DETAIL KOLEKSI

Pelatihan aspek-aspek penting kewirausahaan bagi usaha kecil dan calon wirausaha di Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres


Oleh : Mona Adriana, Nurhayati, [et.al.]

Info Katalog

Kata Kunci : micro, small and medium enterprises, Indonesia, Semanan village, Kalideres

Subyek : Entrepreneurship;Small business

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Halaman : 44 p.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_PKM_FEB_Pelatihan-Aspek-Aspek_Halaman-Judul.pdf 803.54
2. 2020_PKM_FEB_Pelatihan-Aspek-Aspek_Lembar-Pengesahan.pdf 807.16
3. 2020_PKM_DIE_Pelatihan-Aspek-Aspek_Bab-1_Pendahuluan.pdf 867.58
4. 2020_PKM_DIE_Pelatihan-Aspek-Aspek_Bab-2_Pelaksanaan-Kegiatan.pdf 882.3
5. 2020_PKM_DIE_Pelatihan-Aspek-Aspek_Bab-3_Kelayakan-Perguruan-Tinggi.pdf 841.79
6. 2020_PKM_DIE_Pelatihan-Aspek-Aspek_Bab-4_Hasil-dan-Luaran-yang-dicapai.pdf 1068.69
7. 2020_PKM_FEB_Pelatihan-Aspek-Aspek_Lampiran.pdf 4738.09

M Meningkatnya Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) di indonesia ini semakin hari semakin bertambah dimana menurut data dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sampa saat ini pelaku UMKM mencapai angka 60 juta dan diprediksi jumlahnya akan bertambah terus. Dalam hal ini tingginya pertumbuhan UMKM memberi angin segar untuk tumbuhnya perekonomian di Indonesia terutama dari sisi penyediaan lapangan pekerjaan.Kampung Semanan adalah salah satu pusat UMKM yang resmi dibuka pada tahun 1992 dan sampai saat ini terdapat lebih dari 700 pengrajin tahu dan tempe dan terus meningkat dari tahun ke tahun yang tergabung dalam sebuah koperasi. Dengan berjalannya waktu ,untuk meningkatkan kesejahteraan dari para anggota koperasi ke depannya diperlukan sebuah inovasi dan diversifikasi produk .Dalam hal ini kendala yang dihadapai adalah terbatasnya modal dan kemampuan dari sumber daya manusianya yang masih belum memadai.Pengetahuan tentang akses permodalan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia dirasakan menjadi sebuah keharusan untuk membuat hasil produksi yang inovatif. Sudah saatnya para pengrajin tahu dan tempe merubah pola pikir dari tradisonal menjadi kreatif dan inovatif dalam diversifikasi produk.

T The increase of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia is increasing day by day, where according to data from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises, until now, UMKM players have reached 60 million and it is predicted that the number will continue to grow. In this matter, the high growth of MSMEs provides growth of the economy in Indonesia, especially in terms of providing employment opportunities.Kampung Semanan is one of the UMKM centers which was officially opened in 1992 and to date there are more than 700 tofu and tempe craftsmen and it continues to increase from year to year who are members of a cooperative. Over time, to improve the welfare of cooperative members in the future, an innovation and product diversification is needed.In this case, the constraints faced are limited capital and the inadequate capacity of human resources. Knowledge about access to capital and development of the quality of human resources is felt to be a necessity for making innovative production results. It is time for the tofu and tempe craftsmen to change their mindset from traditional to creative and innovative in product diversification.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?