Praktik kedokteran gigi ditinjau dari aspek hukum kesehatan (studi pustaka)
Nomor Panggil : 614.1 YOH p
Penerbit : FKG - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2007
Pembimbing 1 : drg. Djohansyah Lukman, DFM.
Subyek : Dentistry - Forensic dentistry
Kata Kunci : dentistry practice, malpractice, legal aspect
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2007_TA_KG_04004210_Halaman-Judul.pdf | ||
2. | 2007_TA_KG_04004210_Bab-1.pdf | ||
3. | 2007_TA_KG_04004210_Bab-2.pdf |
|
|
4. | 2007_TA_KG_04004210_Bab-3.pdf |
|
|
5. | 2007_TA_KG_04004210_Bab-4.pdf |
|
|
6. | 2007_TA_KG_04004210_Daftar-Pustaka.pdf | 2 | |
7. | 2007_TA_KG_04004210_Lampiran.pdf |
|
D Dalam menjalankan profesinya, tenaga medis gigi harus melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar profesi medis nasional. Akan tetapi dapat terjadi kesalahan dan kelalaian baik sengaja maupun tidak sengaja. Selain itu bisa juga terjadi kecelakaan medik yang dapat berakibat buruk kepada pasien berupa perlukaan yang secara hukum dapat dikategorikan sebagai penganiayaan. Dalam era globalisasi ini, informasi medis sangat mudah didapatkan dari berbagai media. Pasien yang tidak terima atas akibat negatif dari tindakan medis yang dilakukanoleh tenaga medis gigi, menganggap akibat negatif tersebut sebagai tindak kriminal atau lebih dikenal dengan sebutan malpraktek. Pasien tersebut dapat mengajukan tuntutan ke pengadilan. Maka untuk mencegah terjadinya malpraktek dan tuntutan pasien ke pengadilan, tenaga medis gigi harus mengerti dan memahami hukum praktik kedokteran gigi beserta informed consentnya.