuran briket 75% SBE dan 25% BA dengan pencelupan minyak jelantah dengan nilai kadar air sebesar 5,1%, kadar abu 32,1% dan nilai kalor 2.469,691 kal/gr, selanjutnya untuk kadar logam tertinggi adalah logam Zn yaitu sebesar 1,46 mg/L dan terendah yaitu Cu sebesar 0,6 mg/L, adapun logam yang berhasil tereduksi setelah dilakukan pemanfaatan adalah logam (Cd, Cu, Ni dan Pb) dan gas yang terukur pada saat pembakaran briket adalah CO sebesar 530 ppm dan NO2 sebesar 4,6 ppm dan masih dibawah baku mutu yang berlaku.

T The hazardous waste produced by the refinery palm oil industry on a large scale are spent bleacing earth and bottom ash., where mix waste need to be utilize in order that it don’t damage the environment. this research is utilizing its mix waste and made into briquettes as an alternative fuel. This research was done by mixing waste with 25%, 50% and 75% variations. Next thing to do was briquette quality test with parameters of moisture content, ash content, heating value and metal content, then for the best mixtures a metal content test for briquettes are metals (Zn, Cd, Cr, Pb, Ni dan Cu) and burning to see emissions (CO and NO2) contained when its burned. The comparison results show that the best mixture in the briqueete mixture is 75% SBE and 25% BA with used cooking oil immersionl with water content of 5.1%, ash content of 32.1% and a calorific value of 2469.691 cal / g. Furthermore, the highest metal content 1,46 mg/l Zn metal and the lowest 0,6 Cu mg/l, The metal that successfully reduced after utilization are metals (Cd, Cu, Ni, and Pb) and the measured gases while burning briquettes are 530 ppm CO and 4,6 ppm NO2 and still below the applicable quality standards

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?