DETAIL KOLEKSI

Analisis perencanaan alur pelayaran dan kolam Pelabuhan Patimban


Oleh : Dea Armarchyliya Syalasi

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Suwandi Saputro

Subyek : Port- Designs and plans

Kata Kunci : ship, water.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STS_051001600019_Halaman-Judul.pdf 1051.35
2. 2022_TA_STS_051001600019_Lembar-Pengesahan.pdf 733.9
3. 2022_TA_STS_051001600019_Bab-1_Pendahuluan.pdf 829.41
4. 2022_TA_STS_051001600019_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1906.86
5. 2022_TA_STS_051001600019_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 711.67
6. 2022_TA_STS_051001600019_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 1173.07
7. 2022_TA_STS_051001600019_Bab-5_Kesimpulan.pdf 638.03
8. 2022_TA_STS_051001600019_Daftar-Pustaka.pdf 640.01
9. 2022_TA_STS_051001600019_Lampiran.pdf 602.4

P Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan yang berlokasi di desa Patimban, kota Subang, provinsi Jawa Barat. Pelabuhan Patimban direncanakan akan menjadi pelabuhan laut terbesar di sisi timur Jakarta, dan akan menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Priok dengan fasilitas yang lebih memadai, dan diharapkan mampu untuk memaksimalkan perekonomian daerah. Untuk menunjang hal tersebut, maka diperlukan perencanaan alur pelayaran dan kolam pelabuhan untuk menangani lalu lintas kapal secara optimal pada Pelabuhan Patimban yang sesuai dengan rencana kapal yang akan berlabuh yaitu kapal Peti Kemas kapasitas 165.000 DWT dan Kapal RORO kapasitas 10.000 DWT. Alur pelayaran adalah lokasi perairan yang ditinjau dari sisi kedalaman, lebar, dan bebas hambatan dalam pelayaran dianggap aman dan selamat untuk dilayari oleh kapal di laut. Sedangkan kolam pelabuhan merupakan lokasi perairan yang terlindung, sehingga kapal dapat berlabuh dan melakukan bongkar muat dengan aman. Dalam merencanakan alur pelayaran dan kolam pelabuhan diperlukan data karakteristik dan dimensi kapal, serta kedalaman air. Metode yang digunakan dalam perencanaan adalah dengan mengumpulkan data sekunder, kemudian data tersebut dihitung dan dianalisis untuk menentukan alur pelayaran dan kolam pelabuhan. Data yang diperoleh dihitung dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dengan menggunakan rumus yang telah dipelari dalam tinjauan pustaka. Data yang dihitung dan dianalisis akan menjadi hasil yang dapat digunakan sesuai keperluan dalam penelitian. Hasil yang diperoleh dalam perencanaan yaitu diperlukan alur ideal H sebesar 24,82 m, alur satu jalur sebesar 283,2 m, dan alur dua jalur sebesar 71,8 m. Sedangkan untuk luas kolam pendaratan, kolam perbekalan, kolam tambat sebesar 62.109,89 m2, luas minimal untuk perairan manuver sebesar 1.592 m2, luas kolam putar sebesar 497.640,84 m2, dan luas kolam pelabuhan sebesar 56,13 ha.

P Patimban Port is a port located in Patimban village, Subang city, West Java province. The Patimban Port is planned to be the largest seaport on the east side of Jakarta, and will become a competitor to the Tanjung Priok Port with more adequate facilities, and is expected to be able to maximize the regional economy. To support this, it is necessary to plan shipping lanes and port pools to optimally handle ship traffic at the Patimban Port for Container ships with a capacity of 165,000 DWT and RORO ships with a capacity of 10,000 DWT. The shipping lane is the location of the waters that are viewed from the side of depth, width, and free of obstacles that are considered safe to be navigable by ships at sea. While the port pool is a protected water location so that ships can dock and carry out loading and unloading safely. In planning shipping lanes and harbor pools, data on the characteristics and dimensions of the ship, and the depth of the water are needed. The method used in planning is to collect secondary data, then the data will be calculated and analyzed to determine shipping lanes and port pools. The data obtained was calculated with the help of the Microsoft Excel application by using formulas that have been analyzed in the literature review. The calculated and analyzed data will be the results that can be used as needed in the research. The results obtained in the planning are that the ideal H groove is 24.82 m, the single-lane groove is 283.2 m, and the two-lane groove is 71.8 m. Meanwhile, the area of the landing pool, supply pool, mooring pool is 62,109.89 m2, the minimum area for maneuvering waters is 1,592 m2, the rotary pool area is 497,640.84 m2, and the port pool area is 56.13 ha.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?