DETAIL KOLEKSI

Evaluasi tebal perkerasan landas pacu pada Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang

5.0


Oleh : Indira Aulia Nariswari

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Luky Surachman

Subyek : Runway, ACN/PCN Method

Kata Kunci : critical aircraft, take-off clearance, rigid pavement.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STS_051001600095_Halaman-Judul.pdf 8.22
2. 2022_TA_STS_051001600095_Lembar-Pengesahan.pdf 1208.99
3. 2022_TA_STS_051001600095_Bab-1_Pendahuluan.pdf 798.45
4. 2022_TA_STS_051001600095_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 2176.66
5. 2022_TA_STS_051001600095_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1180.18
6. 2022_TA_STS_051001600095_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2495.63
7. 2022_TA_STS_051001600095_Bab-5_Kesimpulan.pdf 722.73
8. 2022_TA_STS_051001600095_Daftar-Pustaka.pdf 790.61
9. 2022_TA_STS_051001600095_Lampiran.pdf 1336.47

B Bandar Udara Internasional Ahmad Yani berlokasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki landas pacu jenis tunggal sepanjang 2.680 m dan lebar 45 m dengan nilai PCN yaitu 56/F/D/X/T. Suatu landas pacu harus mampu menunjang aktivitas dari beban pesawat udara yang akan selalu mengalami peningkatan jumlah penumpang yang berdampak pada peningkatan pergerakan pesawat udara. Semakin meningkatnya pergerakan pesawat udara maka perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap perkerasan landas pacu. Tujuan dilakukan evaluasi ini adalah untuk membuktikan bandar udara dapat menunjang beban pesawat udara kritis yang beroperasi dan melakukan kajian penggantian perkerasan kaku agar lebih optimal untuk meminimalisir perawatan rutin pada landas pacu. Jumlah keberangkatan pesawat udara tahun 2018 – 2020 sebesar 43.416 dan beban maksimum pesawat udara kritis tipe Boeing 739 sebesar 187.680 lbs atau 85.130 kg. Hasil dari evaluasi metode ACN/PCN secara grafis perlu meningkatkan tebal perkerasan sampai 150 cm dengan nilai PCN yaitu 80/F/D/X/T, namun hasil metode ACN/PCN secara analitis lebih efektif dan ekonomi karena hanya perlu meningkatkan tebal perkerasan sampai 132,8 cm dengan nilai PCN yaitu 63/F/D/X/T. Beban izin lepas landas adalah sebesar 88.333 kg-f, maka pesawat udara tipe Boeing 739 diperbolehkan beroperasi. Hasil kajian penggantian perkerasan kaku diperlukan secepatnya dengan syarat perbaikan tanah dengan menambahkan lapisan subgrade menjadi CBR 6% dan perkuatan tanah dengan menambahkan dolken dibawah lapisan subgrade CBR 3%.

A Ahmad Yani Semarang International Airport which is located in Semarang City, Central Java Province has single runway with length of 2,680 m and width of 45 m with PCN value of 56/F/D/X/T. A runway must be able to support aircraft load activities, which will always have an increase in the number of passengers, it also has an impact on increasing aircraft movement. The more advanced the aircraft, the more it is necessary to re-evaluate the runway pavement. The purpose of this assessment is to demonstrate that the airport can support critical aircraft operations and to review rigid pavement to more optimally reduce maintenance routines on the runway. The number of annual departures from 2018 – 2020 is 43,416 and the maximum take-off weight of aircraft Boeing 739 is 187,680 lbs or 85,130 kg. The results of evaluation the ACN/PCN method with graphical needs to increase the thickness of pavement to 150 cm with PCN value of 80/F/D/X/T, but the results of ACN/PCN method with analytically more effective and economical because it only needs to increase the thickness of pavement to 132.8 cm with PCN value of 63/F/D/X/T. The take-off clearance is 88,333 kg-f, so aircraft Boeing 739 is allowed to operate. The research of replacement into rigid pavement are needed immediately with condition requirement for soil improvement by adding a subgrade layer to 6% of CBR and soil reinforcement by adding piles of woods under the subgrade with 3% of CBR.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?