DETAIL KOLEKSI

Analisis beban emisi karbon dioksida (CO2) terhadap rencana TransJakarta dari bus konvensional menjadi bus listrik pada koridor 1 (Blok M - Kota)


Oleh : Saskia Aprilia

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Hernani Yulinawati

Pembimbing 2 : Endro Suswantoro

Subyek : Air pollution;Carbon dioxide

Kata Kunci : TransJakarta, carbon dioxide emisiion, Tier -1, reduction, electric bus


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_TL_082001600040_Halaman-judul-.pdf 652.84
2. 2021_TA_TL_082001600040_Lembar-pengesahan-.pdf 325.31
3. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-1-Pendahuluan-.pdf 103.51
4. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-2Tinjauan-pustaka.pdf 975.86
5. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-3.-Metode-penelitian.pdf 329.17
6. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-4-Gambaran-umum.pdf 1830.67
7. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-5-Hasil-dan-pembahasan.pdf 5747.04
8. 2021_TA_TL_082001600040_Bab-6-Kesimpulan-dan-saran.pdf 95.32
9. 2021_TA_TL_082001600040_Daftar-Pustaka.pdf 99.48
10. 2021_TA_TL_082001600040_Lampiran.pdf 4137.04

P Pertumbuhan ekonomi yang pesat di DKI Jakarta menyebabkan tingginya perpindahan penduduk. TransJakarta sebagai penyedia transportasi bus. Bahan bakar bus menggunakan solar dan Compressed Natural Gas (CNG) dan memiliki rencana untuk mengganti bus konvensional menjadi bus listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban emisi karbon dioksida (CO2) bus konvensional berdasarkan jenis bus dan fasilitas pembangkit listrik (Unit Pembangkit Muara Karang) sebagai sumber energi pengganti bahan bakar pada rencana bus listrik di TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota). Metode yang digunakan adalah Tier-1 dari pedoman Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2019. Hasil penelitian ini didapatkan total beban emisi CO2 tertinggi bus konvesional untuk jenis single (solar) dari Operator Mayasari sebesar 3.187.726,14 kg/tahun, jenis maxi (solar) dari Operator Steady Safe sebesar 1.364.095,18 kg/tahun, dan jenis articulated (CNG) dari Operator Mayasari sebesar 6.208.527,71 kg/tahun. Reduksi emisi CO2 pada bus listrik jenis single dari Operator Mayasari sebesar 4.057.350,92 kg/tahun, jenis maxi dari Operator Steady Safe sebesar 1.979.876,25 kg/tahun, dan jenis articulated dari Operator Mayasari sebesar 6.978.077,15 kg/tahun. Apabila bus konvensional jenis single diganti dengan bus listrik maka emisi CO2 meningkat 21,43%, sama halnya pada jenis articulated meningkat 11,03% tetapi untuk jenis maxi mengalami penurunan sebesar 23,73%. Dilakukan juga perhitungan dengan penggantian bahan bakar solar menjadi CNG, maka bus single mengalami penurunan 28,30%. Pengurangan emisi CO2 dapat dilakukan dengan penggantian bus konvensional maxi menjadi bus listrik medium. Energi yang digunakan untuk bus listrik sebesar 1.605 Kw sekitar 1,74% dari kapasitas produksi Unit Pembangkit Muara Karang yang dialokasikan sebesar 90.900 Kw sehingga tidak menambah emisi CO2 di wilayah sumber pembangkit listrik.

T The rapid economic growth in DKI Jakarta led to high of population movements. TrasnJakarta as a bus transportation provider. Bus fuels using diesel and compressed natural gas and has plans to replace conventional buses with electric buses. This study aims to analyze the of carbon dioxide emissions (CO2) conventional buses based on bus types and power generation facilities (Unit Pembangkit Muara Karang) as a source of energy substitute for fuel in the electric bus plan in TransJakarta Corridor 1 (Blok M – Kota). The method used is Tier-1 from the 2019 Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) guidelines. Based on the results of this study, the highest total CO2 emission load of conventional buses for the single type (diesel) from Mayasari Operator is 3.187.726,14 kg/year, maxi type (diesel) from Steady Safe Operator is 1.364.095,18 kg/year, and articulated type (CNG) from Mayasari Operator is 6.208.527,71 kg/year. Reduction of CO2 emissions on single type electric buses from Mayasari Operator is 4.057.350,92 kg/year, maxi type from Steady Safe Operator is 1.979.876,25 kg/year, and articulated type from Mayasari Operator is 6.978.077,15 kg/year. If conventional single type bus is replace with an electric bus, CO2 emission increased by 21,43%, similar with articulated type increased by 11,03%, however for the maxi type it decreased by 23,73%. The calculation was also carried out by changing diesel fuel to CNG, the single bus decreased by 28,30%. Reduction of CO2 emissions can be done by replacing conventional maxi buses into medium electric buses. The energy used for electric buses is 1.605 Kw, around 1,74% of the allocated production capacity of the Muara Karang Power Unit of 90.900 Kw so that is does not increase CO2 emissions in the power plant source area.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?