DETAIL KOLEKSI

Evaluasi studi kelayakan lokasi pada pembangunan Bandar Udara Baru di Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat


Oleh : Rahel Ektanti Tambunan

Info Katalog

Status Posting : Published

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2023

Pembimbing 1 : Luky Surachman

Subyek : Feasibility studies;Airports - Location

Kata Kunci : feasibility study, new airport location, North Mamuju Regency


File Repositori
No. Nama File Jml. Halaman Status
1. 2023_TA_STS_051001800129_-Halaman-Judul.pdf
2. 2023_TA_STS_051001800129_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2023_TA_STS_051001800129_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2023_TA_STS_051001800129_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2023_TA_STS_051001800129_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2023_TA_STS_051001800129_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf
7. 2023_TA_STS_051001800129_Bab-5_-Kesimpulan.pdf
8. 2023_TA_STS_051001800129_Daftar-Pustaka.pdf
9. 2023_TA_STS_051001800129_Lampiran.pdf
10. 2023_TA_STS_051001800129_Poster-TA.pdf

T Transportasi mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendukung, mendorong, dan menunjang segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Transportasi udara menjadi kian penting akibat luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipisahkan oleh perairan yang luas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan literatur dari jurnal, Badan Pusat Statistik Mamuju Utara dan peraturan-peraturan yang berlaku terkait pembangunan bandar udara baru, serta data kuantitatif yang diperoleh dari Konsultan PT. Pemilihan lokasi baru bandar udara memerlukan beberapa persyaratan pokok yaitu kemampuan operasional, kapasitas fasilitas bandara, biaya pembangunan, jalan akses, dampak lingkungan, faktor sosio ekonomis, dan konsistensi dengan pembangunan daerah. Setelah rencana lokasi baru sudah dipilih yang terbaik, proses selanjutnya adalah memilih konsep pembangunan dimana konsep fasilitas sisi udara, sisi darat dan jalan akses dikaji secara rinci dalam kaitan lokasi terpilih. Lokasi ini berada pada 3,5 km dari jalan poros Trans-Sulawesi sehingga aman untuk keamanan dari kegiatan penerbangan dan juga kegiatan lalu lintas penerbangan. Hasil analisis Obstacle Limitation Surace (OLS) menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 dikategorikan sebagai lokasi paling aman dari obstacle. 3. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian kelayakan teknis pembangunan menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 lebih baik dari lokasi Alternatif-1 dan Alternatif-2. 4. Berdasarkan evaluasi penentuan lokasi bandar udara dari aspek teknis dan operasi diperoleh hasil penilaian akhir di atas diperoleh nilai dari ketiga alternatif seperti di bawah ini : Dari alternatif 1,2, dan 3 di atas lokasi Alternatif-3 di Desa Batu Oge, Kecamatan Pedongga memperoleh nilai 241 sehingga Alternatif-3 merupakan pilihan yang terbaik.

T Transportation has a very important and strategic role in supporting, encouraging and supporting all aspects of life both in the economic, socio-cultural, political and defense and security fields. Air transportation is becoming increasingly important due to the vast territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia which is separated by vast waters. This research was conducted using the method of collecting literature from journals, the Central Bureau of Statistics for North Mamuju and the applicable regulations regarding the construction of a new airport, as well as quantitative data obtained from PT. The selection of a new airport location requires several basic requirements, namely operational capability, airport facility capacity, development costs, access roads, environmental impact, socio-economic factors, and consistency with regional development. After the best new location plan has been selected, the next process is to select a development concept where the concept of air side facilities, land side and access roads is studied in detail in relation to the selected location. This location is 3.5 km from the Trans-Sulawesi axis road so it is safe for the safety of flight activities and also flight traffic activities. The results of the Obstacle Limitation Surace (OLS) analysis show that the Alternative-3 location is categorized as the safest location from obstacles. 3. Based on the results of the evaluation and technical feasibility assessment of the construction, it shows that the Alternative-3 location is better than the Alternative-1 and Alternative-2 locations. 4. Based on the evaluation of airport location determination from the technical and operational aspects, the results of the final assessment above obtained the values of the three alternatives as below: From alternatives 1, 2, and 3 above the location of Alternative-3 in Batu Oge Village, Pedongga District obtained a value of 241 so Alternative-3 is the best choice.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?