DETAIL KOLEKSI

Analisis kinerja simpang ber-apill menggunakan software ptv vissim (studi kasus Simpang Jembatan Ceger Bogor)


Oleh : Aby Ghufran Adhitama

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Dewi Rintawati

Pembimbing 2 : Christina Sari

Subyek : Signalized intersections

Kata Kunci : interserction performance, level of service


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_STS_051001700001_Halaman-Judul.pdf 1041.17
2. 2022_TA_STS_051001700001_Lembar-Pengesahan.pdf 1377.06
3. 2022_TA_STS_051001700001_Bab-1_Pendahuluan.pdf 899.42
4. 2022_TA_STS_051001700001_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1776.6
5. 2022_TA_STS_051001700001_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 4668.42
6. 2022_TA_STS_051001700001_Bab-4_Analisis-Dan-Pembahasan.pdf 4853.79
7. 2022_TA_STS_051001700001_Bab-5_Kesimpulan.pdf 857.25
8. 2022_TA_STS_051001700001_Daftar-Pustaka.pdf 801.74
9. 2022_TA_STS_051001700001_Lampiran.pdf 4345.26

S Setelah diresmikan lampu lalu lintas pada simpang jembatan Ceger menyebabkan kemacetan pada ruas jalan Sinangling Padi sampai ruas Jalan Padi yang berdampak membuat kemacetan pada simpang bawah jembatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang pada simpang jembatan Ceger dan mencari solusi allternatif untuk meningkatkan kinerja simpang jembatan Ceger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan dengan menggunakan software vissim untuk menghasilkan kinerja simpang dalam kondisi eksisting dan alternatif. Hasil analisis kinerja simpang dengan menggunakan software vissim didapatkan level of service D pada ruas jalan Sinangling Padi dan pada ruas jalan Padi didapatkan level of service F. Maka level of service pada masing- masing simpang adalah B dan D untuk simpang jembatan Ceger dan simpang bawah jembatan. Selanjutnya dilakukan 2 alternatif yaitu dengan cara optimasi waktu siklus dan manajemen lalu lintas, pada alternatif pertama dilakukan optimasi waktu siklus dengan cara melakukan penambahan waktu hijau pada fase 1 sebanyak 10 detik dan dilakukan penambahan waktu hijau pada fase 1 dan fase 2 dengan cara trial and error sebanyak 5 kali. Alternatif kedua dilakukan manajemen lalu lintas dengan cara menghilangkan fase 1 sehingga lampu lalu lintas dihilangkan maka perlu dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Dari kedua alternatif yang dilakukan, alternatif kedua mendapatkan hasil kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan alternatif pertama dengan diperoleh level of service A pada ruas jalan Sinangling Padi dan pada ruas jalan Padi didapatkan level of service E. Maka didapat level of service pada masing- masing simpang setelah dilakukan alternatif adalah A dan D untuk simpang jembatan Ceger dan simpang bawah jembatan

A After the traffic light was inaugurated at the Ceger bridge intersection, it caused congestion on the Sinangling Padi road to the Padi road section, which resulted in congestion at the intersection under the bridge. The purpose of this study is to analyze the performance of the intersection at the Ceger bridge intersection and find alternative solutions to improve the performance of the Ceger bridge intersection. The method used in this research is modeling using vissim software to produce intersection performance in existing and alternative conditions. The results of the analysis of the performance of the intersection using the vissim software obtained a level of service D on the Sinangling Padi road section and on the Padi road section it obtained a level of service F. Then the level of service at each intersection is B and D for the Ceger bridge intersection and the underpass intersection. Next, 2 alternatives were carried out, namely by optimizing cycle time and traffic management, in the first alternative, optimizing cycle time by adding 10 seconds of green time in phase 1 and adding green time in phase 1 and phase 2 by trian and error. as much as 5 times. The second alternative is traffic management by eliminating phase 1 so that the traffic light is removed, it is necessary to divert the traffic flow. From the two alternatives carried out, the second alternative got better performance results compared to the first alternative by obtaining a level of service A on the Sinangling Padi road section and on the Padi road section a level of service E obtained. Then the level of service obtained at each intersection after the alternative is A and D for the Ceger bridge intersection and the under bridge intersection.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?