Perlindungan hak anak korban tindak pidana jarimah : analisis putusan nomor 22/jn/2021 ms.aceh berdasarkan qanun aceh
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Wahyuni Retnowulandari
Kata Kunci : Child Victims, Rape Crimes, Criminal Code, Children\\\'s Rights, Legal Protection
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_SHK_010002100191_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
2. | 2025_SK_SHK_010002100191_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_SHK_010002100191_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_SHK_010002100191_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_SHK_010002100191_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_SHK_010002100191_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_SHK_010002100191_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_SHK_010002100191_Bab-1.pdf | 18 | |
9. | 2025_SK_SHK_010002100191_Bab-2.pdf |
|
|
10. | 2025_SK_SHK_010002100191_Bab-3.pdf |
|
|
11. | 2025_SK_SHK_010002100191_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_SK_SHK_010002100191_Bab-5.pdf | 3 | |
13. | 2025_SK_SHK_010002100191_Daftar-Pustaka.pdf | 6 | |
14. | 2025_SK_SHK_010002100191_Lampiran.pdf | 10 |
|
P Perlindungan anak sebagai korban kejahatan seksual, khususnya pemerkosaan, menjadi urgensi dalam sistem hukum pidana indonesia, mengingat dampaknya yang serius terhadap tumbuh kembang anak dan hak asasinya. penelitian bertujuan untuk menjawab dua pokok permasalahan: 1) apakah perbuatan pelaku telah memenuhi unsur-unsur delik jarimah pemerkosaan hubungan mahram sebagaimana diatur dalam pasal 49 qanun aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat 2) bagaimana pemenuhan hak anak korban kekerasan seksual dalam putusan tersebut menurut ketentuan hukum yang berlaku di indonesia. metode yang digunakan adalah yuridis normatif didukung data primer dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. data dianalisis secara kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan lembaga yang menangani perlindungan anak. hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan pelaku telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 49 qanun jinayat, namun majelis hakim mahkamah syar’iyah aceh menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, sehingga dibebaskan dari semua dakwaan. putusan tersebut mencerminkan kurangnya keberpihakan terhadap korban, serta belum optimalnya pemenuhan hak anak, seperti restitusi, rehabilitasi, dan perlindungan identitas. keadaan ini bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dalam undang-undang nomor 35 tahun 2014 dan konvensi hak anak.
T The protection of children as victims of sexual crimes, especially rape, is urgent in the indonesian criminal law system, considering its serious impact on the child\\\'s development and human rights. the study aims to answer two main questions: 1) whether the perpetrator\\\'s actions have fulfilled the elements of the crime of rape of mahram relations as regulated in article 49 of aceh qanun number 6 of 2014 concerning jinayat law 2) how are the rights of child victims of sexual violence fulfilled in the decision according to the applicable legal provisions in indonesia. the method used is normative juridical supported by primary data with a statutory regulatory approach and a case approach. the data were analyzed qualitatively descriptively through literature studies and interviews with institutions handling child protection. the results of the study indicate that the perpetrator\\\'s actions have fulfilled the elements in article 49 of the jinayat qanun, however, the panel of judges at the aceh syar\\\'iyah court stated that the defendant was not legally and convincingly proven, so he was acquitted of all charges. the decision reflects a lack of support for victims, as well as the suboptimal fulfillment of children\\\'s rights, such as restitution, rehabilitation, and identity protection. this situation is contrary to the principles of child protection in law number 35 of 2014 and the convention on the rights of the child.