DETAIL KOLEKSI

Analisis perlindungan hak moral dan hak ekonomi pemegang hak seni instalasi (studi putusan nomor 19 pk/pdt.sus-hki/2023)


Oleh : Kevindra Akiko Meliala

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Simona Bustani

Pembimbing 2 : Ninuk Wijiningsih

Kata Kunci : Protection, Rights, Art, Installation, Law

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_SK_SHK_010001900659_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2025_SK_SHK_010001900659_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf
3. 2025_SK_SHK_010001900659_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_SK_SHK_010001900659_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_SK_SHK_010001900659_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_SK_SHK_010001900659_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_SK_SHK_010001900659_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf
8. 2025_SK_SHK_010001900659_Bab-1.pdf 15
9. 2025_SK_SHK_010001900659_Bab-2.pdf 30
10. 2025_SK_SHK_010001900659_Bab-3.pdf 10
11. 2025_SK_SHK_010001900659_Bab-4.pdf 13
12. 2025_SK_SHK_010001900659_Bab-5.pdf 2
13. 2025_SK_SHK_010001900659_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2025_SK_SHK_010001900659_Lampiran.pdf 1

P Peristiwa hukum akan melibatkan pelanggaran hak cipta seringkali menyebabkan kerugian bagi pencipta maupun orang tambahan yang terkait. Berdasarkan Putusan Nomor 19 PK/Pdt.ta-HKI/2023 tentang Pelanggaran Hak Cipta atas Instalasi Tiga Dimensi, penggunaan ciptaan seni untuk tujuan komersial tanpa izin terlebih dahulu dari penciptanya merupakan pelanggaran hak cipta. Rumusan masalah dalam artikel ini adalah 1) Bagaimana hukum positif di indonesia mengatur terkait perlindungan hukum pemegang hak instalasi tiga dimensi lewat UUHC 28/2014 dan 2) Apakah penilaian hakim terhadap UUHC 28/2014 sejalan dengan perkara Nomor 19 PK/Pdt.Sus-HKI/2023? Penelitian ini merupakan penelitian hukum deskriptif normatif yang didukung oleh wawancara dan bahan sekunder. Penelitian lapangan (wawancara) dan kajian pustaka digunakan untuk mengumpulkan data, kemudian ditarik kesimpulan melalui analisis kualitatif dengan menggunakan metodologi deduktif. Hasil dan kesimpulan kajian menunjukkan bahwa berdasarkan asas deklaratif, perlindungan Pasal 40 ayat (1) UUHC memberikan hak cipta dan perlindungan secara otomatis terhadap invensi. Kendati demikian, Putusan Nomor 3/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN tersebut, Niaga Mks tetap melanggar UU 28/2014.

L Legal events involving copyright infringement often cause losses to the creator and additional parties involved. Based on Decision Number 19 PK/Pdt.ta-HKI/2023 concerning Copyright Infringement of Three-Dimensional Installations, the use of artistic creations for commercial purposes without prior permission from the creator is a copyright infringement. The Research problem in this article is 1) How does positive law in Indonesia regulate the legal protection of three-dimensional installation rights holders through UUHC 28/2014? and 2) Is the judge\\\'s assessment of UUHC 28/2014 in line with case Number 19 PK/Pdt.Sus-HKI/2023? This research is a normative descriptive legal research supported by interviews and secondary materials. Field research (interviews) and literature reviews are used to collect data, then conclusions are drawn through qualitative analysis using deductive methodology. The results and conclusion of the study show that based on the declarative principle, the protection of Article 40 paragraph (1) of the UUHC provides copyright and automatic protection for inventions. However, in Decision Number 3/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN, Niaga Mks still violates Law 28/2014.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?