DETAIL KOLEKSI

Analisis geometrik fasilitas sisi udara Bandar Udara Internasional Yogyakarta


Oleh : Sausan Gita Putri

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Dewi Rintawati

Pembimbing 2 : Christina Sari

Subyek : Airport terminals - Designs and plans

Kata Kunci : airport, designs and plans, architecture.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STS_051001800098_Halaman-Judul.pdf 9.63
2. 2022_TA_STS_051001800098_Lembar-Pengesahan.pdf 950.05
3. 2022_TA_STS_051001800098_Bab-1_Pendahuluan.pdf 3.98
4. 2022_TA_STS_051001800098_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 5.39
5. 2022_TA_STS_051001800098_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1337.02
6. 2022_TA_STS_051001800098_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 5.39
7. 2022_TA_STS_051001800098_Bab-5_Kesimpulan.pdf 5.39
8. 2022_TA_STS_051001800098_Daftar-Pustaka.pdf 694.01
9. 2022_TA_STS_051001800098_Lampiran.pdf 3023.76

B Bandar Udara Adisutjipto sebagai bandar udara yang mulanya dirancang untuk keperluan militer, namun dengan semakin berkembangnya Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandar Udara Adisutjipto pun mengalami overcapacity, sehingga dibangunlah Bandar Udara Internasional Yogyakarta dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan peningkatan fasilitas sisi udara dan sisi darat pada Bandar Udara Adisutjipto, oleh karena itu, perlu dilakukan analisis geometrik terhadap fasilitas sisi udara pada Bandar Udara Internasional Yogyakarta untuk memastikan bahwa geometrik fasilitas sisi udara adalah aman untuk melayani pergerakan penumpang, pergerakan pesawat udara, dan pergerakan kargo secara optimal. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting geometrik dengan standar yang ditetapkan oleh ICAO dan SKEP/77/VI/2005 dengan menggunakan pesawat udara rencana yaitu tipe Boeing 777-300ER. Hasil analisis menyatakan bahwa terdapat perbedaan sebesar 9,01% antara panjang landas pacu eksisting dengan standar yang ditetapkan dalam SKEP/77/VI/2005. Lebar landas pacu, kemiringan landas pacu, lebar bahu landas pacu, dimensi RESA, dimensi clearway, dan dimensi stopway telah memenuhi oleh standar yang ditetapkan oleh ICAO dan SKEP/77/VI/2005. Lebar landas hubung dan lebar bahu landas hubung secara keseluruhan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SKEP/77/VI/2005. Kapasitas landas parkir eksisting dapat menampung 44 operasi pesawat udara per-jam masih dapat menampung pergerakan pesawat udara pada peak hour, yaitu sebanyak 18 operasi pesawat udara per-jam.

A Adisutjipto Airport as an airport which was originally designed for military purposes, but as the Special Region of Yogyakarta develops, Adisutjipto Airport experienced an overcapacity, so the Yogyakarta International Airport was built to meet the needs of increasing both airside and landside facilities at Adisutjipto Airport. Hence, it is necessary to do an analysis towards the geometric of the airside facilities at Yogyakarta International Airport to ensure that the geometrical airside facilities are safe to serve passenger movements, aircraft movements, and cargo movements optimally. The analysis was done by comparing the existing geometric conditions with the standards set by ICAO and SKEP/77/VI/2005 by using Boeing 777-300ER type as the referenced aircraft. The results of the analysis state that there is a 9.01% difference between the length of the existing runway and the standard set by SKEP/77/VI/2005. The width of the runway, the slope of the runway, the width of the runway, the RESA dimensions, the clearway dimensions, and the stopway dimensions have met the standards set by ICAO and SKEP/77/VI/2005. The total width of taxiway and taxiway shoulder are in conformance with the standards set by SKEP/77/VI/2005. The existing apron capacity can accommodate 44 air operations per hour and can accommodate aircraft during peak hours, which is 18 air operations per hour.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?