DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Penanggulangan Masalah Loss Circulation pada Sumur J-23 Lapangan LA


Oleh : Lithan Anindya

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2023

Pembimbing 1 : Apriandi Rizkina Rangga Wastu

Pembimbing 2 : Samsol

Subyek : Oil well drilling

Kata Kunci : loss circulation, drilling, formation, mud

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2023_SK_STP_071001900051_Halaman-Judul.pdf 12
2. 2023_SK_STP_071001900051_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2023_SK_STP_071001900051_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2023_SK_STP_071001900051_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2023_SK_STP_071001900051_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2023_SK_STP_071001900051_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2023_SK_STP_071001900051_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2023_SK_STP_071001900051_Bab-1.pdf 3
9. 2023_SK_STP_071001900051_Bab-2.pdf 31
10. 2023_SK_STP_071001900051_Bab-3.pdf 5
11. 2023_SK_STP_071001900051_Bab-4.pdf 10
12. 2023_SK_STP_071001900051_Bab-5.pdf 2
13. 2023_SK_STP_071001900051_Daftar-Pustaka.pdf 2
14. 2023_SK_STP_071001900051_Lampiran.pdf 6

S Suksesnya suatu pekerjaan pemboran yang melalui berbagai lapisan batuan sangat bergantung pada kinerja dari lumpur pemboran yang digunakan, kinerja dari lumpur pemboran akan mempengaruhi pula permasalahan yang umumnya terjadi saat pemboran sedang berlangsung. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah hilangnya lumpur pemboran yang disirkulasikan dikarenakan masuk ke dalam formasi. Permasalahan ini perlu ditangani dengan cepat karena masalah ini akan menghambat jalannya operasi pemboran. Tujuan dilakukannya penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kedalaman, jenis loss, penyebab loss, serta metode penanggulangan yang dilakukan dalam menangani masalah loss circulation.Evaluasi loss circulation yang dilakukan pada sumur J-23 meliputi evaluasi berdasarkan faktor tekanan yaitu dilakukan perhitungan terhadap tekanan formasi, tekanan hidrostatis, bottom hole circulating pressure dan tekanan rekah formasi pada sumur J-23, dimana apabila kondisi tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan rekah formasi maka loss circulation yang terjadi dikarenakan faktor tekanan, setelah itu dilakukan evaluasi terhadap faktor alamiah dimana evaluasi ini melalui formasi batuan yang ditembus pada sumur J-23, dikarenakan faktor jenis formasi yang memiliki karakteristik ruang pori yang besar serta adanya gua – gua, sesar atau patahan.Diketahui bahwa terjadi loss circulation pada kedalaman 4546,08 ftMD, 4575,60 ftMD, 4683,84 ftMD, 4735,27 ftMD dan 4949,52 ftMD dengan jenis loss yang terjadi yaitu partial loss dengan rate loss sebesar 0,3 – 4 bpm. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, penyebab utama terjadinya loss circulation pada sumur J-23 dikarenakan oleh faktor formasi dimana jenis formasi yang ditembus adalah limestone yang memiliki karakteristik cavernous atau gua-gua, sehingga akan membuat lumpur masuk ke formasi dengan cepat dikarenakan adanya ruang pori yang besar pada formasi batuan tersebut. Upaya penanggulangan yang dilakukan adalah dengan menggunakan loss circulation material (LCM) jenis fracseal dengan tambahan aditif yaitu CaCO3 (F+C+M) dan penggunaan lumpur high-viscosity.

T The success of a drilling operation that passes through various rock layers heavily depends on the performance of the drilling mud used. The performance of the drilling mud also affects the common issues encountered during drilling operations. One of the frequently occurring problems is the loss of drilling mud circulation due to its entry into the formation. This issue needs to be addressed promptly as it can hinder the progress of the drilling operation. The aim of this research study is to determine the depth, types of losses, causes of losses, and the methods used to handle loss circulation problems.The evaluation of loss circulation conducted in well J-23 includes an assessment based on pressure factors, which involves calculations of formation pressure, hydrostatic pressure, bottom hole circulating pressure, and formation fracture pressure in well J-23. If the hydrostatic pressure is greater than the formation fracture pressure, the loss circulation occurring is primarily due to pressure factors. Following that, an evaluation is carried out based on natural factors, which involves examining the rock formations penetrated in well J-23. This evaluation is conducted due to the characteristics of the formation types, such as large pore spaces, caves, faults, or fractures.It is known that loss circulation occurs at depths of 4546.08 ftMD, 4575.60 ftMD, 4683.84 ftMD, 4735.27 ftMD, and 4949.52 ftMD, with the type of loss being partial loss and a loss rate ranging from 0.3 to 4 bpm. Based on the conducted evaluations, the main cause of loss circulation in well J-23 is attributed to the formation factor, specifically the limestone formation characterized by cavernous features. This allows the drilling mud to rapidly enter the formation due to the presence of large pore spaces in the rock formation. Mitigation measures employed include the use of loss circulation material (LCM) such as fracseal, with the addition of an additive, CaCO3 (F+C+M), and the utilization of high-viscosity mud.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?