Determinan variabel makroekonomi dan kebijakan pemerintah terhadap ketimpangan pendapatan di indonesia
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Sumiyarti
Kata Kunci : Income Inequality; Rural; Urban; GDP Per Capita; Macroeconomi; Government Policy
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_SEP_021002214010_Halaman-Judul.pdf | 11 | |
2. | 2025_SK_SEP_021002214010_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_SEP_021002214010_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_SEP_021002214010_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_SEP_021002214010_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_SEP_021002214010_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_SEP_021002214010_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_SEP_021002214010_Bab-1.pdf | 13 | |
9. | 2025_SK_SEP_021002214010_Bab-2.pdf |
|
|
10. | 2025_SK_SEP_021002214010_Bab-3.pdf | 13 |
|
11. | 2025_SK_SEP_021002214010_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_SK_SEP_021002214010_Bab-5.pdf | 7 | |
13. | 2025_SK_SEP_021002214010_Daftar-Pustaka.pdf | ||
14. | 2025_SK_SEP_021002214010_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan pendapatan di Indonesia pada 2015–2023 menggunakan regresi linier berganda data panel. Ketimpangan pendapatan sebagai variabel terikat dibagi menjadi dua subsampel, yaitu wilayah perkotaan dan pedesaan. Variabel bebas meliputi PDRB per kapita, penanaman modal asing, indeks pembangunan manusia (IPM), infrastruktur, dan upah minimum provinsi, dengan data dari BPS dan kementerian PUPR dan Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2015-2023. Hasil penelitian menunjukkan PDRB per kapita berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan di pedesaan, namun tidak berpengaruh di perkotaan. Penanaman modal asing dan IPM berpengaruh negatif terhadap ketimpangan di kedua wilayah, sedangkan infrastruktur hanya berpengaruh negatif di perkotaan. Upah minimum tidak memengaruhi ketimpangan di kedua wilayah. Diharapkan pemerintah mengoptimalkan kebijakan yang sudah terbukti mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan kebijakan yang belum memiliki pengaruh signifikan pada ketimpangan pendapatan dengan meningkatkan kualitas baik dari masyarakatnya maupun teknologi nya agar terus tumbuh menuju pemerataan yang lebih baik lagi.
T This study analyzes the factors influencing income inequality in Indonesia during 2015–2023 using panel data multiple linear regression. Income inequality, as the dependent variable, is divided into two subsamples: urban and rural areas. Independent variables include GDP per capita, foreign direct investment, the Human Development Index (HDI), infrastructure, and provincial minimum wages, with data sourced from BPS, the Ministry of Public Works and Housing, and the Ministry of Manpower for 2015–2023. The results show that GDP per capita negatively affects income inequality in rural areas but has no impact in urban areas. Foreign direct investment and HDI negatively influence inequality in both areas, while infrastructure negatively affects inequality only in urban areas. Minimum wages do not affect inequality in either area. The government is encouraged to optimize policies proven to reduce inequality and enhance policies that have yet to show significant impact by improving the quality of both society and technology to achieve better equity.